Ungaran Timur, JurnalPost.com– Mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN-T IDBU 26 Tahun 2026 melaksanakan program kerja Edukator Akuaponik (Budikdamber): Tujuan dan Sistem Budikdamber di Bank Sampah Guyub Rukun, RT 02 RW 02, Dusun Kajangan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebagai salah satu bentuk penerapan sistem akuaponik sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah.
Program edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan metode budidaya yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan lahan terbatas. Budikdamber menggabungkan pemeliharaan ikan dan pertumbuhan tanaman dalam satu sistem sehingga dapat menjadi salah satu pilihan untuk menghasilkan sumber pangan dari lingkungan rumah. Sistem tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien dan ramah lingkungan. Dalam pelaksanaannya mahasiswa memberikan materi mengenai tujuan, manfaat, serta sistem kerja Budikdamber. Masyarakat diperkenalkan pada konsep dasar hubungan antara pemeliharaan ikan dan pertumbuhan tanaman dalam satu ekosistem. Edukasi juga menekankan bahwa Budikdamber dapat diterapkan pada lingkungan rumah dengan keterbatasan lahan sehingga memiliki potensi untuk mendukung pemanfaatan ruang secara optimal.
Mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Andra Arya Setiadhin menjelaskan bahwa edukasi Budikdamber tidak hanya berfokus pada pengenalan metode budidaya tetapi juga bertujuan memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Budikdamber kami perkenalkan sebagai salah satu metode budidaya sederhana yang dapat diterapkan oleh Masyarakat terutama keluarga yang memiliki keterbatasan lahan. Melalui sistem ini masyarakat dapat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menghasilkan sumber pangan sekaligus memahami keterkaitan antara budidaya ikan dan pertumbuhan tanaman dalam satu ekosistem,” jelas Andra.
Menurut Andra, pemahaman mengenai Budikdamber diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah secara lebih optimal. Dengan pengetahuan mengenai tujuan, manfaat, dan sistem Budikdamber, masyarakat diharapkan memiliki dasar untuk menerapkannya secara mandiri serta mengembangkan kegiatan budidaya sesuai dengan kondisi masing-masing.
Program tersebut mendapat respons positif dari pengurus Bank Sampah Guyub Rukun. Anggit Mursidi, pengurus Bank Sampah Guyub Rukun RT 02 RW 02, Dusun Kajangan, Kecamatan Ungaran Timur, mengapresiasi edukasi yang diberikan mahasiswa KKN UNDIP karena dinilai memberikan pengetahuan sekaligus alternatif bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas.
“Menurut saya, program Budikdamber ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi sederhana bagi keluarga untuk memanfaatkan lahan yang terbatas sekaligus memenuhi kebutuhan pangan dari rumah. Selain mudah diterapkan Budikdamber juga dapat menjadi kegiatan yang produktif dan edukatif bagi masyarakat. Semoga ilmu yang diberikan mahasiswa KKN UNDIP dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga dan lingkungan,” ujar Anggit.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami lebih lanjut mengenai tujuan, manfaat, serta sistem kerja Budikdamber. Melalui sesi tersebut masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai penerapan Budikdamber di lingkungan rumah dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan lahan yang dimiliki. Kegiatan edukasi Budikdamber di Bank Sampah Guyub Rukun diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh secara mandiri. Pemanfaatan lahan sempit untuk kegiatan budidaya diharapkan dapat menjadi salah satu upaya sederhana dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan.
Melalui program Edukator Akuaponik (Budikdamber), mahasiswa KKN-T IDBU 26 Universitas Diponegoro berharap masyarakat Dusun Kajangan dapat memperoleh pengetahuan baru yang aplikatif dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui penerapan Budikdamber oleh masyarakat serta menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemanfaatan potensi lingkungan dan ketahanan pangan keluarga di Desa Kalongan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda