JurnalPost.com - Era globalisasi saat ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat dikarenakan teknologinya selalu mengalami pembaharuan. Internet merupakan salah satu produk dari kemajuan teknologi. Adanya internet membuat para pekerja atau manusia bisa bekerja lebih muda, efektif dan efisien, tidak hanya itu saja internet juga menyediakan sarana hiburan seperti game online.
Perkembangan teknologi yang ada saat ini yang banyak digemari anak-anak adalah game online, kegemaran anak-anak terhadap game online menimbulkan masalah dan ketidakmampuan para remaja dalam menyikapi perkembangan teknologi yang ada. (Hussan & Griffiths, 2009).
Komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan harmonis dalam keluarga. Komunikasi yang baik membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri membicarakan perasaan dan pikirannya, serta membantu orang tua memahami kebutuhan dan keinginan anak.
Dalam komunikasi orang tua-anak, penting untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas waktu yang dihabiskan bersama. Orang tua perlu memberikan perhatian dan waktu yang cukup kepada anak serta mendengarkan baik-baik ketika mereka berbicara. Karna dari situlah terbentuk sebuah karakter dari seorang anak.
Dengan cara ini, anak merasakan perasaan dihargai dan didengarkan, sehingga lebih mudah membangun kepercayaan dan hubungan positif antara orang tua dan anak. Selain itu, komunikasi yang baik juga membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan komunikasinya dengan anak dan memastikan hubungan orang tua dan anak selalu positif dan sehat.
Dalam hal ini, orang tua harus berhati-hati dalam berkomunikasi dengan anaknya dan memberikan waktu dan perhatian yang cukup. Dengan cara ini, anak merasakan perasaan dihargai dan didengarkan, sehingga lebih mudah membangun kepercayaan dan hubungan positif antara orang tua dan anak.
Efek dari anak yang kecanduan game online membuat anak-anak sudah tidak fokus lagi untuk belajar, waktu yang digunakan tidak lagi untuk belajar, bahkan komunikasi antara anak dan orang tua sudah tidak berjalan baik akibat dari anak yang sudah kecanduan game online, tetapi walau sudah kecanduan game online masih ada bebarapa anak yang tetap menghormati orang tua dan tetap selalu terbuka kepada orang tua.
Dukungan orang tua kepada anak beberapa orang tua mengatakan selalu mendukung anak jika anak melakukan aktivitas ke arah yang positif tetapi jika bermain game pastinya tidak akan di dukung oleh orang tua. Kesamaan antara orang tua dan anak, tentunya semua orang tua dan anak memiliki kesamaan tertentu. Orang tua harus lebih sering mengajak anak untuk berkomunikasi, apalagi anak yang sudah kecanduan game online, perlu memperdalam lagi komunikasi interpersonal orang tua dengan anak.
Game Online dan Pengaruhnya Terhadap Komunikasi Dalam Keluarga (Studi Kasus Tambakbayan Yogyakarta) (2019) menunjukkan bahwa 52,8% anak lebih sering bermain game lebih lama dibandingkan berkumpul dan bermain bersama anggota keluarga. Fakta lain yang didapat adalah 58,5% anak lebih sering menyendiri saat bermain game dibanding berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Orang tua juga memiliki peran, 54,7% responden membatasi waktu (jam) bermain game anak sehingga komunikasi tidak terganggu. 58,5% orang tua menyatakan komunikasi anak tidak terganggu. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game online dapat mempengaruhi interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitarnya, termasuk orang tua. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan pembatasan waktu bermain game online agar anak tetap dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan orang tua.
Strategi mengatasi gangguan komunikasi akibat bermain game online, Membatasi Waktu Bermain Game Online: Penting bagi orang tua untuk menetapkan batasan waktu bermain game online bagi anak. Dengan membatasi waktu bermain, anak akan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.
Mengajak Anak untuk Berkomunikasi Secara Langsung: Orang tua dapat mengajak anak untuk berkomunikasi secara langsung dengan cara mendengarkan dengan penuh perhatian ketika anak bercerita atau mengungkapkan perasaannya. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan dan hubungan yang baik antara orang tua dan anak.
Menggunakan Game Online sebagai Sarana Edukasi: Orang tua dapat memanfaatkan game online sebagai sarana edukasi dengan memilih game yang mendidik dan memberikan manfaat positif bagi perkembangan anak. Dengan demikian, anak dapat belajar sambil tetap terlibat dalam aktivitas yang disukainya.
Mendorong Aktivitas Keluarga Lainnya: Selain bermain game online, orang tua dapat mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas keluarga lainnya seperti olahraga bersama, berkumpul untuk makan malam bersama, atau melakukan kegiatan lain yang melibatkan interaksi langsung antara anggota keluarga. Sekian dari pembahasan ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Oleh: M. Farhan, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda