JurnalPost.com – Kegiatan pembuatan kerajinan tangan menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta imajinasi anak sejak dini. Hal tersebut diterapkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah Al-Fathimiyah.
Kegiatan bertema “Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Pembuatan Kerajinan di Lingkungan Sekolah Al-Fathimiyah” tersebut dilaksanakan pada 14 Juni 2025. Pelatihan diikuti oleh 22 siswa serta satu guru pendamping dari Yayasan Pendidikan Qur’an Fathimiyah Mitra.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada aktivitas kreatif yang tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga pada proses pengembangan kemampuan berpikir dan keterampilan.
Gambar 1. Foto pelatihan bersama siswa-siswi Sekolah Al-Fathimiyah.
Sumber: Dokumentasi pribadi
Pelatihan pembuatan kerajinan dirancang untuk mendorong siswa agar lebih berani mengeksplorasi berbagai ide. Anak-anak juga dilatih untuk menyelesaikan persoalan secara kreatif serta menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan estetika.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan sebagian berasal dari barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pemanfaatan bahan tersebut sekaligus memberikan pemahaman kepada peserta bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat diolah menjadi produk kreatif dan bermanfaat.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan diawali dengan tahap persiapan dan sosialisasi. Pada tahap ini dilakukan penentuan lokasi kegiatan, pengamatan kondisi lapangan, serta penyusunan materi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Setelah proses persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan, termasuk botol plastik dan kain perca.
Materi disampaikan melalui penjelasan mengenai jenis bahan, fungsi masing-masing perlengkapan, serta tahapan pembuatan kerajinan. Setelah memperoleh penjelasan dasar, peserta menyaksikan demonstrasi pembuatan kerajinan secara langsung.
Proses tersebut meliputi pemotongan bahan, pembuatan dan penggambaran pola, proses penempelan, hingga tahap menghias karya sesuai kreativitas masing-masing peserta.
Selain demonstrasi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh siswa untuk bertanya mengenai teknik pembuatan maupun mengembangkan ide kerajinan yang ingin mereka hasilkan.
Seluruh rangkaian kegiatan turut didokumentasikan melalui foto dan video. Setelah pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi serta penyusunan tindak lanjut. Hasil kegiatan juga dipublikasikan melalui Jurnal Wikrama Parahita.

Mengembangkan Kreativitas Melalui Prakarya
Metode utama yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pendekatan pembelajaran prakarya. Metode tersebut meliputi tahapan observasi atau eksplorasi, perencanaan dan desain, proses produksi, hingga refleksi terhadap hasil karya.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya mengikuti contoh yang diberikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan gagasan berdasarkan kemampuan dan kreativitas masing-masing.
Pada tahap praktik, siswa mulai mengolah berbagai bahan yang telah tersedia menjadi karya kerajinan. Mereka dapat menentukan bentuk, hiasan, hingga penyelesaian akhir sesuai dengan ide yang dikembangkan selama kegiatan.
Materi pelatihan juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan sehingga siswa dapat memahami bahwa kreativitas dapat dikembangkan dari benda-benda sederhana yang tersedia di sekitar mereka.
Penggunaan bahan bekas dalam pembuatan kerajinan turut memberikan pengalaman kepada peserta mengenai cara mengubah barang yang semula dianggap tidak terpakai menjadi produk yang memiliki fungsi serta nilai estetika.
Mendorong Kemandirian dan Semangat Berkreasi
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis prakarya dapat menjadi sarana untuk melatih keterampilan praktis sekaligus kemampuan berpikir kreatif anak.
Melalui proses membuat kerajinan secara langsung, peserta belajar mengembangkan ide, mengikuti tahapan pekerjaan, menghadapi kendala selama proses pembuatan, serta menyelesaikan karya hingga tahap akhir.
Suasana pelatihan yang interaktif juga membuat siswa dapat belajar sambil berkreasi. Mereka tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi langsung mengaplikasikan pengetahuan tersebut menjadi sebuah produk nyata.
Kegiatan pembuatan kerajinan di lingkungan Sekolah Al-Fathimiyah diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang terus dikembangkan. Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam membuat karya, aktivitas semacam ini juga dapat membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, ketekunan, serta keberanian anak dalam menuangkan ide.
Dengan adanya kegiatan tersebut, kreativitas anak tidak hanya berkembang melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam menciptakan karya yang bermanfaat dan memiliki nilai keindahan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda