Oleh: Farrel Wiratama Raisyah Nurman Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB
JurnalPost.com - Rencana menuju pantai Sawarna sudah direncanakan dua hari sebelumnya. Namun, kami sempat mengalami kebuntuan sebelum keberangkatan. “Apakah perjalanan ini akan jadi dilaksanakan?” kataku dalam hati. Menjelang tanggal keberangkatan yang ditetapkan pun masih belum ada pergerakan. Sampai pada pagi hari, tepatnya pada tanggal 3 Februari 2024 kami semua akhirnya berkumpul. Kami bersepuluh memulai perjalanan dari kosan tempat biasa kami berkumpul.
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, matahari sedang menuju fase panas-nya. Kami berangkat melewati Jalur Timur. Jalur ini melewati Bogor – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna. Jarak yang ditempuh sekitar 130 kilometer dengan estimasi sampai sekitar 3 jam 30 menit. Lumayan jauh dan lama jika hanya dibayangkan. Sekitar pukul 12 siang, kami berhenti sejenak di Indomaret daerah Cikidang. Kami beristirahat setelah menempuh hampir setengah perjalanan. Kami juga melakukan makan siang dan ibadah sholat Dzuhur bagi yang melaksanakannya. Selang satu jam kemudian, kami mulai berangkat melanjutkan perjalanan. Hati Kembali ceria ketika perut sudah mulai terisi. Hamparan angin dan sinar matahari yang tidak terlalu panas pun membawa perasaan menyegarkan.
Singkat cerita, kami sudah sampai di area Pelabuhan Ratu. Ketika sudah berada di area pantai, hujan pun turun rintik-rintik hingga deras sejadi-jadinya. Kami berteduh di villa yang sudah terbengkalai namun tidak terlalu kotor. Kami berteduh sekaligus beristirahat untuk kedua kalinya. Lalu ketika hujan sudah mulai reda, kami melanjutkan perjalanan untuk mengejar waktu sebelum senja di pantai Sawarna. Kami terus menyisir jalanan pantai hingga melewati batas Provinsi Jawa Barat menuju Provinsi Banten. Tak ada lagi kendaraan yang ramai lalu-lalang di jalanan ini. Jalanan yang berliku-liku membuat kami waspada dan hati-hati. Jalan yang berlubang, turunan dan tanjakan curam kerap ditemui di beberapa titik jalan ini. Rasanya ingin cepat sampai karena tubuh sudah mulai lelah beberapa jam mengemudi sepeda motor.
Sampai suatu ketika, kami menemui persimpangan jalan dan berhenti sejenak untuk bertanya kepada penduduk setempat, kemana arah menuju Pantai Sawarna. Ternyata pantai yang kami tuju tidak jauh lagi dari sana. “Sebentar lagi a didepan” kata penduduk setempat yang kami tanya. Mendengar perjalanan yang hampir sampai, kali ini kami mengendarai sepeda motor cukup santai dan tidak terburu-buru. Di kanan-kiri jalan, tumbuh pohon-pohon kelapa yang seakan-akan menjadi petunjuk bahwa pantai sudah dekat. Kami akhirnya tiba di area Pantai Sawarna sekitar pukul 4 sore.
Setiap orang membayar sebesar 10 Ribu untuk biaya masuk. Sampai disana kami mencari tempat tinggal sementara, untuk menyimpan barang-barang yang dibawa. Kami menyewa dengan harga 300 ribu permalam. Dengan kapasitas muat untuk menampung kami istirahat dan barang-barang. Lalu setelah itu, kami pun menikmati senja dan suasana pantai sambil bermain pasir. Tidak lupa mengabadikan momen-momen kebersamaan. Sampai tiba saatnya matahari tenggelam. Kami mulai memikirkan makan malam. Kami pun mencari ikan untuk dibakar, yang mana membeli ikan dari nelayan lokal yang tidak jauh dari Pantai. Ikan yang dijual masih segar seperti baru ditangkap tadi pagi. Lalu, kami pun meliwet nasi dan membakar ikan yang tadi sudah dibeli. Kami makan malam, sambil menikmati malam itu berakhir dengan saling bercerita mengenai kehidupan.
Keesokan paginya, kami menjelajahi gua-gua yang ada di Pantai Sawarna. Goa Langir dan Goa Harta Karun. Goa Langir merupakan Goa yang paling besar yang berada di Kawasan Pantai Sawarna. Tingginya mencapai 10 meter dan lebarnya 3 meter. Jalur goa ini cukup panjang, tapi menurut pengelola jalur sudah tertutup longsor. Makanya, kami hanya bisa menjelajah sebentar. Selepas dari Goa, kami mandi di pantai sambil menikmati udara segar di Pantai Sawarna. Pengunjung cukup ramai dikarenakan libur Panjang. Selesai mandi, kami pun membilas badan kami lalu tidak lupa untuk ngopi dan menyantap Mie Instan untuk sarapan. Kebetulan penginapan kami dekat dengan warung yang buka 24 Jam. Kami pun menikmati hari itu.
Siang harinya kami bergegas merapikan barang-barang kami untuk bersiap pulang. Dikarenakan jam Checkout kami yaitu jam 12 siang. Kami pun makan siang terlebih dahulu sebelum pulang. Lalu, menjelajah pesisir pantai Kembali untuk melakukan swafoto Bersama dalam rangka mengabadikan momen-momen kami. Saya sempat mewawancara tukang bakso keliling mengenai dampak libur Panjang terhadap penjualan bakso. Tukang bakso itu Bernama Pak Sofyan. Beliau sudah sering berjualan didaerah Pantai Sawarna. Beliau mengatakan bahwa libur Panjang tentu mempengaruhi penjualan baksonya. Menurut saya dengan harga per porsi 10 Ribu, rasa yang dihadirkan sudah cukup lezat. Beliau terkadang pulang lebih cepat di sore hari jika baksonya sudah habis terjual. Lalu, saya sempat berpamitan dan izin untuk mengambil fotonya lalu pulang seusai menyantap bakso dan berfoto-foto dengan pemandangan yang dihadirkan Pantai Sawarna yang begitu indahnya.
Kami baru pulang seusai hujan gerimis yang mengguyur daerah Pantai Sawarna tepatnya pukul 4 Sore. Perjalanan pulang dilakukan cukup santai dan kami pun berjanji untuk berhenti di Pom Bensin Ketika berada di daerah Pelabuhan Ratu. Pemandangan Pelabuhan Ratu juga cukup indah dengan kapal-kapal yang terbentang di sepanjang pesisir. Di Pom Bensin kami sempat istirahat sejenak. Lalu Kembali melanjutkan perjalanan melewati jalur Cikidang Kembali. Jalanan yang dilalui cukup curam karena sehabis hujan. Beberapa dari kami sempat mengalami kendala pada kendaraannya. Untungnya Ridho yang seorang mekanik dengan sigap membereskan masalah pada Motor Ervan yang mengalami masalah.
Lalu kami melanjutkan perjalanan Kembali hingga kami beristirahat di warung pecel lele di daerah Parungkuda. Ini dilakukan setelah melewati jalan Exit Tol Cigombong yang mengalami kemacetan karena libur Panjang. Kami cukup lahap menyantap makanan dikarenakan faktor Lelah dalam berkendara dari Pantai Sawarna. Kami baru sampai di tempat awal keberangkatan yaitu sekitar pukul 8 malam. Beberapa dari kami beristirahat lalu beberapa ada yang langsung bergegas Kembali kerumahnya. Perjalanan kali ini menjadi pengalaman kami yang menyenangkan sekaligus menenangkan, Pantai Sawarna akan selalu menjadi tempat yang sangat cocok untuk liburan bagi semua orang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda