Oleh: Fajar Kholillulloh
JurnallPost.com - Kemajuan teknologi keuangan membuat masyarakat semakin mudah melakukan transaksi. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti ancaman penipuan online yang semakin beragam. Kelompok masyarakat dengan literasi digital yang terbatas menjadi salah satu pihak yang rentan menjadi korban.
Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Jenderal Soedirman melakukan edukasi literasi keuangan digital kepada jamaah Masjid Baitul Muslim, Dusun Timbang, Desa Kebanggan, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan penjelasan mengenai keamanan transaksi digital, tetapi juga menggunakan simulasi untuk mengenalkan berbagai modus penipuan online. Jamaah diajak mengenali ciri-ciri penipuan sehingga dapat lebih berhati-hati ketika menerima pesan, tautan, maupun tawaran transaksi yang mencurigakan.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jamaah. Setelah edukasi, sebagian besar peserta mampu mengenali dan menyebutkan karakteristik utama penipuan digital. Yang menarik, masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah. Masjid juga dapat menjadi ruang edukasi masyarakat untuk menghadapi persoalan sosial yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Dalam konteks ini, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, memeriksa informasi, menjaga data pribadi, dan mengambil keputusan sebelum melakukan transaksi digital.
Upaya tersebut semakin penting karena modus penipuan terus berkembang. Masyarakat tidak cukup hanya diberi peringatan agar “hati-hati”, tetapi perlu dibekali kemampuan praktis untuk mengenali bagaimana sebuah penipuan bekerja.
Pengalaman di Masjid Baitul Muslim menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat perlindungan masyarakat di tengah semakin luasnya penggunaan layanan keuangan digital.
Masjid, dengan kedekatannya terhadap masyarakat, memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi. Di era digital, menjaga jamaah bukan hanya tentang menjaga keamanan dalam beribadah, tetapi juga membantu mereka tetap aman ketika beraktivitas di ruang digital.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda