Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Lewat Permainan Warna, Anak TK Belajar Toleransi dan Moderasi Beragama Sejak Dini

Lewat Permainan Warna, Anak TK Belajar Toleransi dan Moderasi Beragama Sejak Dini

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
13 Desember 2025, 15.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Anak TK

JurnalPost.com - Pendidikan nilai-nilai luhur seperti toleransi dan moderasi beragama pada usia dini membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak-anak. Sosialisasi moderasi beragama ini dilaksanakan dengan menyadari bahwa usia dini adalah fase emas (golden age) dalam pembentukan karakter dan kepribadian. Pada masa ini, nilai-nilai abstrak seperti toleransi dan empati lebih mudah diserap melalui pengalaman konkret yang menyenangkan. Tujuannya adalah memastikan bahwa anak-anak tidak hanya mengenal keberagaman secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam interaksi sehari-hari. Konsep moderasi beragama mulai ditanamkan melalui kegiatan sosialisasi pada salah satu TK ABA 69.

Menggunakan pendekatan bermain sambil belajar, kegiatan ini memperkenalkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta kasih pada teman-teman yang berbeda agama. Metode ini sangat sesuai dengan dunia anak-anak yang dipenuhi rasa ingin tahu, aktivitas fisik, dan imajinasi yang tinggi. Dengan menjadikan belajar sebagai sebuah permainan, materi yang mungkin terasa berat dan formal dapat disampaikan secara ringan dan membekas. Kegiatan ini diinisiasi oleh sekelompok mahasiswi dan didukung penuh oleh pihak sekolah dan guru sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswi UPN VETERAN JAWA TIMUR dan guru TK sebagai pendamping ini menggunakan instrumen permainan, cerita bergambar, dan simulasi sederhana.

IKLAN

Sosialisasi ini dilaksanakan pada 8 Desember 2025 pada pukul 09.30 yang berlangsung selama satu sesi penuh kegiatan belajar mengajar. Anak-anak diperkenalkan pada keberagaman agama di Indonesia, rumah ibadah, dan pentingnya sikap menghormati teman yang berbeda keyakinan. Anak-anak diajak berinteraksi dengan pertanyaan-pertanyaan dasar seputar berapa agama di Indonesia, rumah ibadah, dan bagaimana sikap kita jika memiliki teman beda agama namun, tak disangka antusiasme mayoritas dari mereka tinggi. Mereka paham bahwa toleransi adalah hal yang harus dilakukan. Pesan toleransi, menghargai, dan menghormati diselipkan selama kegiatan mewarnai. Anak-anak secara alami memahami bahwa perbedaan tidak menghalangi persahabatan.

Menjaga Ruh NKRI
Baca Juga

Merawat NKRI dari Ruang Kelas: Harmoni Syariat Islam dan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Kolaborasi antara mahasiswa sebagai pembawa materi dan guru sebagai pendamping menunjukkan sinergi positif antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan dasar dalam menciptakan kurikulum karakter yang relevan. Puncak kegiatan ini adalah sesi permainan kolaboratif di mana anak-anak diminta mewarnai masing-masing 1 dari 6 rumah ibadah yang berbeda dengan warna-warna yang beragam. Perbedaan warna melambangkan keragaman, dan anak-anak belajar bahwa semua bangunan tersebut dapat berdiri kokoh hanya jika mereka menyatukan semua bagian. Dampak positif langsung terlihat dari peningkatan interaksi, seperti anak-anak yang saling memuji hasil karya, mau bergiliran menggunakan alat permainan dan mengerti akan toleransi pada umat agama lain.

Setelah mempelajari konsep moderasi beragama di kelas, siswa kini diajak untuk menerapkannya secara nyata dalam konteks kehidupan digital dan interaksi sosial. Taufikurrahman selaku pembina kegiatan, menjelaskan bahwa program ini menjadi tahapan lanjutan di kelas, harapannya mahasiswa menjadi agen pionir moderasi beragama di masyarakat yang bisa mempraktikkan di lembaga masing-masing. "Di kelas, siswa sudah mengenal teori dasar mengenai moderasi beragama dan literasi digital. Kegiatan ini merupakan kelanjutannya, agar mereka dapat menerapkan kemampuan tersebut secara nyata seperti mengenali hoaks, berdialog dengan santun, serta menjaga ruang digital tetap harmonis," kata Taufikurrahman. Dengan pendekatan yang tepat dan menyenangkan, generasi kecil Indonesia kini mulai dibekali dengan modal sosial yang kuat: kemampuan untuk saling menghormati, menyayangi, dan membangun sikap toleransi yang kelak sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka di tengah masyarakat majemuk

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/lewat-permainan-warna-anak-tk-belajar-toleransi-dan-moderasi-beragama-sejak-dini/89060/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.56 WITA

  • #Anak TK
  • #Moderasi Beragama

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.