SLEMAN, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 2 Angkatan XLIX Universitas Mercu Buana Yogyakarta menggelar program pemberdayaan UMKM berupa pelatihan digital marketing dan pendampingan media sosial bagi pelaku UMKM di Gamplong, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Kegiatan berlangsung sejak Senin, 27 Juli hingga Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Showroom bersama Pendopo Paguyuban TEGAR, dan diikuti oleh 10 mahasiswa KKN bersama 9 peserta yang terdiri atas pemilik UMKM dan dua perwakilan angkatan muda.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola pemasaran produk, sebab masyarakat kini lebih banyak mencari informasi dan bertransaksi melalui platform digital. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN, sebagian besar pelaku UMKM Gamplong sebenarnya telah memiliki produk berkualitas, namun pemanfaatan media digital untuk promosi belum optimal. Dari temuan itulah mahasiswa KKN-PPM Kelompok 2 merancang program pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas digital para pelaku usaha. Menanggapi kondisi tersebut, Ketua KKN-PPM Kelompok 2, Nadaa IM, menjelaskan bahwa program pelatihan dan pendampingan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. “Program ini kami susun agar pelaku UMKM Gamplong dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, sehingga produknya mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, mahasiswa menggelar Pelatihan Digital Marketing dalam dua sesi. Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan pada konsep dasar digital marketing serta pemanfaatan aplikasi Canva untuk membuat desain promosi dan invoice digital. Melalui praktik langsung, peserta belajar menyusun desain promosi yang menarik sesuai karakteristik produk masing-masing, sehingga mampu memperkuat identitas visual usahanya. Pendekatan praktik ini dipilih agar materi yang diberikan dapat langsung diterapkan oleh peserta. Materi dilanjutkan pada sesi kedua yang membahas strategi pemasaran digital secara lebih mendalam, meliputi penyusunan content calendar, teknik menulis caption yang menarik, hingga strategi promosi di berbagai platform digital. Pada sesi ini, peserta juga didampingi menyusun rencana promosi sederhana sebagai panduan mengelola media sosial usaha secara lebih terarah dan konsisten.
Sesi Pelatihan Digital Marketing: peserta praktik membuat desain promosi di Canva
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 2 melaksanakan Pendampingan Media Sosial dalam dua sesi. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM Gamplong secara langsung, sehingga setiap peserta dapat mempraktikkan materi yang telah diperoleh sebelumnya. Pada sesi pertama pendampingan, peserta dikenalkan pada pemanfaatan Instagram Bisnis sebagai media promosi usaha. Mahasiswa mendampingi peserta mulai dari pembuatan akun bisnis, penyusunan profil usaha melalui bio yang informatif, hingga teknik mengunggah konten yang sesuai untuk kebutuhan promosi produk. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar peserta memahami setiap fitur yang tersedia dan mampu mengelola akun usahanya sendiri.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pendampingan penggunaan TikTok Shop sebagai media pemasaran sekaligus penjualan produk. Mahasiswa memberikan bimbingan mulai dari pendaftaran akun TikTok Shop, menautkan akun TikTok dengan TikTok Shop, mengunggah produk, hingga memanfaatkan fitur keranjang kuning pada video TikTok sebagai sarana promosi yang menghubungkan calon pembeli langsung ke halaman produk. Seluruh tahapan dipraktikkan langsung menggunakan perangkat milik masing-masing peserta, sehingga setiap pelaku UMKM memperoleh pengalaman nyata dalam mengoperasikan platform tersebut. Pendampingan dilakukan secara personal, dengan mahasiswa mendampingi peserta satu per satu ketika mengalami kendala teknis selama proses praktik, mulai dari pengaturan akun hingga pengunggahan produk. Melalui metode ini, seluruh peserta yang hadir berhasil mempraktikkan setiap tahapan penggunaan Instagram Bisnis dan TikTok Shop secara mandiri, sehingga tidak hanya memahami konsep pemasaran digital, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha mereka.
Sesi Pendampingan Media Sosial: mahasiswa mendampingi peserta mengelola Instagram Bisnis/TikTok Shop
Antusiasme turut dirasakan langsung oleh para peserta. Maryani, pemilik usaha Oglekcraft, mengaku pelatihan ini memberikan banyak pengalaman baru. “Sangat menarik dan banyak pengalaman yang didapat, ke depannya saya akan menerapkannya dengan tujuan semoga usaha saya tambah berkembang lagi,” ujarnya. Kesan serupa disampaikan Asriningsih, pemilik Sriti Production, yang merasa terbantu dengan pendampingan pemanfaatan fitur keranjang kuning di TikTok. “Alhamdulillah, saya merasa senang bisa menambahkan fitur keranjang kuning di TikTok,” ungkapnya.
Sementara itu, dari kalangan angkatan muda, Arfen Nuzumaga turut merasakan manfaat kegiatan ini. “Pelatihannya sangat seru dan menarik, karena sangat membantu ketika punya rencana ingin berjualan ke depannya,” katanya. Program pelatihan dan pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital UMKM Gamplong. Dengan meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan, diharapkan produk-produk UMKM Gamplong mampu menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing, serta mendukung keberlanjutan usaha di era digital.
Penulis: Paschalina Trianty, Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 2 Angkatan XLIX Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda