Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Penolakan Timnas Israel, Komitmen atau Kesalahan Interpretasi Politik Luar Negeri Indonesia?

Penolakan Timnas Israel, Komitmen atau Kesalahan Interpretasi Politik Luar Negeri Indonesia?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Juni 2023, 07.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Penolakan Timnas Israel, Komitmen atau Kesalahan Interpretasi Politik Luar Negeri Indonesia?

JurnalPost.com - Rencana kedatangan Timnas Sepakbola Israel U20 guna mengikuti ajang Piala Dunia U20 yang hendak dilaksanakan di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Serangkaian penolakan mulanya hanya baru berdampak pada pembatalan drawing grup 24 tim peserta Piala Dunia U20 2023 yang seharusnya dilaksanakan di Denpasar, Bali, pada 31 Maret 2023. Di tengah kondisi menunggu kejelasan terkait kelanjutan rangkaian gelaran Piala Dunia U20, secara mengejutkan pada 29 Maret 2023, melalui pernyataan yang disampaikan di laman resminya, FIFA membatalkan pelaksanaan ajang Piala Dunia U20 di Indonesia.

IKLAN

Pembatalan dan Penolakan Memang benar bahwa FIFA dalam pernyataan resminya menjelaskan pembatalan Piala Dunia U20 ini disebabkan karena alasan “current circumtances” yang merujuk pada kondisi persepakbolaan Indonesia yang masih dalam masa transformasi pasca kejadian tragis di Stadion Kanjuruhan pada Oktober 2022. Tetapi walaupun demikian, banyak pihak meyakini bahwa gelombang penolakan yang terus bermunculan menjadi alasan utama FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah dari penyelenggaraan Piala Dunia U20.

Kisah Widji
Baca Juga

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Adapun pihak – pihak yang menyatakan penolakan terhadap Timnas Israel antara lain datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menyatakan bahwa penolakan tidaklah melanggar konstitusi, bahkan justru sejalan dengan sikap Presiden Soekarno yang tidak mengakui Israel. Alasan serupa datang dari beberapa Gubernur, diantaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang menyatakan bahwa penolakan terhadap Timnas Israel merupakan komitmen dukungan untuk kemerdekaan Palestina dan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang bahkan melarang timnas Israel bertanding di Bali dan mengirimkan surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk segera menyatakan sikap terkait penolakan tersebut. Selain itu penolakan juga datang dari Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah organisasi masyarakat keagamaan Islam seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI).

Dari penolakan yang ditujukan terhadap rencana kedatangan Timnas sepakbola Israel, sebagian besar mengatasnamakan atas dasar komitmen dukungan Indonesia terhadap Palestina yang dalam hal ini masih berkonflik dengan Israel terkait masalah kewilayahan yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Lalu bagaimana sebenarnya sikap atau politik luar negeri Indonesia terkait kondisi tersebut?

Politik Luar Negeri Indonesia terkait Konflik Palestina-Israel Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia menganut politik luar negeri bebas-aktif, di mana pada dasarnya ini bukan merupakan politik netral, melainkan politik luar negeri yang memungkinkan Indonesia bebas menentukan sikap terhadap suatu permasalahan internasional dan tidak mengikatkan diri secara mutlak pada satu blok kekuatan yang ada di dunia serta kemudian secara aktif terlibat dalam upaya pencapaian ketertiban dunia yang menjunjung tinggi nilai kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kemerdekaan, Indonesia secara konsisten menyatakan dukungannya terhadap Palestina yang masih berjuang memperjuangkan wilayahnya dari penjajahan yang dilakukan oleh Israel. Dalam sejarahnya, Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang sangat baik, di mana Palestina menjadi salah satu negara paling awal yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia sekaligus menandai terjalinnya hubungan bilateral antara kedua negara.

Kisah Narti
Baca Juga

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Dukungan Indonesia terhadap Palestina terlihat dalam kegiatan - kegiatan internasional seperti saat debat terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB pada 2019 tentang situasi di Timur Tengah, pada kesempatan itu Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap Palestina dan menyatakan bahwa Israel harus segera menghentikan pembangunan ilegal dan provokasi oleh pasukan keamanannya. Contoh lain terlihat ketika Indonesia menginisiasikan pertemuan luar biasa negara – negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah pada 25 April 2022 dalam rangka merespon perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina.

IKLAN

Selain dukungan – dukungan tersebut, Indonesia seringkali memberikan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi Palestina berupa paket sembako hingga selimut, kemudian dalam bidang ekonomi, Indonesia melalui Perpres No. 34 Tahun 2018 menetapkan pembebasan bea terhadap produk impor Palestina seperti kurma dan minyak zaitun.

Berbanding terbalik dengan politik luar negeri Indonesia ke Palestina, Indonesia hingga saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Hal tersebut berkenaan dengan keputusan Indonesia yang tidak pernah mengakui kedaulatan Israel karena tidak sesuai dengan prinsip kenegaraan Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Dengan politik luar negeri Indonesia yang demikian, lebih lanjut lagi apakah berarti penolakan – penolakan terhadap kedatangan Timnas sepakbola Israel tersebut telah sesuai dengan konstitusi?

Pedagang sayur
Baca Juga

Kisah Pedagang Sayur di Bojonegoro, Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Bentuk Komitmen atau Kesalahan Penginterpretasian? Meskipun secara konstitusi yaitu dalam pembukaan UUD 1945 sudah jelas penentangan Indonesia terhadap pihak yang melakukan penjajahan dalam hal ini Israel, namun melihat kondisi bahwasanya kedatangan Timnas Israel ke Indonesia ini dalam rangka mengikuti ajang olahraga yang tidak ada kaitannya dengan politik, sebenarnya masih terdapat kemungkinan Timnas Israel tersebut datang dan bertanding di Indonesia pada turnamen Piala Dunia U20.

Kemungkinan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Luar Negeri (Permenlu) No. 3 Tahun 2019 tentang Hubungan Luar Negeri oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Dalam Bab X Hal Khusus poin B no. 150, yang berisi ketentuan – ketentuan dan prosedur lengkap dalam melakukan hubungan dengan Israel seperti dalam surat menyurat, pelarangan penggunaan bendera atau lambang serta pengumandangan lagu kebangsaan Israel, juga hal keimigrasian.

Selain itu, perlu diingat bahwa masuknya Israel ke Indonesia ini berada bawah naungan FIFA dalam rangka urusan olahraga yang sama sekali tidak berhubungan dengan pengakuan Indonesia terhadap Israel. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pernyataan resmi kenegaraannya pada Selasa, 28 Maret 2023 di Istana Merdeka, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memastikan bahwa dukungan terhadap Palestina tetap kuat dan keikutsertaan Israel di Piala Dunia U20 tidak ada kaitannya dengan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia terhadap Palestina. Selain itu, dalam hal ini pemerintah juga telah bersepakat dengan Duta Besar Palestina bahwa sebagai anggota FIFA harus senantiasa mematuhi aturan, dan oleh karenanya tidak boleh mencampuradukkan olahraga dengan politik.

Kesimpulan Dengan demikian, dari penjelasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa penolakan yang terjadi oleh beberapa tokoh dan organisasi publik di Indonesia terhadap Israel merupakan kesalahan penginterpretasian politik luar negeri Indonesia. Hal ini dikarenakan walaupun secara konstitusi sudah jelas ditetapkan penentangan terhadap penjajahan, dalam hal ini dilakukan oleh Israel, namun mengingat Indonesia yang hingga saat ini masih tetap konsisten mendukung kedaulatan Palestina dengan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel yang sekaligus menandai bahwa Indonesia tidak mengakui kedaulatan Israel dan kedatangan Israel ke Indonesia ini dalam rangka keanggotaan FIFA untuk urusan urusan keolahrgaan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan politik, sehingga kedatangan Timnas Israel seharusnya masih dimungkinkan dan menjadi kesempatan Indonesia untuk menyampaikan nilai perdamaian serta Piala Dunia U20 bisa tetap diselenggarakan di Indonesia.

Referensi: https://www.fifa.com/about-fifa/organisation/media-releases/fifa-removes-indonesia-as-host-of-fifa-u-20-world-cup-2023-tm. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230326080154-20-929386/daftar-tokoh-yang-tolak-dan-terima-timnas-israel-main-di-indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c25vev1re52o. https://fulcrum.sg/policy-lessons-from-the-cancellation-of-indonesias-host-rights-for-the-fifa-u-20-world-cup/. https://news.republika.co.id/berita/rrfnv8484/peraturan-menlu-dilarang-kibarkan-bendera-dan-kumandangkan-lagu-israel-di-indonesia. https://kemlu.go.id/newyork-un/id/news/2913/indonesia-tegaskan-kembali-komitmen-dukungan-kepada-kemerdekaan-palestina-pada-debat-terbuka-dewan-keamanan-pbb. https://kemlu.go.id/portal/id/read/4120/berita/indonesia-kembali-salurkan-bantuan-kemanusiaan-bagi-pengungsi-palestina-di-jerash-yordania. https://bctemas.beacukai.go.id/jokowi-bebaskan-bea-masuk-terhadap-produk-palestina/. https://setkab.go.id/en/president-jokowi-israels-participation-in-fifa-u-20-world-cup-has-no-relation-to-indonesias-political-stance-on-palestine/. Satris, R. (2019). “Peranan Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Palestina Pasca Pengakuan Jerusalem Sebagai Ibu Kota Israel”. POLITEA Jurnal Pemikiran Politik Islam. http://dx.doi.org/10.21043/politea.v2i2.5884.

IDENTITAS PENULIS: Muhamad Nur Aripin Setiawan Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/penolakan-timnas-israel-komitmen-atau-kesalahan-interpretasi-politik-luar-negeri-indonesia/52623/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 09.24 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  4. 4

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.