SEMARANG, JurnalPost.com – Mahasiswa Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP) IDBU 45 menggelar penyuluhan preventif mengenai perilaku menyimpang remaja di RW 12, Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Baca Rusun Tengah tersebut mengangkat tema “Keluarga Terbina, Remaja Berdaya, Masa Depan Terjaga”. Program dirancang untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya hubungan keluarga yang sehat, ketahanan sosial, pemahaman hukum, keterlibatan dalam masyarakat, serta literasi keuangan.
Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu di lingkungan sekitar, turut mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran keluarga dinilai penting karena pembentukan perilaku remaja tidak hanya bergantung pada kesadaran individu, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Dorong Komunikasi Sehat dalam Keluarga
Program multidisiplin tersebut dilaksanakan oleh enam mahasiswa dari empat program studi di UNDIP.
Kegiatan diawali oleh Aisyah “Aie” Sabina, mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi UNDIP. Dalam sesi tersebut, peserta diajak berdiskusi mengenai kehidupan sosial remaja serta melakukan refleksi terhadap pola komunikasi dan hubungan dalam keluarga.
Aie juga menyampaikan sejumlah faktor yang dapat mendukung terciptanya hubungan sehat, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Pendekatan reflektif tersebut digunakan agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat mengenali kondisi dan pola interaksi yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Kenalkan Collaborative Governance dan Ketahanan Sosial
Materi selanjutnya disampaikan oleh Mahastya Paramajati dan Annisa Namira, mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP.
Keduanya mengenalkan konsep ketahanan sosial dan collaborative governance atau tata kelola kolaboratif. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa pencegahan perilaku menyimpang remaja memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah, hingga aparat kepolisian.
Penyuluhan juga mendorong peningkatan partisipasi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain melalui pengaktifan kembali karang taruna, keterlibatan dalam forum RT dan RW, serta keikutsertaan remaja dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal.
Dengan ruang partisipasi yang lebih besar, remaja diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai agent of change atau agen perubahan di tengah masyarakat.
Beri Pemahaman tentang Konsekuensi Hukum
Aspek hukum disampaikan oleh Mercey Jenefine Handoko dan Raziq Othman Ali, mahasiswa Program Studi IUP Hukum Fakultas Hukum UNDIP.
Mereka memberikan edukasi hukum preventif mengenai perlindungan anak serta konsekuensi hukum yang dapat muncul akibat berbagai tindakan melanggar hukum yang melibatkan remaja.
Materi mencakup sejumlah persoalan yang perlu dicegah sejak dini, seperti tawuran, konsumsi minuman beralkohol, penyalahgunaan narkotika, pelecehan seksual, hingga tindak kekerasan seksual.
Selain memberikan pemahaman kepada remaja, penyuluhan juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas, lingkungan pergaulan, dan jam malam anak.
Remaja Dibekali Literasi Keuangan
Tidak hanya membahas persoalan sosial dan hukum, mahasiswa KKN-T UNDIP juga memberikan edukasi literasi keuangan.
Materi tersebut disampaikan oleh Tita Nazalah Aisyah, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP.
Peserta diperkenalkan dengan cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menentukan target tabungan, serta menyusun perencanaan keuangan sederhana.
Literasi keuangan dinilai penting untuk membantu remaja membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan kemampuan mengelola keuangan sejak usia muda.
Penyuluhan Dikemas Interaktif
Seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi. Mahasiswa mengemas penyuluhan secara interaktif dengan diskusi kasus, permainan edukatif, serta praktik menggunakan sejumlah media sederhana.
Peserta juga mendapatkan bahan pendukung berupa buku saku, lembar refleksi, panduan forum remaja, dan buku kas sederhana.
Bahan tersebut dapat digunakan kembali setelah kegiatan berakhir sehingga materi yang telah disampaikan diharapkan tetap dapat dimanfaatkan dalam proses pengembangan diri remaja.
Salah seorang warga RT 4 RW 12 Kelurahan Bandarharjo, Inung Dwi Utami, mengapresiasi pelaksanaan program KKN-T UNDIP tersebut.
“Kehadiran KKN Undip ini membawa semangat baru, inovasi baru, mudah sekali bergaul dengan warga, membawa semangat tersendiri bagi anak-anak di lingkungan,” ujar Inung yang juga merupakan kader PKK, istri wakil RW, dan ibu dua anak.
Mahasiswa Kelompok 3 KKN-T UNDIP IDBU 45 berharap penyuluhan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Remaja diharapkan semakin mampu menghindari perilaku negatif, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, memahami konsekuensi dari setiap tindakan, serta menyadari pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam proses perkembangan mereka.
Kolaborasi antara remaja, keluarga, warga, dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat lingkungan sosial yang aman sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi positif di Kelurahan Bandarharjo.
Penulis: Balqis Anindita Jawza Quraisy
Program Studi: Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda