Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pergantian Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Pergantian Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 Juni 2026, 00.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Tedy Hartono
Sumber Foto Dokumentasi Pribadi

Oleh : dr. Tedy Hartono , SH , MCS

Jakarta, JurnalPost.com - Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang dinilai menjadi momentum penting untuk membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

IKLAN

Program prioritas nasional tersebut memiliki anggaran besar dan menyasar kelompok strategis, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok rentan lainnya.

Badan Gizi Nasional
Baca Juga

Program Makan Bergizi Gratis: Menghubungkan Hak Gizi Anak dan Keadilan Pangan Nasional

“Pergantian Kepala BGN hendaknya tidak dipandang sekadar pergantian jabatan, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis,” kata dr. Tedy Hartono, SH., MCS, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Tedy menilai, secara konsep MBG merupakan program yang sangat baik. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

“Jika dijalankan dengan benar, MBG dapat menjadi investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia,” ujarnya.

Namun, Tedy mengingatkan bahwa pelaksanaan di lapangan masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara perencanaan program dan realitas operasional di daerah.

Mayada Putri Balqis
Baca Juga

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Ia menyebut banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus bekerja di bawah tekanan target yang tinggi. Tantangan yang muncul pun beragam, mulai dari ketersediaan bahan baku, kapasitas dapur, rantai distribusi, pengawasan mutu makanan, pengelolaan limbah, hingga proses pencucian dan sanitasi peralatan makan dalam jumlah besar.

“Kasus gangguan keamanan pangan dan dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah menunjukkan bahwa aspek pengendalian mutu masih perlu mendapat perhatian serius,” ucapnya.

Dalam pelayanan makanan skala besar, Tedy mengatakan standar keamanan pangan sebenarnya sudah jelas. Di tingkat nasional, terdapat berbagai regulasi terkait higiene sanitasi pangan, keamanan pangan, kesehatan lingkungan, dan standar gizi.

Sementara itu, secara internasional dikenal prinsip Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), serta standar keamanan pangan ISO 22000.

Foto Channel YouTube Maudy Ayunda
Baca Juga

Bad News atau Bad Reality? Kesehatan Mental yang Valid, Privilege yang Perlu Dipertanyakan

IKLAN

“Prinsipnya sederhana. Bahan baku harus aman, proses pengolahan harus higienis, distribusi makanan harus terjaga, peralatan wajib dicuci dan disanitasi dengan benar, serta harus ada sistem pelacakan jika terjadi masalah keamanan pangan,” jelasnya.

Tedy menegaskan, program sebesar MBG tidak boleh hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan. Keberhasilan program juga harus dilihat dari kualitas gizi, keamanan pangan, kepuasan penerima manfaat, efisiensi anggaran, serta dampak kesehatan yang dapat diukur secara ilmiah.

“Tanpa indikator yang kuat, MBG berisiko hanya menjadi proyek distribusi makanan, bukan investasi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pergantian Kepala BGN dapat melahirkan tata kelola yang lebih transparan, profesional, dan berbasis data. Pengawasan perlu diperkuat sejak tahap pengadaan bahan baku, operasional SPPG, distribusi, hingga evaluasi hasil.

Audit independen juga dinilai penting diperluas. Pelibatan akademisi, organisasi profesi kesehatan, ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan, serta pemerintah daerah perlu diperkuat agar pengambilan keputusan tidak hanya bersifat administratif.

“Pengawasan MBG harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Tidak cukup hanya memastikan makanan sampai ke penerima, tetapi juga harus dipastikan aman, bergizi, dan memberi dampak kesehatan yang nyata,” katanya.

Dengan anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah, Tedy menyebut MBG merupakan investasi besar bangsa. Prioritas ke depan, menurutnya, bukan sekadar memperbanyak dapur atau memperluas cakupan penerima manfaat.

Pemerintah juga perlu memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan manfaat kesehatan bagi masyarakat.

Ia menilai digitalisasi rantai pasok, penyusunan standar operasional nasional yang seragam, pelatihan berkala bagi petugas SPPG, pengawasan mutu yang ketat, serta evaluasi dampak kesehatan secara berkala harus menjadi agenda utama.

“Program dengan anggaran sekitar Rp335 triliun ini harus benar-benar menjadi investasi masa depan generasi Indonesia, bukan sekadar angka besar dalam laporan keuangan negara,” pungkasnya.

Jakarta, 2 Juni 2026

Oleh: dr. Tedy Hartono, SH., MCS Anggota Tim Analisis IKAL Lemhannas Pemerhati Masalah Kesehatan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pergantian-kepala-bgn-jadi-momentum-benahi-program-makan-bergizi-gratis/93979/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.59 WITA

  • #BGN
  • #Makan Bergizi Gratis
  • #Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Scrolling Boleh, Pecah Belah Jangan: Menjaga Nilai Pancasila di Tengah Ramainya Media Sosial
  2. 2

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. 5

    Biaya yang Tak Masuk Inflasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.