Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. NO VIRAL NO BUY

NO VIRAL NO BUY

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
02 Juni 2026, 12.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
influencer

Penulis : Tannaya Venansjah (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR) Alyssa Ramadhani (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR) Nabila Ivita Aulia Putri (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR) Meike Kurniawati (Dosen Fakultas Psikologi – UNTAR)

JurnalPost.com - Jamak kita dengar istilah “No Viral No Justice” suatu kritik terhadap penegakan hukum karena belum berjalan baik. Banyak kasus yang harus viral terlebih dulu, sebelum akhirnya mendapatkan keadilan. Kekuatan media social dianggap sebagai kendaraan untuk mendapatkan keadilan, menjadi medan baru bagi masyarakat dalam mencari keadilan.

IKLAN

Tidak dapat dipungkiri, fenomena meningkatnya penggunaan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku masyarakat. Salah satu perilaku masyarakat yang juga mengalami perubahan signifikan akibat masifnya penggunaan media social adalah perilaku pembelian. Salah satu platform media sosial yang berpengaruh besar terhadap pembelian adalah TikTok. Mengapa demikian? TikTok mampu menciptakan tren viral dan menjadi sarana penyebaran informasi dengan cepat. Tren viral di TikTok seringkali muncul dalam bentuk ulasan produk, rekomendasi oleh influencer, hingga konten penggunaan produk secara langsung.

Focused Study Break on Social Media
Baca Juga

Scrolling Boleh, Pecah Belah Jangan: Menjaga Nilai Pancasila di Tengah Ramainya Media Sosial

Fitur-fitur di TikTok seperti live streaming, algoritma personalisasi, serta konten interaktif membuat pengguna terus terpapar rekomendasi produk yang sesuai dengan minat konsumen (Kaye et al., 2021). Paparan yang berulang terhadap produk viral dapat meningkatkan keinginan membeli secara impulsif, terutama pada kaum Generasi Z yang cenderung responsif terhadap konten visual dan rekomendasi dari influencer maupun pengguna lain.

IKLAN

Generasi Z sebagai digital natives yang cenderung lebih rentan terhadap pengaruh media sosial sehingga mudah terpengaruh oleh tren, dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti apa yang sedang populer di lingkungan digital (Priporas et al., 2017). Tidak sedikit Generasi Z membeli produk viral bukan karena kebutuhan utama, melainkan karena rasa penasaran, takut ketinggalan tren, atau ingin mengikuti apa yang sedang populer di lingkungan digital mereka.

Penelitian oleh Tannaya et al (2026) tentang trend viral di TikTok dengan perilaku pembelian konsumen usia 18-25 tahun (Gen Z), menunjukan bahwa tren viral di TikTok mempengaruhi perilaku pembelian. Semakin tinggi paparan tren viral di TikTok, maka semakin tinggi pula kecenderungan konsumen Generasi Z untuk melakukan pembelian. Fenomena ini menunjukkan bahwa TikTok tidak lagi hanya menjadi media hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk pola konsumsi dan perilaku belanja Generasi Z.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas tren viral di media sosial memiliki korelasi positif langsung dengan peningkatan perilaku pembelian produk di kalangan Generasi Z. Perilaku belanja yang muncul sering kali didorong oleh tren, rekomendasi sosial, dan popularitas produk di media digital. Bagi pelaku usaha dan pemasar digital, kondisi ini juga dapat menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis konten viral di TikTok dapat menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian dan meningkatkan minat beli dan pembelian konsumen muda.

Reflective Nighttime Social Feed
Baca Juga

“Kok Relate Banget?” : Mengapa Konten Kesehatan Mental terasa Seperti Menceritakan Diri Sendiri

NO VIRAL, NO BUY

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/no-viral-no-buy/93925/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.55 WITA

  • #Influencer
  • #media sosial

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  3. 3

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  4. 4

    Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan

  5. 5

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.