Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Mengunjungi Patung Buddha Tidur Hingga Berburu Kuliner di Hat Yai

Mengunjungi Patung Buddha Tidur Hingga Berburu Kuliner di Hat Yai

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
11 Maret 2024, 20.11 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Buddha Tidur
Wat Phranon Laem Pho (dok pribadi)

JurnalPost.com - Thailand merupakan salah satu negara tetangga Indonesia yang memiliki pesona keindahan alam yang memikat hati. Kekayaan budayanya juga sangat menarik untuk disaksikan. Jika mendengar kata Thailand, hal yang muncul di benak kita mungkin Kota Bangkok beserta hiruk pikuk khas kota metropolitan. Namun, kali ini, saya ingin mencoba menelusuri destinasi yang baru. Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengunjungi Thailand Selatan, tepatnya Hat Yai yang berada di Provinsi Songkhla. Tak kalah memesona dari Kota Bangkok, Hat Yai dan destinasi wisatanya memiliki daya tarik tersendiri.

Bulan Januari lalu, saya dan teman-teman berlibur ke Hat Yai untuk menjajal pengalaman baru. Dari Jakarta, kami terbang ke Kuala Lumpur dan melanjutkan perjalanan menggunakan mobil van untuk sampai ke Hat Yai. Suasana jalan raya tampak ramai lancar, tetapi tidak ada yang namanya kemacetan. Cuaca yang tadinya cerah sekejap berubah, hujan lebat mengguyur Kuala Lumpur kala itu.

IKLAN

Setelah menempuh perjalanan panjang selama 8 jam, kami tiba di kota tujuan. Selama di Hat Yai, kami ditemani oleh pemandu wisata. Jika ingin berwisata di Thailand, alangkah baiknya menggunakan jasa pemandu wisata. Jangan sampai niat berlibur malah berujung bencana saat kita tersesat di negara orang lain.

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Petualangan pun dimulai. Destinasi pertama kami adalah Wat Phranon Laem Pho. Pukul 8:30 waktu Thailand, kami berangkat ke Wat Phranon Laem Pho. Selama perjalanan, pemandu wisata tak berhenti memberikan informasi seputar negara Thailand dan sejarahnya. Melalui dirinya, saya mengetahui bahwa tempat yang akan kami kunjungi merupakan salah satu Sleeping Buddha terbesar di Thailand Selatan. Kami melintasi Jembatan Tinsulanonda untuk sampai di lokasi yang terletak di daerah Ko Yo, Provinsi Songkhla.

Di kanan kiri jembatan, kami disuguhi pemandangan birunya Danau Songkhla yang terbentang luas. Hingga akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Untuk masuk ke Wat Phranon Laem Pho, pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun. Begitu mobil van memasuki wilayah tempat parkir, saya sudah bisa melihat patung Buddha Tidur yang berwarna kuning. Tak hanya patung Buddha Tidur saja, ada pula patung dari biksu-biksu kenamaan lainnya.

Perjalanan dilanjutkan menuju destinasi kedua, yaitu Samila Beach. Kami harus menaiki kapal untuk menyebrangi pulau dari Ko Yo. Kami begitu antusias saat mobil van memasuki kapal yang sudah dipenuhi oleh beberapa mobil lainnya. Hanya butuh waktu kurang lebih 10 menit karena jarak antarpulau tidak begitu jauh. Perjalanan pun berlanjut. Saat memasuki daerah Pantai Samila, suara debur ombak sudah terdengar. Netra begitu dimanjakan oleh warna putih pasir pantai. Saya duduk di bawah pohon yang rindang bersama desir angin, memandangi ombak biru yang berlarian.

IKLAN

Selain bersantai, pengunjung juga bisa menelusuri Pantai Samila sembari berkuda. Tak perlu khawatir karena kita akan ditemani oleh seorang pemandu saat berkuda. Setelah asyik berfoto bersama patung The Golden Mermaid dan menikmati suasana pantai yang begitu tenang, kami kembali menuju hotel. Berbeda saat pergi menuju Samila Beach, untuk sampai di hotel, kali ini tidak perlu menyebrangi pulau lagi. Jalan yang ditempuh memutari Pulau Ko Yo dan Danau Songkhla. Perjalanan menuju hotel, saya habiskan dengan memandangi jalanan sekitar.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pada malam harinya, kami memutuskan untuk menuju kawasan Pasar Asean, salah satu sentra kuliner di Hat Yai. Rasanya seperti ada yang kurang bila mengunjungi Thailand, tapi tidak menaiki kendaraan roda tiga yang sangat ikonik. Ya, tuktuk. Untungnya, ada beberapa tuktuk yang sudah siap sedia di depan hotel. Kami menyewa satu buah tuktuk. Satu orang dikenai biaya 20 baht. Kesempatan yang menyenangkan bisa menjelajahi jalanan di Hat Yai menggunakan tuktuk. Apalagi, di malam hari sambil ditemani gemerlap lampu-lampu gedung. Sisi kanan kirinya terbuka dan tidak tertutupi apapun, saya dapat melihat bangunan-bangunan dan kondisi jalanan yang ramai malam itu. Canda tawa kami menambah keseruan perjalanan menuju Pasar Asean.

ASEAN Night Market ASEAN Night Market, Hat Yai (dok pribadi)

Sesampainya di sana, kami langsung disambut landmark bertuliskan ASEAN yang berukuran besar. Pasar Asean terdiri dari dua lantai, lantai pertama dikhususkan untuk berjualan baju, sepatu, dan souvenir lainnya. Di lantai dua, kita dapat menjumpai berbagai kuliner yang unik dan pastinya enak, seperti aneka seafood, Pad Thai, sushi, aneka jus, dan masih banyak lagi. Saya mencoba semangkuk tom yum. Rasanya lebih asam dari tom yum yang ada di Indonesia dan tentu saja lebih nikmat jika dimakan di negara asalnya.

Asean Night Market menjadi akhir dari perjalanan saya di Hat Yai. Suasana Hat Yai yang menenangkan menambah kesan tersendiri bagi saya. Jika berencana untuk berlibur ke Thailand, Hat Yai dapat menjadi salah satu kota yang wajib kalian kunjungi.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Penulis: Alexandre Rachel Lowu, mahasiswa SV IPB University

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengunjungi-patung-buddha-tidur-hingga-berburu-kuliner-di-hat-yai/65974/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.42 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

Pilihan Editor

  1. 1 Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas
  2. 2

    MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

  3. 3

    Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

  4. 4

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  5. 5

    Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.