Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Tim Fakultas Vokasi UM Dampingi Penataan Desain Interior untuk Memperkuat Identitas Institusi

  2. Menjadi Guru yang Pintar "Ngegas" dan "Ngerem": Seni Menjaga Keseimbangan di Ruang Kelas

  3. Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

  4. HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

  5. Bagaimana SerpNames Membantu Pembeli Menemukan Koleksi Aged Domain Terbaru

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa FH UPN “Veteran” Jawa Timur Edukasikan Anti-Bullying kepada Siswa SD Miftahul Ulum Surabaya

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa FH UPN “Veteran” Jawa Timur Edukasikan Anti-Bullying kepada Siswa SD Miftahul Ulum Surabaya

Foto profil Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H.
Penulis: Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H.
27 September 2026, 09.39 WITA Editor: Rina Maharani
27 Sep 2026, 09.39 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
6d42498d 6555 499c b189 fad9826c1e48
Pemberian Materi oleh Dosen Fakultas Hukum UPN "Veteran" Jawa Timur Foto: Dokumentasi Panitia

Surabaya, JurnalPost.com — Tiga dosen Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur bersama sejumlah mahasiswa memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying kepada siswa SD Miftahul Ulum, Rungkut Tengah, Surabaya, Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi Anti Bullying” tersebut melibatkan Nur Persmawati Sahar Putri, S.H., M.H., Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H., dan Dinda Bhawika Wimala Pastika, S.H., M.H. sebagai narasumber.

IKLAN

Dalam kegiatan itu, siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk bullying, dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun lingkungan sekolah, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.

Tim Pengabdian
Baca Juga

Dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung Dampingi 116 Guru RA Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Penguatan Karakter Anak

Foto 25 September 2026
Dosen dan Mahasiswa FH UPN "Veteran" Jawa Timur bersama Siswa SD Miftahul Ulum SurabayaFoto: Dokumentasi Panitia

Selain dosen, empat mahasiswa Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur turut terlibat, yakni Ahmad Alexander Firdaus Titihalawa, Tiara Nur Cahyani, Mada Yasir Sidiq, dan Yeslar Manda Natalia Manalu.

Keempat mahasiswa tersebut tengah menjalani kegiatan magang di Kelurahan Rungkut Tengah. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari kolaborasi perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan sekolah dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah dasar.

Mengenalkan Bullying dari Situasi Sehari-hari

Materi sosialisasi disusun menggunakan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan siswa. Selain penjelasan dari para dosen, siswa diberikan sejumlah contoh mengenai perilaku yang dapat dikategorikan sebagai bullying dalam lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Pendekatan tersebut digunakan agar siswa tidak hanya mengenal istilah bullying, tetapi juga mampu memahami bentuk perilaku yang berpotensi menyakiti atau merugikan orang lain.

Anak sekolah berjalan di tengah asap tebal
Baca Juga

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Siswa antara lain diperkenalkan pada bullying verbal dan perilaku tertentu yang dapat membuat teman merasa tertekan, takut, atau tidak nyaman.

Salah satu pembahasan yang diberikan adalah mengenai batas antara candaan dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Siswa diajak memahami bahwa sesuatu yang dianggap sebagai lelucon oleh seseorang belum tentu diterima sebagai candaan oleh orang yang menjadi sasaran.

Pemahaman tersebut dinilai penting karena tindakan bullying dalam lingkungan anak-anak terkadang berawal dari kebiasaan mengejek, memberi julukan, mengucilkan, atau melakukan tindakan tertentu yang dianggap sekadar bercanda.

Edukasi Dikemas melalui Permainan

Agar materi lebih mudah diterima, kegiatan juga dikemas melalui permainan dan interaksi langsung bersama siswa.

Murid TK Khasanah berseragam hijau-kuning berbicara memakai mikrofon di depan teman-temannya, berlatar spanduk Fun Traffic Day dan rambu lalu lintas.
Baca Juga

Lampu Merah, Semua Berhenti! Murid TK Khasanah Asyik Mengenal Kendaraan Darat, Air, dan Udara Hingga Jatuh Hati pada Lalu Lintas

Melalui metode tersebut, siswa diajak mengenali sejumlah situasi yang dapat dikategorikan sebagai bullying sekaligus menentukan respons yang tepat saat menghadapi kejadian serupa.

Siswa juga diberikan gambaran mengenai sikap yang dapat dilakukan ketika melihat temannya menjadi sasaran bullying.

Metode interaktif tersebut membuat siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Narasumber juga dapat melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.

IKLAN

Pendekatan melalui permainan dinilai sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar karena pesan mengenai anti-bullying dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan tanpa mengurangi substansi materi.

Siswa Didorong Berani Mencari Bantuan

Selain mengenali bullying, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara menghadapi tindakan tersebut.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah siswa tidak perlu menghadapi persoalan bullying seorang diri. Jika mengalami atau menyaksikan tindakan yang merugikan teman, siswa dapat mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya.

Guru, orang tua, wali kelas, maupun pihak sekolah menjadi beberapa pihak yang dapat menjadi tempat siswa menyampaikan kejadian yang mereka alami atau saksikan.

Pencegahan bullying juga tidak dapat dibebankan hanya kepada korban maupun pelaku. Lingkungan sekolah secara keseluruhan memiliki peran dalam menciptakan suasana belajar yang aman bagi anak.

Karena itu, keterlibatan siswa, guru, orang tua, dan sekolah menjadi bagian penting dalam mencegah tindakan kekerasan maupun perundungan berkembang dalam lingkungan pendidikan.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa

Keterlibatan mahasiswa memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan acara, tetapi turut berinteraksi dengan siswa selama proses edukasi berlangsung.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi ke dalam aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

Keberadaan mahasiswa yang tengah magang di Kelurahan Rungkut Tengah juga mempertemukan kegiatan akademik dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Kolaborasi antara dosen Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur, mahasiswa, Kelurahan Rungkut Tengah, dan SD Miftahul Ulum memperlihatkan bahwa edukasi hukum dapat disampaikan menggunakan pendekatan yang menyesuaikan usia dan karakter peserta.

Untuk siswa sekolah dasar, materi tidak harus diberikan dalam bentuk pembahasan hukum yang teoritis. Penjelasan dapat dikemas menggunakan dialog, ilustrasi, permainan, maupun contoh konkret yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun Kesadaran Anti-Bullying Sejak Dini

Edukasi anti-bullying sejak usia sekolah dasar menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya saling menghargai dalam lingkungan pendidikan.

Siswa diharapkan mampu memahami bahwa perkataan maupun tindakan terhadap teman dapat menimbulkan dampak tertentu. Mereka juga didorong untuk memiliki keberanian mencari bantuan ketika mengalami atau melihat tindakan bullying.

Kegiatan di SD Miftahul Ulum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pendekatan yang interaktif dan kontekstual, edukasi anti-bullying diharapkan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan siswa ketika berinteraksi dengan teman di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kolaborasi-dosen-dan-mahasiswa-fh-upn-veteran-jawa-timur-edukasikan-anti-bullying-kepada-siswa-sd-miftahul-ulum-surabaya/97871/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 11.38 WITA

  • #Anti Bullying
  • #Perlindungan Anak
  • #pendidikan Anak Usia Dini

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menjadi Guru yang Pintar "Ngegas" dan "Ngerem": Seni Menjaga Keseimbangan di Ruang Kelas

Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

80 Mahasiswa UNTAG Surabaya dan UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pelatihan Migas di Cepu

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?
  2. 2

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

  3. 3

    Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

  4. 4

    Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

  5. 5

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.