BOGOR, JurnalPost.com – Operasi pencarian terhadap Bayu Zulkarnaen (36), aparatur sipil negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.
Operasi SAR gabungan ditutup pada Rabu (19/8/2026) sore setelah berbagai upaya pencarian belum berhasil menemukan keberadaan Bayu.
Bayu diduga mengalami kecelakaan tunggal sebelum terjatuh ke Sungai Cisadane pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di jembatan penghubung Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, wilayah Sukawarna, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Lebih dari 100 Personel Terlibat Pencarian
Sejak hari pertama hingga hari ketujuh, lebih dari 100 personel dari berbagai unsur potensi SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Sejumlah relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korda Bogor juga turut terlibat, di antaranya Ubaydillah, M. Apriansyah, Akhyadi, dan Junaedi.
Pada hari terakhir operasi, pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Tim menggunakan metode ESAR dengan menyisir tepian Sungai Cisadane hingga kawasan Gunung Batu.
Petugas juga menyebarkan informasi dan pamflet kepada masyarakat untuk memperluas jangkauan pencarian serta memperoleh kemungkinan informasi mengenai keberadaan korban.
Penyelaman hingga Bongkar Tumpukan Sampah
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengatakan berbagai metode telah dilakukan selama tujuh hari operasi pencarian.
Selain penyisiran di sepanjang aliran sungai, petugas beberapa kali melakukan penyelaman. Tumpukan sampah yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut juga diperiksa dan dibongkar.
Namun, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala. Debit air Sungai Cisadane sempat meningkat akibat hujan, sedangkan kondisi dasar sungai dipenuhi sedimentasi, lumpur, dan sampah.
“Bukan berarti ketika ditutup selama tujuh hari sesuai standar operasional prosedur, kemudian selesai. Ketika nantinya ditemukan informasi atau bahan yang bisa kita analisa bersama, tidak menutup kemungkinan operasi SAR ini bisa dibuka kembali,” ujar Dimas.
Dengan demikian, penghentian operasi selama tujuh hari tidak menutup kemungkinan pencarian kembali dilakukan apabila muncul petunjuk atau informasi baru yang dapat ditindaklanjuti.
Bayu Dilaporkan sebagai Orang Hilang
Koordinator Tim UAR Korda Bogor, Ubaydillah, mengatakan setelah operasi SAR resmi dihentikan, Bayu Zulkarnaen telah dilaporkan kepada kepolisian sebagai orang hilang.
“Kini Bayu Zulkarnaen sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian sebagai orang hilang. Polisi masih melakukan penyelidikan peristiwa tersebut,” kata Ubaydillah melalui pesan singkat, Kamis (20/8/2026).
Penghentian operasi SAR juga telah disampaikan kepada keluarga Bayu. Meski harus menerima keputusan penghentian pencarian, keluarga masih berharap Bayu dapat segera ditemukan.
Hingga operasi SAR ditutup, keberadaan Bayu Zulkarnaen masih belum diketahui.
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Bayu atau menemukan petunjuk terkait peristiwa tersebut diharapkan segera menyampaikannya kepada pihak keluarga, kepolisian, BPBD Kota Bogor, atau instansi terkait.
Operasi SAR dapat kembali dibuka apabila terdapat informasi baru yang dinilai relevan berdasarkan hasil analisis dan koordinasi tim terkait. (AM)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda