JurnalPost.com - Pendidikan adalah hal mendasar dalam proses pembentukan masa depan yang cerah bagi setiap individu. Di dalamnya, keterampilan membaca dan menghitung memiliki peran yang sangat penting. Kemampuan ini tidak hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga memperkuat landasan belajar yang kuat bagi anak-anak. Namun, untuk mencapai tingkat literasi dan numerasi yang dharapkan, diperlukan upaya kolektif dan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk peran aktif anak muda.
Selain itu, anak muda juga dapat menjadi fasilitator dalammembantu pembentukan dan juga membangun kesadaran akan pentingnya literasi dan numerasi pada anak-anak SD. Dalam hal ini, anak muda berperan sebagai jembatan yang menginspirasi dan mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian dan dukungan dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak SD.
Sama halnya dengan yang dilakukan beberapa Mahasiswa/i Universitas Sumatera utara yang mengikuti Kampus Mengajar Mitra USU pada beberapa SD di Kota Medan. Salah satunya Miranda Agnelya Naibaho, seorang Mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial yang mengikuti kegiatan ini di SD NEGERI 068344 Jl.jahe X Perumnas Simalingkar. Dengan menerapkan beberapa metode belajar yang mudah dan dapat meningkatkan rasa tertarik anak-anak untuk belajar, seperti:
● Menerapkan sistem mentoring secara personal kepada anak yang membutuhkan waktu lebih dari pada teman-temannya yang lain untuk belajar. Memberikan bantuan pribadi kepada anak-anak yang membutuhkan bimbingan tambahan. Metode ini sangat membantu anak-anak SD memahami konsep-konsep yang sulit, meningkatkan kepercayaan diri mereka, dan memberikan motivasi untuk belajar lebih giat lagi.
● Menerapkan pelajaran dengan bantuan teknologi seperti Ipad untuk meningkatkan semangat belajar mereka. Mengajak mereka untuk menyelesaikan beberapa soal sederhana dalam bentuk yang lebih menarik dan secara tidak langsung meningkatkan pengetahuan mereka dalam tekonologi.
● Membentuk kelompok belajar dengan mengumpulkan anak-anak SD yang memiliki minat dan kesulitan yang sama dalam membaca dan menghitung. Melalui kelompok belajar ini, Ia memfasilitasi diskusi dan pertukaran pengetahuan antar sesama anak-anak SD sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menghitung.
● Membuka akses terhadap bahan bacaan, dengan membantu mengkoordinir pembersihan dan penyusunan kembali buku-buku yang ada di Sekolah. Dengan memberikan akses yang lebih mudah terhadap bahan bacaan yang bervariasi, Ia dapat membantu meningkatkan minat baca dan kemampuan membaca anak-anak SD.
Dalam penutup, peran anak muda dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak SD adalah sangat penting. Melalui berbagai langkah yang telah dijelaskan sebelumnya, seperti menjadi mentor, memfasilitasi teknologi, mengorganisir kelompok belajar, bekerja sama dengan sekolah, dan menyediakan akses terhadap bahan bacaan, anak muda dapat memberikan dampak yang sangat berarti bagi para siswa/i.
Anak muda memiliki energi, kreativitas, dan semangat untuk berbagi pengetahuan kepada generasi muda terlebih anak SD. Dengan menjadi perpanjangan tangan bagi guru dan keluarga, mereka dapat membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan menyenangkan. Melalui kontribusi mereka, anak-anak SD dapat meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi mereka, yang merupakan pondasi penting dalam pembelajaran sepanjang hidup.
Selain itu, melalui interaksi anak muda dengan anak-anak SD, anak muda juga dapat membangun koneksi yang lebih erat dan menginspirasi mereka untuk bercita-cita lebih tinggi. Dalam prosesnya, anak muda juga akan mengembangkan keterampilan kepemimpinan, empati, dan kolaborasi yang berharga bagi anak anak SD.
Dengan demikian, peran anak muda dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak SD tidak bisa diabaikan lagi. Dalam melakukan kontribusinya, anak muda juga akan merasakan kepuasan dan pengembangan diri yang berarti. Mari kita bersama-sama mendukung dan memberikan ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam upaya ini, sehingga kita dapat menciptakan generasi yang kuat dalam literasi dan numerasi, yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Miranda Agnelya Naibaho Mahasiswi Universitas Sumatera Utara
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda