JurnalPost.com - Magang dan Studi Independen Bersertifikat atau disingkat MSIB merupakan salah satu program Kampus Merdeka yang didukung oleh Kemendikbudristek. Program ini dibuat untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa yang ada di Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar dan mengembangkan diri dengan belajar di luar bangku kuliah dan mengerjakan projek yang nyata. Program ini berjalan selama satu semester yaitu enam bulan. Di balik berjalannya program Studi Independen Merdeka ini tentu terdapat mitra-mitra yang bekerja sama dan membuka berbagai tawaran untuk berbagai jurusan kuliah yang relevan di era digital ini. Dengan adanya program studi independen bersertifikat ini diharapkan mahasiswa-mahasiwa dapat mempelajari hal baru dan dapat mengimplementasikan hal yang telah dipelajari selama kuliah.
Salah satu mitra yang ikut mendukung dan bekerja sama dengan program studi independen ini adalah PT Cipta Konsultan Internasional atau disebut Corporate Innovation Consulting (CIAS). CIAS merupakan perusahaan yang membantu talenta perusahaan untuk merancang, mengembangkan, dan menyebarkan inovasi untuk mendorong kinerja bisnis. Dan pada program kali ini CIAS membentuk program Metaverse 3D World Creation + Commercialization dan bekerja sama dengan perusahaan teknologi yaitu WIR Group.
Program Metaverse 3D World Creation + Commercialization ini menerapkan pendekatan Project-based Learning. Program ini diikuti oleh 277 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang dibagi menjadi 56 kelompok atau squad yang mana setiap squad akan fokus mengerjakan proyek uniknya masing-masing selama 5 bulan.
Selama berjalannya program ini terbagi menjadi 3 Misi, misi ke 1 yaitu pembuatan konsep metaverse beserta prototypenya dengan sebuah solusi yang menyelesaikan permasalahan customer yang dilakukan peserta bersama squadnya hingga dipresentasikan pada Pitching Day bersama panelis. Misi yang ke 2 pembuatan 3D objek melalui roblox studio dan blender, pada misi ini peserta dan squad diharapkan dapat menjual asset digital kepada masyarakat public. Dan pada Misi ke-3 pembuatan 3D games melalui roblox studio yang berisikan gagasan solusi metaverse yang telah dikonsep, pada misi ini peserta dan squad melaunchingkan game mereka dan mengkomersialkan kepada public.

Penulis yang merupakan peserta program ini selaku Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UPN Veteran Jawa Timur tergabung didalam squad 53 yang beranggotakan 5 orang dengan berbagai asal jurusan seperti manajemen, teknik informatikan, sistem informasi, dan hokum. Squad 53 menghadirkan sebuah solusi untuk para penyuka cosplay dan jepang yang bernama ‘Cosblox: Japan Matsuri’.
Cosblox: Japan Matsuri sendiri hadir untuk untuk para penyuka cosplay dan jepang yang merasa harga kostum cosplay mahal dan venue yang jauh, kini dapat melakukan cosplay melalui Cosblox dan merasakan environment ala jepang dan dapat berinteraksi dengan teman pecinta jepang/anime lainnya pada game ini. Fitur-fitur yang dihadirkan cosblox sendiri yaitu store skin cosplay costume yang dijual dengan harga terjangkau bahkan bisa dicoba secara gratis, terdapat ruangan-ruangan karakter dari berbagai anime, terdapat environment ala jepang, terdapat mini games, dan masih banyak lainnya. Cosblox dapat dapat dikunjungi melalui roblox.com ataupun aplikasi roblox pada handphone. Untuk pemberitahuan secara berkala kamu dapat mengikuti Instagram @cosblox.id.
Dalam pembuatan game roblox ini tentu banyak kegiatan yang dibekali oleh CIAS untuk seluruh peserta, diantaranya ada plenary lecture, townhall, coaching, workshop roblox, enrichment,dan self learning/project work. Dengan berjalannya program ini selama 5 bulan penulis mendapatkan pengalaman dan insight yang luar biasa. Dengan harapan apa yang telah didapatkan dapat bermanfaat untuk diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja professional.
Penulis: Sofia Aulia Maharani, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda