JurnalPost.com - Perkembangan teknologi selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, contohnya dalam dunia digital. Informasi mengenai teknologi dapat diakses dengan mudah melalui berbagai platform media social yang telah ada sampai saat ini. Salah satunya adalah memanfaat kan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).
Artificial Intelligence atau bisa disebut juga intelegensi artifisial (bahasa Inggris: artificial intelligence/AI) merupakan salah satu bagian dari beberapa ilmu komputer yang mendalami bagaimana pembuatan mesin bisa melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh manusia.
Menurut catatan sejarah, AI dikemukakan oleh seorang profesor berasal dari Massachusetts Institute of Technology yaitu John McCarthy di tahun 1956 pada konverensi yang dimana para peneliti AI datang dan hadir. John McCarthy mengatakan, AI untuk mengetahui dan memodelkan teknik berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. Cerdas, yang memiliki arti pengetahuan ditambah pengalaman, pikiran (bagaimana membuat keputusan dan mengambil tindakan), moral yang baik.
Tidak jauh beda, Menurut Alan Turing, (1956), ia mengatakan AI merupakan bidang yang memodelkan metode cara berpikir manusia lalu merancang mesin supaya bisa mengikuti kelakuan dari manusia.
Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer, logika kabur, jaringan saraf tiruan dan robotika. Secara teknis, kecerdasan buatan adalah model statistik yang digunakan untuk mengambil keputusan dengan menggeneralisir karakteristik dari suatu objek berbasis data yang kemudian dipasang di berbagai perangkat elektronik.
Perkembangan teknologi artificial intelligence dalam bidang industry musik saat ini sedang ramai digunakan dalam konsep album K-pop. AI menjadi terobosan baru yang gencar dipakai oleh industri hiburan Korea. Artificial intellegence bukan robot yang terbuat dari besi, AI lebih mengarah pada bentuk avatar atau karakter yang menyerupai manusia. Salah satu grup AI saat ini adalah MAVE dan Aespa:. Latar belakang ide tersebut dapat berasal dari tingginya inovasi pebisnis musik, sumber daya manusia yang unggul, biaya yang memadai, dan tingginya minat masyarakat terhadap K-POP.
MAVE:, atau dalam tulisan Hangul: 메이브; adalah girl group virtual Korea Selatan yang dibentuk pada tahun 2023. Grup ini terdiri dari Siu, Zena, Marty, dan Tyra, yang semua anggota karakternya dihasilkan oleh AI yang dibuat menggunakan pembelajaran mesin, deep fake, dan teknologi produksi 3D penuh hiper-realistis. Mave dibentuk pada tahun 2022, ketika pada 8 November dilaporkan bahwa Metaverse Entertainment, yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan pengembang game Netmarble Corporation, sedang bersiap untuk mendebutkan grup idola virtual. Pembentukan grup dilaporkan mengikuti perubahan dalam industri musik Korea saat grup K-pop dan perusahaan hiburan menyelidiki kemungkinan memperkenalkan berbagai bentuk hiburan ke dalam metaverse; meskipun grup ini bukan yang pertama memasukkan idola virtual, mereka adalah grup K-pop pertama yang sepenuhnya dibuat dalam metaverse.
Selain MAVE:, banyak juga contoh karakter anggota virtual dalam grup Kpop saat ini. Contoh nya Aespa. Berbeda dengan MAVE:, tidak semua anggota aespa karakter virtual. Aespa masih memiliki anggota manusia tetapi memiliki juga anggota yang berbentuk AI. Naevis adalah sistem kecerdasan buatan (AI) yang membantu anggota avatar (ae) aespa untuk terhubung dengan para member aespa yang berwujud manusia. Meski dia adalah AI, tapi ditampilkan dengan wujud seorang perempuan. Semua member Aespa ini juga memiliki versi “avatar” bernama FLAT. Versi avatar mereka masing – masing juga dilibatkan pada saat pemotretan hingga produksi musik.
Kesimpulannya, kemajuan teknologi telah membawa dunia hiburan ke level yang tak terbayangkan. Kelebihan dari penggunaan artificial intellegence dalam industri K-pop adalah makin besarnya cakupan teknologi dan dapat lebih mengembangkan lagi teknologi untuk kedepannya. Kekurangannya dalam industri K-pop yaitu banyak anggota trainee yang bertahun- tahun belajar mempelajari tarian dan music kalah dengan teknologi AI ini .
Oleh: Risa Satifa - Mahasiswa Teknik Universitas Pamulang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda