Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Menilik Budaya dan Tradisi Masyarakat Pesisir Barat dalam Menjaga Ekosistem Repong Damar

Menilik Budaya dan Tradisi Masyarakat Pesisir Barat dalam Menjaga Ekosistem Repong Damar

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 April 2024, 16.28 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Menilik Budaya dan Tradisi Masyarakat Pesisir Barat dalam Menjaga Ekosistem Repong Damar
Potensi Pemanenan Getah Damar di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung (29/04/2024. Foto : Instagram @duniaindra.

Potensi Repong Damar Masyarakat Pesisir Barat mendefinisikan Repong Damar sebagai sebidang tanah yang di tanam dengan sistem campuran antara tanaman kehutanan seperti damar (Shorea javanica) dengan tanaman obat dan tanaman pertanian. Repong Damar merupakan sebuah istilah lokal bagi masyarakat Pesisir Barat untuk mendefinisikan hutan buatan yang didominasi oleh tanaman damar dengan jenis tanaman lain di kawasan hutan konservasi. Repong Damar identik dengan sistem agroforestri yang memperhatikan konsep keberlanjutan ekosistem didalamnya. Repong Damar ditetapkan sebagai Kawasan Dengan Tujuan Istimewa (KDTI) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 47//Kpts-II/1998 dengan luas mencapai 29.900 hektar dan dikelola berbasis masyarakat.

Keberadaan Repong Damar pada hutan konservasi memberikan manfaat yang sangat besar terutama oleh masyarakat yang tinggal di sekitar dan di dalam hutan. Masyarakat yang berada di sekitar hutan memiliki ketergantungan terhadap Repong Damar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Penelitian Tahun 2017 mengungkapkan bahwa potensi damar di Pesisir Barat mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat hingga mencapai 65%. Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa bentuk ketergantungan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan terhadap sumber daya alam dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu adat istiadat, budaya, tingkat pendidikan, dan pendapatan penduduk. Keberadaan ekosistem Repong Damar juga dihargai oleh masyarakat Pesisir Barat karena memiliki nilai-nilai luhur yang dipandang dan dianggap suci. Masyarakat sampai sekarang masih mengelola ekosistem Repong Damar dengan berpegang pada pengetahuan yang diwariskan oleh leluhur, mulai dari pembukaan lahan, perawatan tanaman hingga pemasaran getah damar, termasuk dalam proses pengambilan getah damar

IKLAN

Budaya dan Tradisi Masyakarat dalam Menjaga Ekosistem Repong Damar Budaya dan tradisi masyarakat dalam mengelola dan memanfaatan agroforestri Repong Damar di Pesisir Barat dilakukan untuk menjaga ekosistem dan keberlanjutan ekosistem damar sehingga dapat dimanfaatkan secara terus-menerus. Pemanfaatan sistem agroforestri Repong Damar menjadi simbol kearifan lokal yang diwariskan melalui praktik pengambilan getah damar oleh masyarakat hutan adat, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga. Salah satu aspek penting dari kearifan lokal masyarakat pesisir barat adalah larangan keras terhadap penebangan pohon damar secara sembarangan dan secara berlebihan, sehingga prinsip ini dipegang teguh oleh masyarakat di Pesisir Barat. Budaya dan tradisi masyarakat ini diwariskan secara turun-temurun juga dilengkapi dengan ilmu-ilmu baru dari setiap generasi yang menjadi bekal bagi petani damar dalam melakukan upaya budidaya damar.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Studi kasus mengenai budaya dan tradisi lokal masyarakat di Pesisir Barat dalam pemanfaatan sistem agroforestri Repong Damar sudah banyak dilakukan dan terbukti berperan terhadap keberlangsungan hidup masyarakat dan kelestarian hutan adat. Budaya dan tradisi masyarakat merupakan upaya pengelolaan hutan adat Repong Damar di Pesisir Barat, diantaranya yaitu

1. Sistem budidaya perladangan berpindah yang dilakukan secara tradisional dengan melibatkan rotasi tanaman dan tidak menebang pohon damar sehingga tumbuh menyerupai hutan setelah bertahun-tahun dan kelestarian damar akan tetap terjaga.

2. Hukum adat oleh puyang atau leluhur dengan memberikan hukuman kepada siapa saja yang umurnya dibawah 15 tahun dan melakukan perusakan ataupun penebangan pohon damar muda akan mendapat sanksi yaitu menanam bibit pohon damar di lahan tersebut.

IKLAN

3. Masyarakat Pesisir Barat yang meyakini bahwa Repong Damar akan menghasilkan getah berkualitas dan berlimpah apabila mengedepankan etika dalam pengelolaannya. Sehingga hal ini akan berdampak pada keberlanjutan ekosistem damar.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

4. Budaya pranata pewarisan oleh Masyarakat Pesisir Barat melalui aturan-aturan tradisional yang memegang teguh nilai adat dalam pewarisan harta yang mereka miliki dan menjadi simbol status sosial, sehingga pengelolaan damar tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistemnya.

5. Ritual ngababali yang dilakukan untuk mengusir roh-roh halus yang jahat atau meminta izin kepada penunggu lahan pertanian ataupun meminta perlindungan, melalui ritual ini tujuannya untuk melindungi hutan yang ada di sekitarnya.

Ritual Ngebabali di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung (29/04/2024. Foto : Instagram @lietut.

Alasan terpenting masyarakat adat di Pesisir Barat masih tetap menanam pohon damar yaitu karena Repong Damar menjadi mata pencaharian utama masyarakat Pesisir Barat yang kemudian terdapat nilai-nilai, adat, dan juga tradisi yang diwariskan oleh para puyang untuk tetap mengelola Repong Damar sesuai dengan yang diajarkan oleh puyang terdahulu tersebut. Selain itu Repong Damar berfungsi untuk menegaskan klaim atas hak milik lahan yang sudah dibuka.. Budaya dan tradisi ini berasal dari pemikiran serta pengetahuan lokal masyarakat Pesisir Barat yang mengatur tentang praktik pengelolaan sumberdaya alam secara tradisional. Masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat mengelola Repong Damar dengan menerapkan nilai-nilai tradisional, yaitu diatur melalui hukum adat, pewarisan Repong Damar, dan nilai dalam pengelolaan Repong Damar sebagai pedoman untuk tidak melakukan perusakan hutan dan tetap mengelola sebagaimana mestinya.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Disusun oleh Tim Redaksi: Fadela Yunika Sari

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menilik-budaya-dan-tradisi-masyarakat-pesisir-barat-dalam-menjaga-ekosistem-repong-damar/67756/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.12 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.