MALANG, JurnalPost.com – Permasalahan sampah plastik masih menjadi isu lingkungan yang belum terselesaikan di berbagai wilayah, termasuk di Dusun Darungan, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Di lingkungan sekitar SDN 03 Mendalanwangi, limbah plastik rumah tangga kerap menumpuk dan belum dikelola secara produktif. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga menunjukkan belum optimalnya edukasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Berangkat dari situasi tersebut, mahasiswa KKN Semester Ganjil 2025/2026 Kelompok 27 Universitas Merdeka Malang yang beranggotakan 20 mahasiswa menggagas program pengabdian berbasis integrasi lingkungan dan literasi.
Ketua Kelompok 27, Pramitha Putri Widianti, menjelaskan bahwa perumusan program dilakukan setelah tim menerima paparan dari pihak sekolah mengenai rendahnya tingkat literasi siswa. Pojok baca yang tersedia sebelumnya dinilai kurang optimal, baik dari sisi kelayakan perabot, kenyamanan ruang, maupun daya tarik visual bagi siswa. Kondisi ini berdampak pada rendahnya intensitas kunjungan siswa dan belum terbentuknya budaya membaca yang kuat di lingkungan sekolah.
Sebagai solusi atas dua permasalahan utama, mahasiswa KKN menghadirkan inovasi pemanfaatan ecobrick sebagai bahan utama pembuatan perabot pojok baca. Ecobrick merupakan teknik pengolahan sampah plastik dengan memasukkan limbah plastik ke dalam botol hingga padat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai material ramah lingkungan. Pendekatan ini dipilih karena relatif sederhana, ekonomis, serta memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi siswa sekolah dasar.
Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), program ini memberikan kontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan fasilitas literasi sekolah. Selain itu, program berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui praktik daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah plastik. Upaya ini juga selaras dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan potensi pencemaran lingkungan berbasis aksi lokal masyarakat.
Dalam implementasinya, mahasiswa bersama sivitas sekolah memproduksi berbagai perabot pojok baca berbasis ecobrick, meliputi rak buku, meja, dan kursi. Proses produksi dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan siswa SD dalam kegiatan pengisian ecobrick. Pelibatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan yang aplikatif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki siswa terhadap fasilitas pojok baca.

Program ini dilaksanakan di bawah supervisi dosen pembimbing lapangan Universitas Merdeka Malang, Cahya Nova Kurniawan, A.Md., S.ST., M.AB. Dalam proses pendampingan, beliau memberikan asistensi pada tahap pemetaan masalah, perencanaan desain program, penguatan konsep pemanfaatan ecobrick, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan di lapangan. Pendampingan tersebut menekankan pentingnya pendekatan partisipatif, keberlanjutan program, serta integrasi nilai edukasi lingkungan dalam setiap kegiatan mahasiswa.
Untuk memperkuat budaya literasi, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan lomba storytelling bagi siswa SDN 03 Mendalanwangi. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keberanian berbicara, kemampuan memahami bacaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap aktivitas membaca. Antusiasme siswa terlihat tinggi selama pelaksanaan lomba, dan guru menilai kegiatan ini efektif mendorong interaksi siswa dengan bahan bacaan di pojok baca.
Tidak hanya fokus pada literasi, mahasiswa juga mengembangkan program pendukung berupa pembuatan rambu keselamatan jalan raya dari hasil daur ulang sampah plastik. Rambu-rambu tersebut dipasang di titik-titik strategis sekitar lingkungan sekolah dan Dusun Darungan sebagai media edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus kampanye kreatif pemanfaatan sampah plastik. Program ini memperluas dampak kegiatan dari aspek pendidikan menuju peningkatan kesadaran keselamatan masyarakat.
Hasil keseluruhan kegiatan menunjukkan dampak yang positif. Pojok baca SDN 03 Mendalanwangi kini tampil lebih menarik, fungsional, dan ramah lingkungan. Mahasiswa KKN mengamati adanya peningkatan intensitas kunjungan siswa ke pojok baca setelah perabot ecobrick terpasang dan kegiatan storytelling dilaksanakan. Suasana ruang baca menjadi lebih hidup dan mendukung penguatan budaya literasi di sekolah.
Kepala Desa Mendalanwangi, Mohammad Sahroni, S.Pt., mengapresiasi inisiatif mahasiswa. “Program ini sangat bermanfaat karena mampu menjawab persoalan sampah plastik sekaligus mendukung peningkatan literasi anak-anak di desa kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SDN 03 Mendalanwangi, Eny Sulistini, S.Pd., menyampaikan bahwa perubahan pada pojok baca sangat dirasakan oleh warga sekolah. “Siswa sekarang jauh lebih tertarik datang ke pojok baca. Perabot dari ecobrick tidak hanya unik tetapi juga edukatif karena anak-anak terlibat langsung dalam proses pembuatannya,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN Semester Ganjil 2025/2026 Kelompok 27 Universitas Merdeka Malang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengelola SDN 03 Mendalanwangi, warga Dusun Darungan, serta Kepala Desa Mendalanwangi atas bantuan dan asistensi selama pelaksanaan KKN periode Januari hingga Februari 2026. Apresiasi juga disampaikan kepada LPPM Universitas Merdeka Malang atas dukungan kelembagaan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda