JurnalPost.com - Fenomena bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi persoalan serius karena dapat mengganggu perkembangan psikologis, akademik, maupun karakter anak. Menyadari pentingnya edukasi sejak dini, mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying dan pembuatan mading edukatif di SD Negeri Gunungsari 01, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program PMM yang berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMM, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Dini Kurniawati, S.T., M.T.. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menolak perilaku tersebut di lingkungan sekolah.
Kamis, 24 Juli 2025 sosialisasi dilaksanakan secara interaktif dengan menggabungkan berbagai metode pembelajaran. Selain diskusi ringan dan permainan edukatif, mahasiswa juga menayangkan cuplikan video pendek yang berisi ilustrasi perilaku bullying serta pesan moral tentang pentingnya saling menghormati. Tayangan video ini terbukti menarik perhatian siswa karena memberikan gambaran konkret mengenai situasi yang mungkin mereka jumpai sehari-hari.
Setelah menonton, siswa diajak untuk berdiskusi mengenai isi video, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan mudah dipahami. Seorang siswa kelas VI, misalnya, berkata, “Saya jadi tahu kalau mengejek teman itu bisa bikin dia sedih sekali. Mulai sekarang saya tidak mau mengejek lagi,” ujarnya dengan penuh antusias. Kutipan sederhana tersebut menunjukkan bahwa pesan kegiatan benar-benar tersampaikan dan dipahami oleh anak-anak.

Sebagai tindak lanjut, tim PMM pada Kamis, 14 Agustus mengajak siswa membuat mading anti-bullying yang berisi pesan moral dalam bentuk tulisan, gambar, serta slogan kreatif. Dengan penuh antusias, siswa menempelkan karya mereka, mulai dari slogan sederhana seperti “Stop Bullying” hingga ilustrasi kebersamaan yang menggambarkan sikap saling menghargai. Mading ini kemudian dipasang di ruang publik sekolah agar dapat dibaca oleh semua warga sekolah sebagai kampanye berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wali kelas VI, Ibu Ina, menyampaikan kegembiraannya karena siswa sangat antusias dan semakin berani menyampaikan pendapat setelah mengikuti kegiatan.
Adapun tim PMM yang melaksanakan kegiatan terdiri dari empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yaitu Vandha Eka Cahyaningtyas, Alvinanda Rizky Rahmadina, Nasywa Nuria Fadhilah, dan Siti Nurlailatul Mufidah. Dengan semangat kolaborasi, mereka berbagi peran dalam menyampaikan materi, mendampingi diskusi, menayangkan video, hingga memfasilitasi pembuatan mading. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pembuatan mading ini, mahasiswa UMM berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya bullying serta pentingnya sikap saling menghormati. Program ini menjadi wujud nyata bahwa pendidikan karakter dapat dibangun dengan pendekatan kreatif, partisipatif, dan humanis, sekaligus menjadi bukti hilirisasi hasil penelitian kampus yang bermanfaat bagi masyarakat desa.
Penulis : Alvinanda Rizky Rahmadina, Universitas Muhammadiyah Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda