Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Menilik Kelompok Eksklusif Pebasket China Daratan yang Bermain di NBA

Menilik Kelompok Eksklusif Pebasket China Daratan yang Bermain di NBA

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
26 Juni 2025, 01.27 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Wang Zhizhi
Wang Zhizhi (kanan), Yao Ming (tengah) and Yi Jianlian (kiri) mendengarkan lagu kebangsaan China sebelum pertandingan melawan Australia di turnamen FIBA Diamond Ball di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 30 Juli 2008. (Xinhua/Jiang Fan)

JAKARTA, JurnalPost.com - Seiring digelarnya Draft NBA 2025 pada Rabu (25/6) dan Kamis (26/6) di Barclays Center, New York, salah satu prospek internasional paling menarik yang menunggu giliran adalah Yang Hansen, seorang center berpostur 7 kaki 1 inci (2,16 meter) berusia 19 tahun asal Beijing.

Dikenal karena gerakan kakinya yang lincah, kemampuan melindungi ring, dan permainan ofensif yang terus membaik, Yang Hansen sering dibandingkan dengan legenda-legenda China sebelumnya dan memikul harapan bangsa di pundaknya.

IKLAN

Sebagai produk dari sistem pengembangan Shanghai Sharks, klub yang juga membantu meluncurkan karier legendaris Yao Ming, Yang Hansen berharap menjadi pemain kedelapan dari China Daratan yang bermain di NBA.

Xinhua
Baca Juga

Debut Solid Yang Hansen di G League, Tunjukkan Arah Perkembangan Positif

Meskipun dia mungkin tidak diprediksi terpilih, potensi dan ukuran tubuh menjadikannya prospek menarik bagi tim yang ingin berinvestasi dalam pengembangan jangka panjang.

Jika namanya dipanggil, Yang Hansen akan bergabung dengan kelompok eksklusif pebasket asal China Daratan yang telah meninggalkan jejak di NBA.

Daftar tersebut dimulai dengan Wang Zhizhi, yang membuka jalan baru pada 2001 sebagai pemain pertama dari China yang tampil dalam sebuah pertandingan NBA. Kehadirannya menandai titik balik bahwa China secara resmi hadir di panggung basket terbesar.

Dipilih pada 1999 namun baru diizinkan meninggalkan China dua tahun kemudian, Wang Zhizhi bergabung dengan Dallas Mavericks, menunjukkan kemampuan menembaknya dalam waktu bermain yang terbatas.

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

Dia kemudian pindah ke Los Angeles Clippers dan Miami Heat. Musim terbaiknya terjadi bersama Clippers, di mana dia rata-rata mencetak lebih dari 5 poin per pertandingan.

Setelah meninggalkan NBA pada 2005, Wang Zhizhi kembali ke China dan mendominasi di kompetisi Asosiasi Bola Basket China (Chinese Basketball Association/CBA) bersama Bayi Rockets. Dia bermain hampir satu dekade lagi dan memimpin timnya meraih gelar juara pada 2007.

Setelah pensiun, Wang Zhizhi beralih ke bidang kepelatihan dan menjadi mentor bagi prospek muda China, terus membesarkan olahraga bola basket di tanah airnya.

Selanjutnya datang Mengke Bateer, seorang center bertubuh besar dari Mongolia Dalam yang bergabung dengan Denver Nuggets pada 2002, tetapi tidak melalui jalur draft.

tanaman daun pandan
Baca Juga

Dari Maluku ke Hainan, Pandan Menjadi Jembatan Rasa Indonesia dan China

Seorang bigman yang mengutamakan umpan, Mengke Bateer menjadi pemain China pertama yang menjadi starter dalam sebuah pertandingan NBA.

Meskipun karier NBA-nya singkat, Mengke Bateer meraih prestasi unik, yaitu menjadi pemain China pertama yang memenangkan gelar juara NBA, bersama San Antonio Spurs pada 2003.

Setelah masa baktinya di NBA, Mengke Bateer kembali ke CBA dan menjadi pilar utama di Beijing Ducks dan tim-tim lain. Dia akhirnya pensiun dan tetap aktif di lingkaran basket China, melatih dan menginspirasi atlet muda dari latar belakang minoritas.

Selanjutnya datang figur paling berpengaruh, yakni Yao Ming yang tidak hanya menjadi bintang basket, tetapi juga menjadi seorang ikon global.

Dipilih oleh Houston Rockets dalam Draft NBA 2002, Yao Ming menjadi pemain internasional pertama yang dipilih di urutan pertama draft tanpa pengalaman NCAA atau Eropa.

Sebagai center dengan tinggi 7 kaki 6 inci (2,29 meter), Yao Ming memukau penggemar dengan kombinasi langka antara tinggi badan, keterampilan, dan ketenangan.

IKLAN

Dia berhadapan dengan legenda NBA seperti Shaquille O'Neal, delapan kali masuk All-Star, dan rata-rata mencetak hampir 20 poin dan 10 rebound sepanjang kariernya. Cedera kaki berulang memaksa Yao Ming pensiun pada 2011. Namun, pengaruhnya semakin besar.

Yao Ming meraih gelar sarjana bisnis, memimpin upaya konservasi satwa liar, dan pada 2017 menjadi presiden CBA, dengan dirinya berperan sentral dalam mereformasi bola basket domestik. Pada 2016, dia masuk Naismith Basketball Hall of Fame.

Yao Ming tidak hanya mewakili China, dia mendefinisikan ulang peran seorang superstar internasional di NBA. Dampaknya melampaui lapangan basket, membantu meningkatkan popularitas NBA di seluruh Asia.

Ketika Yi Jianlian dipilih di urutan keenam oleh Milwaukee Bucks pada 2007, dia dianggap sebagai bintang NBA berikutnya dari China.

Seorang forward yang lincah dan pandai menembak, dia menunjukkan kilasan kehebatan, terutama selama musim 2009-2010 bersama Nets, dengan membukukan rata-rata 12 poin dan 7 rebound. Sayangnya, inkonsistensi, kekuatan fisik, dan masalah pertahanan mengganggu karier NBA-nya, yang berakhir pada 2012.

Kembali ke CBA, Yi Jianlian berkembang pesat. Dia memenangkan beberapa gelar juara bersama Guangdong Southern Tigers dan menjadi MVP liga.

Kontrak singkatnya dengan Los Angeles Lakers pada 2016 tidak membuahkan hasil, dan dia resmi pensiun pada 2023, menutup karier profesionalnya selama 21 tahun sebagai salah satu pemain paling berprestasi di China.

Sun Yue, seorang guard serbabisa dengan tinggi 6 kaki 9 inci (2,05 meter) yang dipilih oleh Lakers pada 2008, menjadi harapan China berikutnya.

Dia hanya bermain dalam 10 pertandingan pada musim 2008-2009, sebagian besar waktunya dihabiskan di G League, tetapi menjadi bagian dari skuad juara NBA 2009. Sayang, masalah kesehatan dan waktu bermain menyudahi kariernya di NBA.

Sun Yue pun kembali ke China. Dirinya memenangkan dua gelar CBA bersama Beijing Ducks dan mengakhiri kariernya bersama Beijing Royal Fighters, pensiun pada 2021. Pada 2024, kedua tim mengumumkan rencana untuk memensiunkan jersey nomor 9 miliknya.

Hampir 10 tahun kemudian, Zhou Qi, seorang forward/center dengan rentang lengan yang panjang dan kemampuan memblokir tembakan, bergabung dengan Houston Rockets pada 2017.

Dia menunjukkan potensi sebagai pemain defensif, tetapi kesulitan beradaptasi dengan tempo dan fisik NBA. Dia hanya bermain dalam total 19 pertandingan selama dua musim sebelum kembali ke China.

Zhou Qi memulihkan performanya bersama Xinjiang Flying Tigers dan sempat bermain di kompetisi NBL Australia bersama South East Melbourne Phoenix. Kini kembali ke CBA, Zhou Qi masih menjadi bagian penting dari tim nasional China dan liga domestik.

Yang teranyar, pada 2024, NBA menyambut pemain ketujuh dari China Dratan, Cui Yongxi, seorang guard energik dengan tinggi 6 kaki 5 inci (1,95 meter).

Dengan menandatangani kontrak "dua arah" bersama Brooklyn Nets, Cui Yongxi melakukan debutnya di pertandingan pramusim pada 27 Oktober tahun lalu, menunjukkan potensi dengan intensitas pertahanan dan tembakannya.

Sayangnya, cedera robek ACL pada Desember 2024 secara tiba-tiba mengakhiri musim rookie-nya. Namun, perjalanannya belum berakhir. Seperti mereka yang datang sebelumya, Cui Yongxi fokus pada pemulihan untuk kembali lebih kuat.

Kini, sorotan akan beralih ke Hansen. Saat menanti nasibnya di draft, dia tidak hanya mewakili prospek besar China berikutnya, tetapi juga berpotensi menjadi jembatan antara NBA dan negara dengan populasi terbesar di dunia. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menilik-kelompok-eksklusif-pebasket-china-daratan-yang-bermain-di-nba/82823/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.18 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Pebasket China

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Pilihan Editor

  1. 1 Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?
  2. 2

    Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

  3. 3

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  4. 4

    Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

  5. 5

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.