JURNALPOST.COM - Setelah sempat molor dari waktu yang ditergetkan, naskah soal Ujian Nasional (UN) untuk 1486 sekolah tingkat SMA/SMK Sederajat di Sulsel yang akan melaksanakan UN dengan sistem manual yang tiba di Makassar pada Selasa (22/3) sore, mulai didistribusika ke daerah-daerah, Kamis (24/3).
Sejak mulai didistribusikan hingga hari ini (Jum'at 25/3), naskah soal Ujian Nasional (UN) sudah diditribusikan ke 7 Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kepulauan Selayar, Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Menurut jadwal dari Dinas pendidikan Sulsel, proses distribusi naskah soal UN untuk 24 Kabupaten/Kota di Sulsel yang dterdiri dari 1762 Dos untuk SMA/MA, 351 Dos untuk SMK, 15 Dos untuk SMA-LB, 235 Dos untuk Paket C, dan 25 Dos untuk susulan, akan dilakukan hingga tanggal 29 Maret.
Koordinator Teknis UN Disdik Sulsel, Firdaus Topuridi, menjelaskan selain naskah soal konvensional, juga terdapat soal huruf braille untuk siswa SLB dan CD listening untuk mata pelajaran bahasa inggris.
Pihaknya mengaku, sengaja mendahulukan pendistribusian soal untuk Kabupaten yang mempunyai daerah sulit dijangkau karena faktor geografis.
"Ini dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan pendistribusian soal ke sekolah-sekolah," ujarnya, kemarin
Tanggal 28 Maret akan menyusul distribusi ke seluruh Kabupaten/Kota minus Makassar. Sedangkan untuk Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, baru akan didiatribusikan pada tanggal 29 Maret.
Untuk sementara sambil menunggu didistribusikan, naskah soal UN disimpan di Gudang penyimpanan di Jalan Parumpa, Keluarahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, yang juga merupakan ketua panitaia pelaksana UN provinsi Sulsel, Salam Soba, mengatakan, pada Desember lalu, kepala dinas Provinsi dan kabupaten maupun perangkat pendidikan di seluruh Indonesia telah melakukan penandatanganan fakta integritas untuk menyelenggarakan UN secara jujur.
"Soal (UN) itu tidak boleh dibocorkan kepada suami/istri ataupun anaknya," kata Salam.
Salam menjelaskan, soal yang didistribusikan ke Kabupaten/Kota belum dilengkapi dengan naskah cadangan. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah naskah cadangan tersebut disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Sehingga untuk mengantisipasi kekurangan soal yang ada di Kabupaten/Kota, pihaknya sudah meminta perwakilan PT Intermasa selaku perusahaan percetakan naskah UN untuk standby di Makassar.
"Begitu ada kekuarangan soal, maka akan langsung dikirim ke daerah tersebut. Rawan sekali kalau ada naskah cadangan yang didistribusikan saat ini," paparnya.
Salam juga mengatakan, proses pendistribusian naskah soal UN ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Daerah (polda) Sulselbar untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran soal.
"Saat diserahkan dari Disdik Sulsel ke Kabupaten, juga langsung dikawal oleh masing-masing Polres. Jadi sangat ketat pengawasannya dan kebocoran sangat sulit terjadi," ujarnya. (fo/)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda