Bengkulu, JurnalPost.com — Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKAL Lemhannas RI resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru DPD IKAL Lemhannas Provinsi Bengkulu periode 2025–2030. Pelantikan dilakukan secara hibrid di Balai Raya Semarak, rumah dinas Gubernur Bengkulu, dengan suasana penuh khidmat dan kehangatan antaralumni. Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, memimpin langsung pengukuhan tersebut secara virtual dari Jakarta. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting dari unsur Forkopimda, termasuk Wakapolda Bengkulu, Wadanlanal, Kepala BIN Daerah (BINDA), Kajati, hingga jajaran pimpinan perguruan tinggi. Kehadiran mereka menandai pentingnya posisi strategis IKAL Lemhannas di tataran lokal.
DPD IKAL Bengkulu periode 2025-2030 dinakhodai oleh Dr. Ferry Ramli, S.H., M.H., seorang figur yang sudah tidak asing lagi di dunia pemerintahan daerah. Ferry yang juga mantan Bupati Bengkulu Tengah ini dikenal sebagai alumni Program Pemantapan Pimpinan Daerah (P3DA) Lemhannas RI. Dalam pidato pelantikannya, Ferry menekankan bahwa kepengurusan IKAL Bengkulu bukan sekadar simbol kebersamaan alumni, melainkan bentuk tanggung jawab intelektual terhadap arah pembangunan daerah. Ia menyebut, DPD IKAL Bengkulu ke depan akan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran lintas sektor, menjembatani kepentingan daerah dan nasional, serta memperkuat ketahanan nilai di tengah arus disrupsi global. Menurutnya, alumni Lemhannas harus hadir sebagai mitra strategis yang kritis dan solutif, bukan sekadar hadir di forum-forum seremonial.
Salah satu sosok termuda yang menarik perhatian dalam jajaran kepengurusan kali ini adalah Andi Azhar, S.IP., M.BA., Ph.D., yang dipercaya sebagai Sekretaris DPD IKAL Bengkulu. Andi adalah akademisi muda Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang selama ini dikenal aktif menulis opini kebangsaan di media nasional dan internasional. Ia merupakan alumni Training of Trainers Program Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan (TOT PPNK) XIX–2 tahun 2024 Lemhannas RI. Dalam keterangannya kepada Jurnal Post usai pelantikan, Andi menyebut bahwa peran barunya ini merupakan panggilan untuk memperluas kontribusinya tidak hanya di dunia kampus, tetapi juga dalam ruang-ruang strategis kebangsaan. Ia berharap DPD IKAL Bengkulu bisa menjadi laboratorium ide, tempat melahirkan gagasan, kajian, dan arah kebijakan publik berbasis nilai-nilai luhur bangsa.
Lebih jauh, Andi menyampaikan bahwa ada banyak isu yang perlu dikaji secara serius oleh IKAL Bengkulu, mulai dari ketahanan pangan, krisis energi, digitalisasi pemerintahan, hingga pelemahan etika dalam birokrasi dan politik lokal. Menurutnya, para alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas diskursus kebangsaan tetap berada pada rel kenegaraan, bukan kepentingan pragmatis sesaat. Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai kampus, lembaga penelitian, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperluas jangkauan dampak kerja IKAL di daerah. “Ini bukan hanya soal hadir di rapat-rapat formal, tapi soal keberanian untuk berpikir jernih dan bertindak strategis,” ujarnya tegas.
Posisi Bendahara DPD IKAL Bengkulu dijabat oleh Dr. Sugeng Suharto, M.Si., yang baru juga baru saja terpilih sebagai Dekan FISIP Universitas Bengkulu. Sugeng merupakan alumni PPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) Lemhannas tahun 2017 yang dikenal aktif dalam kajian kebijakan publik dan pemerintahan daerah.
Kepengurusan ini juga mendapatkan legitimasi politik dan administratif yang kuat. Gubernur Bengkulu secara ex-officio menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPD IKAL Lemhannas Bengkulu. Seluruh unsur Forkopimda Provinsi turut menjadi anggota dewan pembina, mencerminkan semangat kolaboratif lintas lembaga yang menjadi ciri khas Lemhannas RI. Sedangkan Sekda Provinsi Bengkulu yang merupakan alumni PPNK Lemhannas RI juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Pengurus DPD IKAL Bengkulu.
Pelantikan ini bukan hanya tentang distribusi jabatan dalam sebuah organisasi, tetapi tentang pengukuhan komitmen bersama untuk menjaga arah pembangunan daerah tetap selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. IKAL sebagai wadah alumni Lemhannas diharapkan menjadi episentrum pergerakan moral dan intelektual di tengah derasnya pragmatisme politik dan populisme elektoral. Dalam forum ini, diharapkan lahir gagasan yang menjembatani logika kebijakan dengan suara nurani rakyat.
DPD IKAL Lemhannas Bengkulu kini resmi memulai babak barunya. Tantangan ke depan mungkin tidak mudah, tetapi dengan soliditas, kapasitas, dan semangat pengabdian yang kuat, para pengurus baru ini diyakini mampu membawa warna baru dalam lanskap kepemimpinan strategis di Bumi Merah Putih. Sebab di tangan mereka, narasi kebangsaan tak hanya akan dikenang, tapi juga terus dikembangkan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda