Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Perayaan Tahun Baru Masyarakat Jepang

Perayaan Tahun Baru Masyarakat Jepang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 Desember 2020, 01.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Perayaan Tahun Baru Masyarakat Jepang
Sumber Foto : 2015 MyKyotoMachoya https://mykyotomachiya.com/joya-no-kane/

Oleh: Attaya Fadhila Studi Kejepangan, Univ. Airlangga

JURNALPOST - Pergantian tahun baru adalah hari yang paling ditunggu oleh hampir seluruh masyarakat di dunia, bahkan untuk merayakan pergantian tahun tersebut masyarakat rela untuk membeli banyak kembang api, terompet, membakar-bakar daging, bahkan rela menghabiskan jutaan rupiah untuk ke luar negeri hanya untuk memeriahkan pergantian tahun tersebut.

IKLAN

Hal ini sedikit berbeda dengan kegiatan tahun baru yang ada di Jepang, hal-hal seperti kembang api dan terompet hanya bisa dilihat pada Tokyo Disneyland ataupun Universal Studi Japan, sedangan masyarakat Jepang sendiri memiliki beberapa kegiatan yang sangat menarik untuk dilakukan pada malam pergantian tahun baru.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Menurut Susy Ong (Penulis buku Seikatsu Kaizen), bahwa masyarakat tidak hanya menyambut pergantian tahun saja melainkan merayakan musim semi yang akan datang, dimana musim semi sangat di tunggu oleh masyarakat Jepang sebagai wujud bahwa dewa tidak marah dengan mulai berkembangnya bunga-bunga sakura, daun-daun mulai tumbuh kembali, suhu yang sangat pas. Sehingga untuk merayakan itu masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengandung banyak makna di dalamnya.

IKLAN

Menurut Imelda Coutrier orang Indonesia yang sudah tinggal di Jepang lebih dari 20 tahun, bahwa perayaan tahun baru di Jepang dibagi menjadi 3 bagian: Persiapan, Saat malam tahun baru, Pagi setelah tahun baru.

Saat tahap Persiapan hal pertama yang dilakukan adalah 大掃除(oosoji) dilakukan pada tanggal 13 Desember, dimana pada kalender Buddha tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal membersihkan kuil, sehingga masyarakat juga membersihkan rumah mereka. Setelah selesai membersihkan rumah pada tanggal 28 dan 30 Desember adalah hari untuk menggantung 門松(kadomatsu) dan しめ縄(shimenawakazari) tidak diperbolehkan untuk menggantung pada tanggal 29 dikarenakan penyebutan Bahasa Jepang 29 memiliki arti lain yaitu “kesialan ganda”. Hal ini dilakukan untuk menyambutnya kedatangan dewa ke rumah dan memberikan keberkahan pada rumah mereka. Dan hal unik lainnya masyarakat Jepang hingga saat ini masih mengirimkan kartu pos 年賀所(nengajo) untuk mengucapkan selamat tahun baru kepada rekan-rekan dan juga keluarga, dan kantor pos Jepang selalu mengeluarkan edisi khusus tahun baru setiap tahunnya, agar sampai tepat 1 Januari pagi masyarakat Jepang harus mengirimnya sebelum tanggal 25 Desember.

Pada malam sebelum tahun baru 大晦日(oomisoka), hampir semua keluarga di Jepang akan berkumpul di rumah untuk melakukan makan malam keluarga dengan makanan-makanan yang mewah dengan artian menutup tahun baru dengan hidangan yang mewah dan berharap di tahun depan dapat memakan hidangan mewah juga. Sambil makan malam dan berbincang dengan keluarga biasanya keluarga di Jepang akan menyaksikan acara 紅白歌合戦(kouhaku Uta Gassen), dimana acara ini hanya ada pada malam tahun baru saja yaitu perlombaan menyanyi antara tim merah dan putih, dimana tim merah adalah Perempuan dan tim putih adalah tim laki-laki. Saat tenggah malam akan terdengar 108 bunci lonceng dari kuil除夜の鐘(joyanokane) sebagai penanda tahun baru dan juga pengingat akan 108 dosa manusia menurut ajaran Buddha. Saat lonceng ini berbunyi orang-orang akan menyantap 年越しそば(toshikoshisoba) soba yang dimakan saat pergantian tahun baru yang memiliki arti memiliki usia yang Panjang, rezeki yang Panjang, dan sebagai penghubung tahun lalu dan tahun baru. Dan setelah itu masyarakat akan keluar rumah untuk pergi ke kuil untuk berdoa, tetapi banyak juga yang memilih pergi ke kuil keesokan harinya.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Saat pagi setelah pergantian tahun 元日(ganjitsu) hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan dan mengganti air dari神棚(kamidana) altar untuk agama Shinto yang ada di rumah dan仏壇(butsudan) altar untuk agama Buddha di rumah, memiliki 2 altar di Jepang adalah hal yang sudah biasa. Setelah selesai dilanjutkan membuat minuman お屠蘇(otoso) minuman sedikit mengandung alcohol tetapi memiliki obat di dalamnya, biasanya anak-anak diperbolehkan minum ini 1 cangkir saja dan membuat minuman ini harus memiliki peralatan khusus. Lalu membuat 祝箸(iwaibashi) ini adalah sumpit yang harus digunakan hingga tanggal 3 Januari untuk memberikan keselamatan. Lalu langsung menyantap お節料理(osechiryouri) hidangan yang hanya ada pada tahun baru dan makanan ini untuk dimakan selama 3 hari dapat dibeli di supermarket ataupun membuat sendiri, setiap makanan yang ada didalam お節料理(osechiryouri) memiliki makna dan harapan, sebagai contoh: 錦たまご(nishiki tamago) makanan ini melambangkan keindahan, 紅白なます(kouhaku namasu) memiliki warna merah dan putih yaitu warna keselamat dari Jepang, 黒豆(kuromame) kacang yang sangat baik untuk Kesehatan, 栗きんとん(kurikinton) memiliki warna kekuningan dan ada bunyi “kin” yang memiliki arti emas sehingga diharapkan dapat memberi kesejahteraan, sebenarnya sangat banyak sekali isi dari お節料理(osechiryouri) bahkan ada yang sampai 30 lauk. Setelah makan anak-anak akan mendapat お年玉(otoshidama) yaitu amplop berisi uang dan memiliki ketentuan untuk setiap usianya. Setelah kegiatan pembagian お年玉(otoshidama) dilanjutkan dengan 初詣(hatsumoude) kunjungan pertama ke kuil untuk berdoa dan membeli 破魔矢(hamaya) anak panah untuk diletakan di rumah agar terhidar dari segala kesialan selama 1 tahun, dan membeli 御神籤(omikuji) sebuah kertas ramalan di kuil. Pada tanggal 7 diharuskan untuk memakan 七草粥(nanakusagayu) yaitu bubur dengan 7 tanaman herbal didalamnya untuk menetralisir makanan yang dimakan selama perayaan tahun baru.

Penutup rangkaian dari tahun baru yaitu pada tanggal 15 Januari dengan acara どんど焼き(dondoyaki) yaitu pembakaran門松 (kadomatsu) dan しめ縄(shimenawakazari) di kuil. Dengan pembakaran tersebut rangkaian dari perayaan tahun baru masyarakat jepang telah selesai dilaksanakan, pekerjaan, sekolah akan mulai aktif kembali dan semua kegiatan akan kembali normal kembali.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/perayaan-tahun-baru-masyarakat-jepang/16091/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 09.38 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pilihan Editor

  1. 1 Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.