32.2 C
Jakarta
Minggu, Februari 28, 2021

Penyaluran Kredit Usaha Menengah Kecil dan Mikro di Sulsel Belum Maksimal

MAKASSAR, JURNALPOST.COM – Pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro di Sulawesi Selatan yang selama ini memberikan kontribusi yang cukup besar dengan pertumbuhan ekonomi sulsel. Nampaknya belum mampu mendapatkan pembiayaan modal dari perbankan secara merata. Hal tersebut disampaikan oleh Syarifuddin, salah satu pembuat tahu di Jl. Ablam

“Kalau soal kredit, belum bisa merata ke pelaku usaha” katanya saat ditemui (27/08)

Hal tersebut disampaikannya dengan melihat bahwa untuk mendapatkan akses kredit yang diprogramkan pemerintah ataupun dari pihak perbankan itu sendiri dikatakannya masih sangat susah dan terlalu banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Sementara untuk memperoleh dari berbagai syarat tersebut dikatakannya membutuhkan modal (duit) dan waktu.

Penyaluran Kredit  Usaha Menengah Kecil dan Mikro di Sulsel Belum Maksimal

“Syarat-syaratnya itu cukup banyak, dan kalau tidak ada agunan jangan harap bisa dapat kredit. Jadinya kita ini semakin susah dan bingung mau ke mana” katanya

Meskipun untuk dari segi bunga kredit lebih kecil melainkan disatu sisi juga masih dikatakan masih sulit, pasalnya dari beberapa bank yang menyalurkan Kredit usaha rakyat disampaikannya membutuhkan beberapa persyaratan yang cukup berbelit-belit. Belum lagi untuk waktunya juga cukup lama, sehingga untuk mengembangkan usaha juga dikatakannya sangat susah.

Sementara Deputy Manager Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Causa Iman Kirana menyebutkan bahwa untuk penyaluran kredit di Selsel juga tetap tumbuh dan cukup besar hingga sebesar Rp 94.981 Milliar hingga pada kuartal IV 2015 kemarin, dari pencapaian di kuartal IV 2014 sebesar Rp 83.560 milliar.

“Penyaluran kredit di Sulsel cukup besar hingga pada triwulan IV 2015” katanya beberapa waktu lalu

Untuk besaran penyaluran kredit UMKM di Sulsel juga disebutkannya memiliki porsi kredit sebesar 32.3 persen dari total penyaluran kredit di sulsel, atau dengan penyaluran kredit UMKM mencapai sebesar Rp 30.208 Milliar dengan NPL UMKM gross 4.26 persen.

Lebih rincinya untuk jenis kredit mikro dengan penyaluran kredit sebesar Rp 7.892 Milliar, kredit kecil sebesar Rp 12.413 Milliar dan kredit menengah sebesar Rp 10.042 Milliar.

Pengamat ekonomi Abd. Mutalib juga Menambahkan dengan singkat bahwa dengan kejadian hal tersebut sudah sangat lazim diterima oleh pelaku, sehingga juga berdampak pada produksi. Dan memilih untuk mendapatkan pinjaman di sektor non perbankan seperti koperasi dengan bunga yang cukup besar.

“Tidak heran, kalau banyak juga yang meminjam di koperasi. Kan waktu dan prosesnya tidak serumit perbankan” katanya

Dengan itu disampaikannya untuk kemudahan akses tersebut dibuat lebih tidak rumit lagi, yang tidak membutuhkan beberapa surat keterangan dari beberapa pihak. Karena dengan itu, juga membutuhkan biaya sementara untuk biaya yang diperoleh juga tidak sebanding dengan yang diperoleh. (Np)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini