BANTUL, JurnalPost.com — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi serta pameran poster anti-bullying di SD Muhammadiyah Bantul Kota.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengenalkan kepada siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.
Sosialisasi dilakukan di sejumlah kelas dengan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang dapat dialami korban, hingga contoh perilaku yang perlu dihindari dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif. Mahasiswa menyisipkan permainan berhadiah agar siswa lebih terlibat dan tidak mudah bosan selama mengikuti kegiatan.
Pada akhir sesi, siswa diminta menuliskan harapan mereka mengenai lingkungan sekolah yang bebas dari bullying pada lembar sticky notes. Tulisan tersebut kemudian ditempel dan digantungkan pada media yang diberi nama Pohon Harapan.
Poster Jadi Media Kampanye Anti-Bullying
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Gelar Karya Poster Anti-Bullying.
Pameran menampilkan poster buatan siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Bantul Kota. Setiap karya berisi pesan dan ajakan untuk menghentikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Pameran tersebut disaksikan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 serta para guru. Para siswa juga mendapat kesempatan melihat karya teman-temannya yang dipajang dalam area pameran.
Bagi siswa kelas 5 yang membuat poster, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan pesan anti-bullying melalui karya visual.
Selain menyampaikan pesan lewat tulisan dan gambar, mahasiswa PLP-KKN UAD juga mengajak siswa melakukan aksi simbolis sebagai penutup kegiatan.

Para siswa mencelupkan jari ke dalam cat berwarna biru, kuning, atau merah, kemudian menempelkan cap jari pada kertas bergambar rangka pohon.
Cap jari tersebut menjadi simbol keterlibatan siswa sekaligus komitmen bersama untuk menolak perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pesan mengenai pencegahan bullying tidak hanya disampaikan melalui penjelasan di kelas, tetapi juga melalui aktivitas kreatif yang melibatkan siswa secara langsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali tindakan perundungan sejak dini serta membangun kebiasaan untuk saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda