Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Pengaruh Bermain Game Online terhadap Komunikasi Anak dengan Orang tua

Pengaruh Bermain Game Online terhadap Komunikasi Anak dengan Orang tua

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
22 Maret 2024, 01.54 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Pengaruh Bermain Game Online terhadap Komunikasi Anak dengan Orang tua

JurnalPost.com - Era globalisasi saat ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat dikarenakan teknologinya selalu mengalami pembaharuan. Internet merupakan salah satu produk dari kemajuan teknologi. Adanya internet membuat para pekerja atau manusia bisa bekerja lebih muda, efektif dan efisien, tidak hanya itu saja internet juga menyediakan sarana hiburan seperti game online.

Perkembangan teknologi yang ada saat ini yang banyak digemari anak-anak adalah game online, kegemaran anak-anak terhadap game online menimbulkan masalah dan ketidakmampuan para remaja dalam menyikapi perkembangan teknologi yang ada. (Hussan & Griffiths, 2009).

IKLAN

Komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan harmonis dalam keluarga. Komunikasi yang baik membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri membicarakan perasaan dan pikirannya, serta membantu orang tua memahami kebutuhan dan keinginan anak.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dalam komunikasi orang tua-anak, penting untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas waktu yang dihabiskan bersama. Orang tua perlu memberikan perhatian dan waktu yang cukup kepada anak serta mendengarkan baik-baik ketika mereka berbicara. Karna dari situlah terbentuk sebuah karakter dari seorang anak.

Dengan cara ini, anak merasakan perasaan dihargai dan didengarkan, sehingga lebih mudah membangun kepercayaan dan hubungan positif antara orang tua dan anak. Selain itu, komunikasi yang baik juga membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan komunikasinya dengan anak dan memastikan hubungan orang tua dan anak selalu positif dan sehat.

Dalam hal ini, orang tua harus berhati-hati dalam berkomunikasi dengan anaknya dan memberikan waktu dan perhatian yang cukup. Dengan cara ini, anak merasakan perasaan dihargai dan didengarkan, sehingga lebih mudah membangun kepercayaan dan hubungan positif antara orang tua dan anak.

Efek dari anak yang kecanduan game online membuat anak-anak sudah tidak fokus lagi untuk belajar, waktu yang digunakan tidak lagi untuk belajar, bahkan komunikasi antara anak dan orang tua sudah tidak berjalan baik akibat dari anak yang sudah kecanduan game online, tetapi walau sudah kecanduan game online masih ada bebarapa anak yang tetap menghormati orang tua dan tetap selalu terbuka kepada orang tua.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Dukungan orang tua kepada anak beberapa orang tua mengatakan selalu mendukung anak jika anak melakukan aktivitas ke arah yang positif tetapi jika bermain game pastinya tidak akan di dukung oleh orang tua. Kesamaan antara orang tua dan anak, tentunya semua orang tua dan anak memiliki kesamaan tertentu. Orang tua harus lebih sering mengajak anak untuk berkomunikasi, apalagi anak yang sudah kecanduan game online, perlu memperdalam lagi komunikasi interpersonal orang tua dengan anak.

IKLAN

Game Online dan Pengaruhnya Terhadap Komunikasi Dalam Keluarga (Studi Kasus Tambakbayan Yogyakarta) (2019) menunjukkan bahwa 52,8% anak lebih sering bermain game lebih lama dibandingkan berkumpul dan bermain bersama anggota keluarga. Fakta lain yang didapat adalah 58,5% anak lebih sering menyendiri saat bermain game dibanding berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Orang tua juga memiliki peran, 54,7% responden membatasi waktu (jam) bermain game anak sehingga komunikasi tidak terganggu. 58,5% orang tua menyatakan komunikasi anak tidak terganggu. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game online dapat mempengaruhi interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitarnya, termasuk orang tua. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan pembatasan waktu bermain game online agar anak tetap dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan orang tua.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Strategi mengatasi gangguan komunikasi akibat bermain game online, Membatasi Waktu Bermain Game Online: Penting bagi orang tua untuk menetapkan batasan waktu bermain game online bagi anak. Dengan membatasi waktu bermain, anak akan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Mengajak Anak untuk Berkomunikasi Secara Langsung: Orang tua dapat mengajak anak untuk berkomunikasi secara langsung dengan cara mendengarkan dengan penuh perhatian ketika anak bercerita atau mengungkapkan perasaannya. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan dan hubungan yang baik antara orang tua dan anak.

Menggunakan Game Online sebagai Sarana Edukasi: Orang tua dapat memanfaatkan game online sebagai sarana edukasi dengan memilih game yang mendidik dan memberikan manfaat positif bagi perkembangan anak. Dengan demikian, anak dapat belajar sambil tetap terlibat dalam aktivitas yang disukainya.

Mendorong Aktivitas Keluarga Lainnya: Selain bermain game online, orang tua dapat mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas keluarga lainnya seperti olahraga bersama, berkumpul untuk makan malam bersama, atau melakukan kegiatan lain yang melibatkan interaksi langsung antara anggota keluarga. Sekian dari pembahasan ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Oleh: M. Farhan, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengaruh-bermain-game-online-terhadap-komunikasi-anak-dengan-orang-tua/66459/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.