MALANG, JurnalPost.com — Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Merdeka Malang memasang cermin cembung atau convex mirror dan reflektor di sejumlah titik jalan Dusun Wangkal, Desa Dalisodo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Pemasangan fasilitas keselamatan jalan tersebut merupakan bagian dari program SIGAP (Siaga Blind Spot) yang dilaksanakan selama kegiatan KKN pada 31 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Program yang dibimbing Yosanda Zata Aman, SST., MM. itu dirancang sebagai upaya membantu meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi tikungan tajam dengan jarak pandang terbatas.

Sebelum melakukan pemasangan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei dan observasi kondisi jalan di Dusun Wangkal. Tim juga menggali informasi melalui wawancara dengan Kepala Dusun Wangkal, Suripno, serta sejumlah warga setempat.
Hasil observasi menemukan beberapa ruas jalan memiliki tikungan cukup tajam sehingga pengendara sulit melihat kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko pengereman mendadak maupun kesulitan menghindar apabila kendaraan melaju tanpa mengurangi kecepatan.
Berdasarkan keterangan Kepala Dusun dan warga, dalam satu tahun terakhir disebut terdapat sekitar 47 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

Namun, angka tersebut merupakan informasi yang diperoleh mahasiswa melalui wawancara dengan masyarakat dan belum merupakan data statistik resmi dari kepolisian maupun instansi terkait.
Meski demikian, kondisi jalan dan informasi dari masyarakat menjadi pertimbangan mahasiswa untuk menjalankan program pencegahan melalui pemasangan sarana keselamatan tambahan.
Enam Convex Mirror Dipasang di Tikungan
Dalam pelaksanaan program SIGAP, Kelompok 11 memasang sebanyak enam unit convex mirror pada enam titik tikungan yang dinilai membutuhkan tambahan bidang pandang.
Cermin cembung tersebut dipasang dengan ketinggian sekitar tiga meter dari permukaan jalan. Posisi pemasangan disesuaikan dengan arah datang kendaraan agar pantulan jalan dapat terlihat oleh pengendara.
Sementara itu, bagian penyangga ditanam sekitar setengah meter ke dalam tanah untuk membantu menjaga kestabilan konstruksi.
Keberadaan cermin cembung memungkinkan pengendara memperoleh sudut pandang lebih luas ketika mendekati tikungan atau persimpangan yang terhalang.
Dengan demikian, pengguna jalan dapat mengetahui keberadaan kendaraan dari arah berlawanan sebelum memasuki titik dengan keterbatasan jarak pandang.

Fasilitas tersebut diharapkan membantu pengendara meningkatkan kewaspadaan sekaligus menyesuaikan kecepatan ketika melintasi tikungan di Dusun Wangkal.
Reflektor Bantu Pengendara pada Malam Hari
Selain convex mirror, mahasiswa juga memasang 15 unit reflektor pada tiga titik jalan.
Pada setiap titik dipasang lima reflektor menggunakan konstruksi pipa dengan panjang kurang lebih satu meter.
Material reflektif yang dipasang pada fasilitas tersebut berfungsi memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga batas maupun posisi jalan dapat lebih mudah dikenali, terutama saat malam hari atau ketika pencahayaan lingkungan minim.
Reflektor menjadi penanda visual tambahan bagi pengguna kendaraan agar dapat mengenali bagian jalan yang membutuhkan perhatian dan kewaspadaan lebih tinggi.
Kombinasi antara cermin cembung dan reflektor diharapkan dapat memperkuat informasi visual yang diterima pengendara.
Cermin membantu pengguna jalan melihat kondisi di balik tikungan, sedangkan reflektor memberikan penanda ketika kondisi lingkungan mulai gelap.
Tetap Dibutuhkan Kewaspadaan Pengendara
Meski telah dilengkapi fasilitas tambahan, keberadaan convex mirror dan reflektor tidak menggantikan kewajiban pengendara untuk tetap berhati-hati.
Pengguna jalan tetap perlu mengurangi kecepatan ketika memasuki tikungan, memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan, serta memastikan kondisi jalan aman sebelum melintas.
Fasilitas yang dipasang mahasiswa tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan visibilitas dan kewaspadaan pengguna jalan.
Keberlanjutan program juga membutuhkan dukungan masyarakat. Cermin cembung perlu dibersihkan secara berkala dan diperiksa agar arah pantulannya tetap tepat.
Sementara reflektor perlu dipastikan tetap kokoh serta material pemantul cahayanya tidak tertutup kotoran atau mengalami kerusakan.
Perawatan fasilitas tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama antara warga dan perangkat Dusun Wangkal.
Masyarakat setempat menyambut baik pemasangan sarana keselamatan tersebut. Warga berharap keberadaan cermin cembung dan reflektor mampu membantu pengguna jalan mengenali titik-titik yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Mereka juga berharap fasilitas serupa dapat ditambahkan di ruas jalan lain yang memiliki karakteristik tikungan dan keterbatasan pandangan serupa.
Melalui program SIGAP, mahasiswa KKN Tematik Universitas Merdeka Malang berharap dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, pemasangan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman bagi warga maupun pengunjung yang melintasi kawasan Dusun Wangkal, Desa Dalisodo.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda