Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Pengertian Korosi, Faktor Penyebab, Proses Korosi dan cara Mencegah Korosi

Pengertian Korosi, Faktor Penyebab, Proses Korosi dan cara Mencegah Korosi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
12 November 2020, 13.01 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Pengertian Korosi, Faktor Penyebab, Proses Korosi dan cara Mencegah Korosi
PENGERTIAN KOROSI Korosi berasal dari bahasa latin “Corrodere” yang berarti perusakan logam atau perkaratan akibat lingkungannya. Korosi adalah kerusakan atau degradasi material logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki sehingga mengakibatkan berkurangnya kekuatan energy pada material logam tersebut FAKTOR PENYEBAB KOROSI Faktor internal
  1. Kemurnian bahan
  2. Struktur bahan
  3. Struktur kristal
  4. Teknik pencampuran dan pembentukan bahan
  5. Teknik perakitan
  6. Unsur-unsur pengotor/ikutan dalam bahan
Faktor eksternal
  1. Kelembaban udara
  2. Adanya oksigen dan air
  3. Elektrolit (asam atau garam), seperti air hujan dan air laut
  4. Permukaan logam yang tidak rata
  5. Keberadaan zat pengotor, seperti adanya tumpukan debu karbon dari hasil pembakaran BBM pada permukaan logam
  6. Kontak dengan elektrolit, seperti garam dalam air laut
  7. Temperatur tinggi
  8. Tingkat keasaman dan alkalinitas. Pada umumnya pH dan alkalinitas naik, kecepatan korosi akan naik yakni pada kondisi pH<7 semakin besar, karena adanya reaksi reduksi tambahan yang berlangsung pada katode yaitu 2H+(aq) + 2e– → H2
  9. Metalurgi, meliputi permukaan logam yang lebih kasar dan Efek Galvanic Coupling
  10. Mikroba (bakteri), seperti protozoa, bakteri besi mangan oksida, bakteri reduksi sulfat dan bakteri oksidasi sulfur-sulfida.
PROSES KOROSI Proses Korosi adalah proses elektrokimia (redoks) dimana pada permukaan besi (Fe) bisa terbentuk bagian anoda dan katoda yang disebabkan oleh 2 hal :
  1. Perbedaan konsentrasi oksigen terlarut pada permukaan besi. Pada bagian pinggir, mengandung lebih oksigen terlarut sehingga bertindak sebagai reaksi reduksi (katoda). Sedangkan pada bagian tengah, tetesan oksigen terlarut relatif sedikit sehingga bertindak sebagai reaksi oksidasi (anoda)
Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e- Ion Fe2+ bergerak ke katoda dan teroksidasi lebih lanjut menjadi Fe3+ atau besi (III) dalam senyawa besi (III) oksida terhidrat. Dengan adanya zat elektrolit akan mempercepat reaksi perkaratan
  1. Tercampurnya besi oleh karbon atau logam lain yang mempunyai E0 reduksi lebih besar dari besi maka besi akan teroksidasi (anoda) sehingga menghasilkan korosi atau karat.
Bila besi bersentuhan dengan oksigen dan air yang bersifat asam, maka akan terjadi : Fe + ½ O2 + 2H+ → Fe2+ + H2O Reaksi setengah redoksnya : Katodik : ½ O2 + 2H+ + 2e- → H2O                 = + 1,23 volt Anodik  : Fe → Fe2+ + 2e-                                = + 0,44 volt Fe + ½ O2 + 2H+ → Fe2+ + H2O Reaksi tersebut berlangsung spontan Besi(II) itu seterusnya dioksidasi oleh oksigen membentuk karat besi atau oksida besi(III) terhidrasi Reaksinya : Katodik : ½ O2 + 2H+ + 2e- → H2O                            = + 1,23 volt Anodik  : 2Fe2+ → 2Fe3+ + 2e-                                     = - 0,77 volt 2Fe2+ + ½ O2 + 2H+ → 2Fe3+ + H2O           = + 0,46 volt Reaksi tersebut merupakan reaksi spontan 2Fe3+ + (x+3)H2O → Fe2O3.x H2O + 6H+ Fe2O3.x H2O inilah yang disebut karat besi berwarna cokelat-merah dan ion H+ yang dihasilkan dapat mempercepat reaksi korosi selanjutnya. Ion Fe di alam akan teroksidasi lagi membentuk Fe2+ atau Fe3+. Sedangkan ion OH akan bereaksi dengan elektrolit yang ada di lingkungan, biasanya dengan ion H+ dari reaksi air hujan dan gas-gas pencemar (SOx,NOx) yang dikenal dengan hujan asam. Selanjutnya oleh oksigen di udara, besi(II) di oksidasi dan sebagai hasil reaksi akhir terbentuk Fe2O3.xH2O. Zat ini dapat bertindak sebagai autokatalis pada proses perkaratan, yaitu karat yang dapat mempercepat proses perkaratan berikutnya. PENCEGAHAN KOROSI
  • Cara modifikasi lingkungan dengan menurunkan temperature, menurunkan kecepatan aliran elektrolit, menghilangkan oksigen terlarut, menurunkan konsentrasi serta mencegah kontak oksigen dan air
  • Contoh : melapisi besi dengan cat, oli atau gemuk
  • Cara proteksi katodik dengan pelapisan
  • Melapisi besi dengan logam lain yang lebih aktif sehingga membentuk sel elektrokimia.
Contoh :
  • Pelapisan dengan seng (Zn)
Hal ini disebabkan seng lebih mudah teroksidasi dibandingkan dengan besi. Potensi reduksi seng adalah E°Zn2+|Zn = -0.76V, lebih negatif dari pada potensi reduksi besi, yaitu sebesar E°Fe2+|Fe = -0.44V
  • Pelapisan dengan tembaga atau timah (Tin Plating)
Pelapisan dilakukan dengan cara elektrolisis yang disebut electroplating. Pelapisan ini hanya melindungi besi selama lapisannya masih utuh tanpa cacat. Apabila lapisannya ada yang rusak atau tergores, maka timah justru mendorong atau mempercepat korosi besi. Sebab logam Cu (E°Cu2+|Cu = +0.34V) dan Sn( E°Sn2+|Sn =-0.14V) memiliki potensial reduksi yang lebih positif dari pada besi (E°Fe2+|Fe = -0.44V)
  • Pelapisan dengan zink (Galvanisasi)
Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink. Maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian, besi terlindung dan zink yang mengalami oksidasi.
  • Cara modifikasi besi dengan membuat alloy (logam campuran) yang bersifat tahan karat
  • Mencampur besi dengan logam Ni dan Cr menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr, 9%Ni)
  • Penambahan Inhibitor
Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. Berdasarkan mekanisme pengendaliannya inhibitor korosi dapat dikelompokkan, yaitu :
  1. Inhibitor anodic
Senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Contoh : senyawa kromat dan senyawa molibdat.
  1. Inhibitor katodik
Senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik, misalnya penangkapan gas oksigen (oxygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen. Contoh : hidrazin, tannin, dan garam sulfit.
  1. Inhibitor campuran
Senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan. Contoh : senyawa silikat, molibdat, dan fosfat.
  1. Inhibitor teradsorpsi
Senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. Contoh : merkaptobenzotiazol dan 1,3,5,7–tetraaza–adamantane.
  • Pemilihan bahan yang tepat
Suatu elektrolit mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap bahan yang berbeda. Dengan kata lain, bahan tertentu akan tahan korosi terhadap suatu elektrolit tertentu. Contoh : kombinasi logam/paduan stainless steel-nitric acid, nickel-caustic, monel-hydrofluoric acid. Foto : Shakila Khaira Ardiani ( Mahasiswi Prodi Pendidikan Ipa Universitas Negeri Medan, Medan)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengertian-korosi-faktor-penyebab-proses-korosi-dan-cara-mencegah-korosi/13558/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 05.22 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang
  2. 2

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  3. 3

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. 4

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.