- What (apa) yang dinilai, yaitu prestasi kerja, perilaku, kesetiaan, kejujuran, kerja sama, kepemimpinan, loyalitas saat sekarang, potensi akan dating, sifat, dan hasil kerjanya
- Why (mengapa) dinilai, yaitu untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan, kepentingan, pengembangan, dan lain-lain.
- Where (di mana) dinilai, ysitu didalam atau diluar pekerjaan
- When (kapan) dinilai, yaitu secara periodik (formal) dan secara terus-menerus (informal)
- Who (siapa) yang menilai, yaitu atasan langsung, atasan dari atasan langsungnya, dan atau suatu tim yang dibentuk di perusahaan f. How (bagaimana) penilaiannya, yaitu dengan metode tradisional atau metode modern”.
- Menilai efektifitas fungsi SDM atau ukuran seberapa jauh tingkat ouput, kebijakan serta prosedur dari organisasi.
- Menilai apakah program fungsi SDM berjalan atau tidak, yang dimaksudkan untuk melihat keberlangsungan program fungsi tersebut.
- Memastikan ketaatan program/ aktivitas SDM terhadap ketentuan hukum, peraturan dan kebijakan yang berlaku di perusahaan.
- Mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan kan dalam menunjang kontribusi terhadap perusahaan.
- Merumuskan beberapa langkah perbaikan jika dirasa perlu.
- Selain tujuan yang ingin dicapai manfaat dilakukannya audit SDM yaitu:
- Mengidentifikasi kontribusi dari departemen SDM terhadap organisasi.
- Meningkatkan citra professional departemen SDM.
- Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih tinggi karyawan departemen SDM.
- Memperjelas tugas-tugas dan tanggung jawab departemen SDM.
- Mendorong terjadinya keragaman kebijakan dan praktek-praktek SDM.
- Menemukan masalah-masalah kritis dalam bidang SDM.
- Memastikan ketaatan terhadap hukum dan peraturan, dalam praktik Sumber daya manusia.
- Menurunkan biaya SDM melalui prosedur SDM yang lebih efektif.
- Meningkatkan keinginan untuk berubah dalam departemen SDM.
- Memberikan evaluasi yang cermat terhadap sistem informasi Sumber daya manusia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda