JurnalPost.com - Studi Independen Bersertifikat adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi dirinya dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang juga dicari oleh dunia usaha dan industri. Kegiatan merdeka belajar selama 1 semester disetarakan dengan 20 SKS. Duapuluh SKS tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh oleh mahasiswa selama mengikuti program tersebut, baik dalam kompetensi teknis (hard skills), maupun kompetensi non-teknis (soft skills) sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan.
Mitra-mitra yang tergabung dalam Kampus Merdeka Studi Independen Bersertifikat adalah mitra terpilih, termasuk PT. Cipta Konsultan Internasional (CIAS). CIAS. Adalah Corporate Innovation Asia atau ‘CIAS’ merupakan sebuah hands-on consultant yang memiliki kapabilitas kuat dan reputasi terbukti dalam memberdayakan dan memampukan para talenta di korporasi-korporasi besar di Indonesia untuk merealisasikan inovasi yang mendukung performa bisnis . CIAS membuat sebuah program yang bernama Metaverse 3D World Creation + Commercialization dan berperan dalam menciptakan digital asset dan game Metaverse dan kemudian mengkomersilkannya ke industri atau konsumen publik untuk meraih keuntungan. Maka dalam waktu 5 bulan, setiap squad atau kelompok yang dibentuk di dalam CIAS akan dibimbing dan difasilitasi untuk mengeksplor permintaan/kebutuhan asset riil yang ada di pasar metaverse dan kemudian menangkap peluang tersebut dengan menciptakan asset dan permainan metaverse dan memasarkannya ke customer riil.
Selama berlangsungnya program ini terbagi menjadi 3 fase, fase pertama adalah pembuatan konsep metaverse beserta prototypenya dan mencari customer dan menawarkan solusi yang menyelesaikan permasalahan customer yang dilakukan peserta bersama squadnya hingga dipresentasikan pada saat Pitching Day bersama panelis. Fase kedua pembuatan 3D objek melalui roblox studio dan blender (opsional), pada misi ini peserta dan squad diharapkan dapat menjual asset 3D digital kepada customer. Yang terakhir, fase ketiga adalah pembuatan 3D games melalui roblox studio yang berisikan gagasan solusi metaverse yang telah dikonsep, pada fase ini peserta dan squad merilis game mereka dan mengkomersilkan asset-asetnya kepada customer.
Penulis yang merupakan peserta program ini selaku Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UPN Veteran Jawa Timur tergabung didalam squad 09 yang beranggotakan 5 orang dari berbagai asal jurusan seperti akuntansi, teknik, ilmu pendidikan. Squad 09 menghadirkan sebuah ruang untuk menonton konser musik secara virtual di Metaverse. Tidak hanya itu, konser virtual ini dapat diakses dengan mudah dan memberikan experience menonton yang menyenangkan bernama, Metanine.

Metanine hadir dalam membuat platform konser musik virtual yang dapat diakses dengan mudah, menyediakan ruang bagi para customer untuk menemukan partner nonton, memberikan kenyamanan dengan menghadirkan ruang yang lebih besar agar dapat menampung lebih banyak orang, memberikan jarak agar tidak terjadi moshing (rusuh, berdesakkan, berbenturan, atau saling mendorong, menyediakan tiket digital yang dapat dibeli melalui loket virtual dengan harga yang terjangkau. Serta dapat membeli merchandise unik buatan Metanine itu sendiri.
Setiap minggunya, penulis akan mengikuti sesi plenary lecture, townhall, coaching, workshop roblox, enrichment, dan self learning/project work. yang menjelaskan materi metaverse dan tugas projek kelompok, pertemuan tersebut dilaksanakan melalui Zoom. Terdapat beberapa mentor – mentor yang ahli di setiap bidangnya untuk mengisi kegiatan-kegiatan yang disebutkan, baik dari CIAS maupun dari WIR Group. Penulis: Anindya Desty Putri Ramadina, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. 23 Desember 2022.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda