Purwakarta, JurnalPost.com – Mahasiswa Kelompok 32 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar program KREO atau Kreativitas Keset dan E-Commerce di Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Program yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli 2026 tersebut berupa pelatihan pembuatan keset dari kain perca dan karung beras bekas. Para peserta juga mendapatkan edukasi pemasaran produk secara daring melalui Facebook Marketplace.
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan Kelompok 32 KKN UNSIKA dalam meningkatkan keterampilan masyarakat mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis. Program tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong lahirnya usaha mikro, kecil, dan menengah baru di Desa Gandamekar.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa kain perca dan karung beras bekas masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Dengan keterampilan dan kreativitas, kedua bahan tersebut dapat diolah menjadi keset yang tidak hanya berguna, tetapi juga memiliki nilai jual.
Salah seorang mahasiswa Kelompok 32 KKN UNSIKA kemudian memandu demonstrasi pembuatan keset. Peserta diperlihatkan tahapan pengerjaan mulai dari pemilihan bahan, pemotongan kain, penyusunan pola, proses menjahit, hingga penyelesaian akhir atau finishing.
Setiap tahapan dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami teknik pembuatan keset yang rapi, menarik, dan layak dipasarkan.
Ibu-ibu Desa Gandamekar terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Mereka aktif mempraktikkan proses pembuatan keset, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan mengenai penyusunan pola, teknik menjahit, pemilihan warna, dan cara meningkatkan kualitas produk.
Pelatihan tersebut memberikan pemahaman bahwa limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Keterampilan yang diperoleh juga dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai kegiatan produktif maupun peluang usaha rumahan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta, mahasiswa KKN UNSIKA mengadakan penilaian terhadap keset yang telah dibuat. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kerapian, kreativitas, dan kualitas produk.
Pemenang keset terbaik kemudian diumumkan pada Minggu, 12 Juli 2026.
Selain pelatihan produksi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemasaran digital untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat Desa Gandamekar.
Facebook Marketplace dipilih sebagai media pemasaran karena dinilai mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat. Peserta diperkenalkan dengan tahapan membuat akun, mengunggah foto produk, membuat poster promosi sederhana, menyusun deskripsi produk, menentukan harga jual, hingga berkomunikasi dengan calon pembeli.
Peserta Mempraktikkan Proses Pembuatan Keset
Mahasiswa turut menjelaskan pentingnya foto produk yang menarik dan deskripsi yang jelas agar calon konsumen lebih mudah mengetahui kualitas serta keunggulan produk yang ditawarkan.
Melalui pemasaran digital, produk keset buatan warga diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar desa.
Kelompok 32 KKN UNSIKA berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan melalui program KREO dapat terus diterapkan oleh masyarakat meskipun kegiatan KKN telah berakhir.
Keterampilan mengolah kain perca dan karung beras bekas diharapkan berkembang menjadi usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Sementara itu, pemanfaatan Facebook Marketplace diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan peluang penjualan.
Program KREO diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya UMKM baru berbasis pemanfaatan bahan bekas sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Gandamekar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda