Pangkep, JurnalPost.com – Sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max tiba-tiba meledak dan terbakar di area SPBU Maleleng, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah kendaraan tersebut mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Halim membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Polisi menerima laporan mengenai mobil Grand Max yang terbakar pada Minggu (21/6/2026) malam.
“Benar terjadi kebakaran sebuah mobil pikap. Ada laporan sekitar jam 19.00 lewat bahwa ada mobil Grand Max yang terbakar,” ujar AKP Halim saat dikonfirmasi JurnalPost, Senin (22/6/2026).
Insiden tersebut terjadi di SPBU Maleleng, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, sekitar pukul 19.57 Wita. Mobil pikap itu diketahui dikemudikan oleh seorang pria berinisial IS (42), warga Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Halim menjelaskan, mobil tersebut awalnya mengisi BBM jenis Pertalite seperti biasa. Namun, setelah kendaraan bergerak beberapa meter untuk keluar dari area SPBU, tiba-tiba muncul asap hingga akhirnya terbakar.
“Awalnya dia setelah mengisi BBM Pertalite untuk mobilnya, setelah itu dia keluar. Mungkin ada jarak 5 sampai 10 meter dari SPBU, mobilnya berasap dan terbakar,” kata Halim.
Beruntung, api tidak sampai menghanguskan seluruh bagian kendaraan. Petugas yang berada di lokasi segera melakukan penanganan sehingga kobaran api hanya membakar bagian depan mobil, terutama area kabin pengemudi.
“Setibanya di sana memang betul ada mobil Grand Max yang terbakar, tapi tidak terbakar satu mobil. Hanya di bagian tempat duduk sopir saja di depan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, mobil tersebut diketahui memuat barang dagangan campuran. Di bak kendaraan ditemukan sejumlah barang, mulai dari dos berisi kerupuk, air minum, hingga jeriken yang diduga berisi BBM jenis Pertalite.
“Kalau masalah muatannya itu dia memuat barang campuran. Barang campuran itu berupa dos-dos yang berisikan kerupuk-kerupuk, air minum, macam-macam, ada juga jeriken yang berisikan untuk sementara diduga Pertalite,” ungkap Halim.
Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti ledakan dan kebakaran tersebut. Berdasarkan penelusuran awal di tempat kejadian perkara, sopir diduga sempat memainkan handphone di dalam kabin sebelum mobil terbakar.
“Dugaan meledak dan terbakar itu untuk sementara kami masih mendalami penyelidikan. Menurut pantauan dari TKP, katanya dia main-main HP,” pungkasnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda