Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Laboratorium Pancasila UM Adakan Diskusi Kritis soal Program MBG dan KDMP

Laboratorium Pancasila UM Adakan Diskusi Kritis soal Program MBG dan KDMP

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
28 April 2026, 15.20 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Laboratorium Pancasila

Malang, JurnalPost.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar Diskusi Pancasila seri kedua pada Kamis, 23 April 2026, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Diskusi bertajuk “Analisis Kritis Pancasila dan Politik Kesejahteraan: MBG dan KDMP” ini menghadirkan dua pemateri: Willy Tri Hardianto, dosen Kebijakan Publik dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi, serta Subagyo, dosen Manajemen dari Universitas Negeri Malang.

IKLAN

Fokus utama diskusi adalah meninjau dua program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari perspektif nilai-nilai Pancasila serta politik kesejahteraan.

Kujungan Prabowo
Baca Juga

MBG–KDKMP PRABOWO: Dikritisi di Pusat, Dipuja di Daerah

Dalam paparannya, kedua pemateri menyampaikan lima kejanggalan utama yang ditemukan dalam kedua program tersebut:

1. Proses Lahirnya yang Tergesa-gesa Kedua program dinilai disusun tanpa persiapan dan pertimbangan yang matang. MBG hanya diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres), sementara KDMP berasal dari Instruksi Presiden (Inpres).

2. Analogi yang Menggambarkan Ketidaksesuaian Para pemateri mengibaratkan lahirnya MBG dan KDMP seperti “mendorong batu yang bentuknya tidak bulat ke atas bukit melalui jalan yang salah”. Artinya, program ini sudah bermasalah sejak awal perencanaan dan pelaksanaannya.

IKLAN

3. Kebijakan Rezim yang Menuai Banyak Pertanyaan Alih-alih memperbaiki sistem yang ada, pemerintah justru menciptakan entitas baru yang berpotensi menyimpang. MBG disebut sebagai program sosial dalam Inpres, tetapi dalam praktiknya cenderung bernuansa bisnis. Bahkan, TNI dan Polri dilibatkan membentuk Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Sementara itu, KDMP dinilai menyimpang dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian karena bersifat top-down. Program ini tidak lahir dari musyawarah masyarakat, melainkan hanya berdasarkan instruksi dan kemauan rezim, sehingga dianggap sangat ilusioner.

Dinkes Ogan Ilir
Baca Juga

Dinkes Ogan Ilir Perkuat Pelayanan Kesehatan melalui Inovasi CEKGRAMAS, OBRAL BJ MAS, dan SIPHASTI MBG

4. Potensi Penyelewengan Anggaran yang Besar Pengalihan dana ke MBG dan KDMP dikhawatirkan menggerus anggaran sektor lain, termasuk pendidikan. Para pembicara mengingatkan risiko kebocoran anggaran dalam skala besar serta mempertanyakan legitimasi posisi kedua program ini.

5. Perlunya Kesadaran Kritis Masyarakat Pemerintah dinilai kurang mendengar kondisi di tingkat bawah. Masyarakat perlu meningkatkan literasi dan sikap kritis. Sayangnya, informasi yang beredar di publik lebih banyak tentang kasus negatif, seperti keracunan siswa, daripada data internal program itu sendiri.

Meski demikian, diskusi menyimpulkan bahwa program MBG dan KDMP masih bisa dilanjutkan, asalkan esensinya dikembalikan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Tanpa perbaikan mendasar, dikhawatirkan akan muncul resistensi dari masyarakat di kemudian hari.

Diskusi Pancasila #2 ini menjadi ruang penting untuk mendorong pemikiran kritis generasi muda terhadap kebijakan publik, sekaligus mengingatkan agar setiap program kesejahteraan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila secara utuh.

Makan Bergizi Gratis
Baca Juga

Dampak Implementasi Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia

Oleh: Adrian Tsaqib Nugroho

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/laboratorium-pancasila-um-adakan-diskusi-kritis-soal-program-mbg-dan-kdmp/92535/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.55 WITA

  • #Berita MBG
  • #Program MBG

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  5. 5

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.