Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. KETIKA SCROLL TIDAK BERUJUNG: MENJAGA MINDFULNESS DAN FOCUS DI ERA DIGITAL

KETIKA SCROLL TIDAK BERUJUNG: MENJAGA MINDFULNESS DAN FOCUS DI ERA DIGITAL

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
16 Agustus 2026, 13.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Doomscrolling
Oleh: Laila Endang Sholihah – Mahasiswa Universitas Siber Asia JurnalPost.com - “Sebentar saja buka TikTok.” Kalimat sederhana tersebut sering kali berubah menjadi aktivitas selama puluhan menit. Satu video berganti dengan video lainnya, kemudian dilanjutkan dengan membaca komentar, melihat berita, dan membuka media sosial lainnya. Tanpa disadari, waktu berlalu dan perhatian kita telah berpindah jauh dari aktivitas yang sebelumnya ingin dilakukan. Fenomena ini berkaitan dengan doomscrolling, yaitu kebiasaan menggulir konten secara terus-menerus, terutama informasi yang negatif atau mengkhawatirkan. Fenomena tersebut semakin relevan di tengah penggunaan media sosial dan video pendek yang semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian yang diterbitkan di Indonesia pada Januari 2026 secara khusus mengkaji pengalaman doomscrolling mahasiswa dalam kehidupan akademik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa fenomena ini menjadi bagian dari pengalaman digital mahasiswa dan menarik untuk dikaji lebih lanjut dalam kaitannya dengan kehidupan akademik. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan penting: apakah kita masih benar-benar mengendalikan perhatian kita, atau justru perhatian kita yang sedang dikendalikan oleh kebiasaan digital?

Ketika Perhatian Menjadi Terpecah

Media sosial memberikan rangsangan baru secara terus-menerus. Setelah satu video selesai, video berikutnya langsung tersedia. Notifikasi, pesan, berita, dan rekomendasi konten membuat seseorang mudah berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Penelitian sebelumnya mengenai penggunaan video pendek pada mahasiswa menemukan adanya hubungan antara kecenderungan penggunaan video pendek secara adiktif dengan prokrastinasi akademik. Dalam penelitian tersebut, attentional control menjadi salah satu faktor yang menjelaskan hubungan tersebut. Fenomena ini bukan berarti setiap orang yang menonton TikTok atau Instagram Reels akan mengalami gangguan fokus. Video pendek juga dapat memberikan manfaat sebagai hiburan, sumber informasi, bahkan media pembelajaran. Namun, persoalan muncul ketika konsumsi konten dilakukan tanpa kesadaran dan sulit dihentikan. Dengan kata lain, masalahnya bukan semata-mata teknologinya, tetapi bagaimana manusia menggunakan teknologi tersebut.

Mindfulness: Belajar untuk Hadir

Dalam situasi seperti ini, konsep mindfulness menjadi penting. Mindfulness dapat dipahami sebagai kemampuan untuk memberikan perhatian secara sadar terhadap apa yang sedang dilakukan dan dialami. Sederhananya, ketika sedang belajar, kita benar-benar hadir untuk belajar. Ketika berbicara dengan orang lain, kita benar-benar mendengarkan. Ketika makan, kita menikmati makanan tanpa terus-menerus memeriksa telepon. Mindfulness mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dari kebiasaan otomatis. Sebelum membuka media sosial, misalnya, kita dapat bertanya kepada diri sendiri: “Apa tujuan saya membuka aplikasi ini?” Jika memang ingin mencari informasi atau berkomunikasi, gunakan sesuai kebutuhan. Namun, jika kita menyadari bahwa kita hanya membuka media sosial karena bosan dan kemudian terus melakukan scrolling tanpa tujuan, mungkin sudah saatnya mengambil jeda.

Focus sebagai Bentuk Pengendalian Diri

Selain mindfulness, focus juga menjadi kemampuan yang semakin penting dalam kehidupan digital. Mahasiswa membutuhkan fokus untuk membaca, belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas, dan berpikir kritis. Namun, lingkungan digital membuat perhatian mudah terpecah. Perlu dipahami bahwa kemampuan fokus bukan berarti seseorang harus bekerja atau belajar tanpa istirahat. Fokus berarti mampu menentukan apa yang penting dan memberikan perhatian yang cukup terhadap hal tersebut. Karena itu, beberapa kebiasaan sederhana dapat dilakukan, seperti mematikan notifikasi yang tidak penting, mengurangi penggunaan telepon ketika sedang belajar, melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu (monotasking), serta menyediakan waktu tanpa perangkat digital. Kajian terbaru pada 2026 juga menekankan pentingnya mengurangi gangguan digital, mengatur notifikasi, monotasking, istirahat, dan mindfulness untuk membantu membangun kembali kemampuan fokus.

Mindfulness dalam Perspektif Estetika Humanisme

Mindfulness bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga dengan bagaimana manusia menghargai dirinya sendiri dan orang lain. Ketika seseorang berbicara kepada kita dan kita meletakkan telepon untuk mendengarkannya, kita sedang memberikan penghargaan terhadap orang tersebut. Ketika kita belajar dengan sungguh-sungguh, kita sedang menghargai kesempatan untuk berkembang. Ketika kita berhenti sejenak dari dunia digital dan menikmati lingkungan sekitar, kita sedang memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk merasakan kehidupan secara lebih utuh. Inilah nilai human literacy. Manusia tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu memahami dirinya, mengendalikan perhatian, mengelola kebiasaan, serta menjaga hubungan dengan orang lain. Teknologi seharusnya membantu manusia menjalani kehidupan, bukan mengambil alih perhatian manusia. Fenomena doomscrolling menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru terhadap kemampuan manusia dalam mengelola perhatian. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena tersebut telah menjadi perhatian dalam kehidupan akademik mahasiswa, sementara penelitian mengenai video pendek juga menunjukkan kaitannya dengan pengendalian perhatian dan prokrastinasi. Dalam perspektif Mindfulness and Focus, solusi terhadap persoalan tersebut bukan berarti manusia harus meninggalkan teknologi. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran dalam menggunakannya. Kita boleh menggunakan media sosial, tetapi tidak harus selalu menggunakannya. Kita boleh mengikuti perkembangan informasi, tetapi tidak harus mengetahui semuanya. Kita boleh menikmati hiburan digital, tetapi tetap perlu menyediakan waktu untuk hadir dalam kehidupan nyata. Pada akhirnya, mindfulness mengajarkan kita untuk hadir, sedangkan focus mengajarkan kita untuk memilih apa yang layak mendapatkan perhatian. Di tengah dunia yang semakin ramai oleh notifikasi dan informasi, kemampuan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan benar-benar hadir mungkin justru menjadi salah satu bentuk kemanusiaan yang paling penting.

Daftar Pustaka

Cahya, R. D. W., & Khoirunnisa, R. N. (2026). Doomscrolling dalam kehidupan akademik mahasiswa: Studi fenomenologi. Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Fitriani, L. A. (2026). Dampak doomscrolling terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa di Era Digital : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi. Xie, J., dkk. (2023). The effect of short-form video addiction on undergraduates’ academic procrastination: The mediating role of attentional control. Frontiers in Psychology. How to rebuild your broken attention span. (2026). Vox.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketika-scroll-tidak-berujung-menjaga-mindfulness-dan-focus-di-era-digital/97189/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.51 WITA

  • #Universitas Siber Asia

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga
  2. 2

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  3. 3

    Awali Hari dengan Salat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi, MAN 1 Bulukumba Tanamkan Semangat Sehat Lahir dan Batin

  4. 4

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  5. 5

    Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.