SURABAYA, JurnalPost.com — Rumah Bahasa Surabaya, fasilitas layanan publik gratis milik Pemerintah Kota Surabaya yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso No. 15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, kembali menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam program pemberdayaan literasi bahasa masyarakat.
Salah satunya adalah Siti Nur Aisyah Gumalis, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Rumah Bahasa Surabaya selama tiga bulan, sejak 15 Januari hingga 17 April 2026.
Selama masa magang, Ais berperan sebagai relawan pengajar atau volunteer Bahasa Inggris. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan administratif dan pelayanan publik di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Surabaya.
Rumah Bahasa Surabaya sendiri diresmikan pada 4 Februari 2014 oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Tri Rismaharini. Kehadirannya menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam mempersiapkan warga menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku pada 2015.
Berlokasi di kompleks Balai Pemuda, Rumah Bahasa Surabaya menawarkan pelatihan berbagai bahasa asing secara gratis. Beberapa di antaranya adalah Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, Mandarin, Thailand, Jerman, Belanda, Rusia, serta kelas Bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Program tersebut terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, tenaga kesehatan, aparat TNI/POLRI, karyawan berbagai sektor, sopir, petugas parkir, pelajar SMA/SMK, hingga mahasiswa. Meski memprioritaskan warga ber-KTP Surabaya, peserta dari luar kota tetap dapat mendaftar dengan menunjukkan bukti aktivitas kerja atau pendidikan di Surabaya.
Selama menjalani magang, kegiatan Ais terbagi dalam beberapa peran. Ia rutin membantu administrasi Rumah Bahasa, seperti pendaftaran dan pendataan peserta, menjaga layanan PISA atau Pusat Informasi Sahabat Anak, serta mengajar kelas Bahasa Inggris baik secara tatap muka maupun daring.
Dalam proses mengajar, Ais menerapkan metode interaktif seperti permainan edukatif, diskusi ringan, dan latihan percakapan atau speaking practice. Metode tersebut diterapkan agar peserta lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Selain mengajar, Ais juga mendampingi program kelas kunjungan atau school visit dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa. Salah satunya adalah kunjungan dari UPBA UINSA menjelang akhir masa magangnya. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berkeliling fasilitas edukatif di kawasan Balai Pemuda, seperti Perpustakaan Balai Pemuda, PISA, dan Museum Bawah Tanah.
Tak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran, Ais juga turut dilibatkan dalam dokumentasi dan publikasi kegiatan. Ia membantu pengambilan video live report kegiatan kelas kebudayaan Rusia, pembuatan konten “Meet Our Participant”, hingga video dokumentasi untuk kebutuhan media promosi Rumah Bahasa Surabaya.
Di balik pengalaman tersebut, sejumlah tantangan turut mewarnai proses magang. Salah satunya adalah perbedaan tingkat kemampuan Bahasa Inggris antarpeserta dalam satu kelas. Kondisi ini kerap membuat proses pembelajaran kurang merata.
Untuk mengatasinya, tutor menerapkan metode pembelajaran yang lebih fleksibel, termasuk melibatkan peserta yang lebih mahir untuk membantu teman lainnya melalui diskusi kelompok.
Tantangan lain yang dihadapi adalah rendahnya rasa percaya diri sebagian peserta saat praktik berbicara. Banyak peserta merasa takut salah atau malu ketika diminta berbicara dalam Bahasa Inggris. Rumah Bahasa Surabaya menyiasati hal tersebut dengan menciptakan suasana belajar yang santai melalui permainan, ice breaking, dan latihan percakapan sederhana.
Sementara itu, keterbatasan waktu pada kelas kunjungan yang berdurasi singkat diatasi dengan pemilihan materi yang sederhana, namun tetap memaksimalkan porsi latihan berbicara.
Bagi Ais, pengalaman magang di Rumah Bahasa Surabaya menjadi ruang untuk mengaplikasikan teori kebahasaan dan metode pengajaran yang telah dipelajari di bangku kuliah. Selain itu, kegiatan tersebut juga mengasah keterampilan interpersonal dan profesionalisme dalam berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia berharap Rumah Bahasa Surabaya dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, menerapkan pengelompokan peserta berdasarkan tingkat kemampuan secara lebih terstruktur, serta mempererat kerja sama dengan mahasiswa magang agar manfaat program dapat dirasakan lebih maksimal oleh masyarakat Surabaya.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan pendaftaran Rumah Bahasa Surabaya dapat diakses melalui situs resmi rumahbahasa.surabaya.go.id.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda