Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Palestina: Habis Nyawa, Terbitlah Luka

Palestina: Habis Nyawa, Terbitlah Luka

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Agustus 2025, 15.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Palestina: Habis Nyawa, Terbitlah Luka
Ilustrasi : Tragedi Kemanusiaan di Palestina yang masih berlangsung

Oleh : Ali Amril - Aktivis Filantropi Dunia Islam & Chairman Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI)

Tragedi Kemanusiaan di RS Gaza Asap mengepul di atas reruntuhan gedung Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza. Jeritan menggema, derap langkah warga berlarian panik, bercampur dengan suara ledakan. Di tempat yang seharusnya menjadi rumah bagi harapan hidup, justru kematian dibagikan tanpa ampun.

IKLAN

Dokter dan tenaga medis yang sedang menolong korban justru dibunuh. Mereka yang seharusnya dilindungi hukum internasional, diburu bak binatang buruan tanpa belas kasih. Beberapa langkah dari sana, jurnalis yang datang meliput dengan kamera tergantung di leher dan beridentitas “PRESS” ikut diluluh-lantakkan bersimbah darah. Kamera mereka hancur, lensa mereka binasa, menyisakan simbol kebenaran yang ikut dikuburkan.

Dukung Palestina
Baca Juga

AWG Serukan Aksi Nasional Dukung Palestina, Jum’at 15 Agustus 2025

Dunia menyaksikan melalui potongan video yang viral. Dari tragedi itu, kita melihat wajah sebuah genosida secara utuh : dokter dibunuh, jurnalis dimatikan, rakyat dilaparkan tanpa ampun

Membunuh yang Menolong Tenaga Medis adalah wajah paling murni dari kemanusiaan. Mereka menolong tanpa pernah memandang agama, suku, dan warna kulit. Namun di Gaza, mereka ikut jadi korban genosida.

Dalam Konvensi Jenewa, rumah sakit dan tenaga medis berada di bawah perlindungan. Namun kini tak ada lagi garis merah. Yang menolong pun ikut dibunuh. Yang merawat nyawa pun justru direnggut nyawanya.

Maka ketuklah nurani kita : apakah masih ada yang tersisa dari kemanusiaan kita, jika bahkan tangan yang menolong pun ikut dibunuh?

Prancis
Baca Juga

Prancis Resmi Akui Negara Palestina, Macron Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

Membungkam yang Menyuarakan Jurnalis adalah mata, hati dan telinga dunia. Mereka berada di garis terdepan untuk menyaksikan dan menyuarakan. Namun di Gaza, kamera pun dianggap musuh.

Para jurnalis ikut tewas dalam serangan itu. Lensa yang semula ingin merekam, kini hanya merekam bayangan darah mereka sendiri. Membunuh jurnalis sama saja dengan membunuh kebenaran. Dunia kehilangan saksi. Gaza kehilangan suara.

Ali Amril - Aktivis Filantropi Dunia Islam & Chairman Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI)

Ketika suara dimatikan, yang mati bukan hanya manusia, namun kebenaran itu sendiri.

Ade Supriyatna
Baca Juga

DPRD Kota Depok Gelar Sidang Paripurna Bertema “Selamatkan Gaza Palestina dari Pembantaian dan Pelaparan Massal”

IKLAN

Melaparkan yang Bertahan Hidup Gaza kini menjadi peta kelaparan paling akut di dunia. Anak-anak dibuat mati dengan perut kosong. Para orang tua yang masih bertahan hidup, menyerahkan jatah makanan terakhir untuk anak-anak mereka. Ibu-ibu kehilangan susu untuk bayinya.

Mereka dilaparkan dan dibunuh perlahan bukan dengan peluru, tetapi dengan bantuan makanan yang ditahan di perbatasan. Dengan obat-obatan yang sengaja diblokade. Dengan listrik dan air yang sengaja dimatikan. Mereka ingin generasi Palestina hilang, bukan dengan bom, namun dengan pelaparan sistemik yang masih berlangsung.

Ini bukanlah perang. Ini genosida perlahan. Sebuah pembantaian yang mematikan masa depan Generasi Palestina

Palestina Masih Dibunuh Berkali-kali Mari kita rangkai benang merah ini. Membunuh yang menolong = membunuh harapan hidup. Membungkam yang menyuarakan = membunuh kebenaran. Melaparkan yang bertahan hidup = membunuh masa depan.

Inilah wajah utuh dari genosida. Wajah paling kelam dari sejarah peradaban umat manusia. Di Gaza, yang dibunuh bukan hanya manusia, tapi juga hidup, suara, dan masa depan.

Dunia yang sebagiannya masih Diam Ironisnya, seluruh dunia telah menyaksikan semua fakta pahit ini. Dunia menonton, namun sebagiannya masih memilih diam. Pertanyaannya: sampai kapan akan terus diam?

Indonesia lahir dari penderitaan penjajahan. Kita tahu rasanya dijajah, dipaksa tunduk, dirampas tanah dan hak oleh penjajah. Karenanya lah, bangsa ini seharusnya paling peka terhadap Palestina.

Kalau kita ikut diam, maka kita sedang ikut membunuh Palestina, namun dengan cara lain

Manifesto dan Ajakan Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Ini bukan sekadar kalimat dalam konstitusi kita. Itu adalah sumpah sejarah dan peradaban. Sumpah ini menuntut kita untuk berdiri bersama Palestina dan menyatakan keberpihakan.

Jika dokter dibunuh, suara pers dimatikan, dan rakyat dilaparkan, maka suara kitalah yang harus menggema!

Kita harus menjadi perpanjangan tangan bagi yang menolong. Kita harus menjadi perpanjangan suara bagi yang menyuarakan. Kita harus menjadi perpanjangan doa dan harapan bagi yang dilaparkan.

Dari setiap kota, dari setiap jalan, dari setiap hati nurani, mari bersuara sampai Palestina merdeka!

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/palestina-habis-nyawa-terbitlah-luka/85088/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.14 WITA

  • #Aksi Bela Palestina
  • #Dukung Palestina
  • #FreePalestina

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?
  2. 2

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  3. 3

    Dari Laboratorium ke Genggaman: Menelusuri Evolusi dan Cara Kerja Water Quality Field Test Kit

  4. 4

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.