Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Keterkaitan Motivasi dan Terorisme

Keterkaitan Motivasi dan Terorisme

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
28 April 2021, 01.21 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Keterkaitan Motivasi dan Terorisme

JURNALPOST - Akhir-akhir ini berita Indonesia digemparkan lagi oleh adanya aksi terorisme atau yang biasa dikenal dengan aksi bom bunuh diri di Indonesia. Aksi Radikalisme ini baru saja terjadi pada hari minggu (28/3/2021) di depan Gereja Katedral Makassar.

Kabar kejadian ini menyebar cepat lewat berita dan media sosial. Ledakan yang terjadi termasuk ledakan high explosive atau ledakan besar. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam ledakan ini tetapi ada 14 korban yang perlu perawatan karena luka-luka. Pada kasus ini dugaan motif pelaku ialah balas dendam karena mentornya terbunuh. Tapi apakah dasar motif terorisme ini selalu berdasarkan balas dendam? Mari kita lihat kasus-kasus terorisme lainnya dan mencari tau motif dasar para terorisme ini.

IKLAN

Kasus pertama terorisme di Indonesia terjadi pada tahun 1981 yang terjadi pada sebuah maskapai penerbangan yang dibajak oleh 5 orang teroris yang menyamar sebagai penumpang. Mereka bersenjata mesin dan granat, dan mengaku sebagai anggota komando jihad. Lalu diikuti tahun 1985, 2000-2005, 2009-2013, 2016 hingga sekarang. Sebagian besar mereka mengaku melakukan aksi ini dikarenakan jihad dan mengatas namakan Islam.

Radikalisme
Baca Juga

Menjinakkan Intoleransi, Meredam Radikalisme, Menumpas Terorisme: Jalan Panjang Indonesia Menuju Kedamaian

Dari sini kita bisa melihat bahwa hampir setiap tahunnya terorisme di indonesia terjadi. Dan juga dari berita-berita ini kita juga bisa melihat dasar motif dari aksi terorisme ini adalah jihad fi sabilillah yang berarti berjuang di jalan Allah bisa seperti berperang, berdakwah, dan memiliki artian yang lebih luas lagi.

Jika kita mendalami lagi kasus ini kita dapat melihat adanya motivasi dalam tindakan terorisme. Yang mana motivasi adalah proses internal dalam diri manusia yang mengarahkan terciptanya perilaku yang menjadi sebab seseorang melakukan sebuah tindakan. Tetapi, dalam kajian ini motivasi yang tumbuh ini menghasilkan perilaku yang menyimpang karena adanya bias dan salah paham terhadap arti jihad fi sabilillah ini.

Kebanyakan para teroris ini masuk kedalam organisasi masyarakat yang bersifat radikal, bahkan sebagian dari mereka adalah anggota ISIS yang memiliki pemahaman ataupun menganut paham bahwa salah satu cara jihad ini adalah dengan melakukan aksi bom bunuh diri di tempat-tempat ramai.

Dengan salahnya tafsiran jihad ini timbullah motivasi-motivasi berperang layaknya zaman Nabi Muhammad SAW. Padahal jika kita melihat lebih jauh lagi ke masa sekarang jihad kita itu lebih ke nafsu dan perang pemikiran yang diciptakan oleh lawan kita, yang mana seharusnya kita lawan dengan menjaga ibadah dan menambah wawasan agama, bukan lagi berperang membunuh orang-orang kafir.

Rektor UIM Berikan Motivasi Kepada Penyandang Disabilitas
Baca Juga

Rektor UIM Berikan Motivasi Kepada Penyandang Disabilitas

IKLAN

Dalam sebuah wawancara di kompas tv, Ali Imron seorang mantan teroris mengatakan bahwa hanya butuh 2 jam untuk memotivasi orang menjadi teroris. Cara yang digunakan beliau ini adalah dengan membelokkan sedikit ajaran tentang pemahaman jihad, lalu korban-korbannya ini dapat termotivasi untuk melakukan aksi bom bunuh diri dengan cepat, yaitu hanya dengan berbincang dan bertukar pendapat. Sungguh besar bukan keajaiban sebuah percakapan dan motivasi dalam diri berperan? Tentunya para aksi terorisme ini sudah dibekali dengan ilmu-ilmu dasar tentang jihad, jadi tidak perlu lama bagi mereka untuk terhasut dalam aksi-aksi seperti ini.

Salah satu tokoh pencetus teori humanistik: Maslow beranggapan kuat bahwa motivasi mempengaruhi keseluruhan orang bahkan motivasi tersebut utuh, sering kali tidak disadari, berlangsung terus menerus, dan berlaku pada semua orang. Para Teroris ini pastinya memiliki motivasi yang sangat kuat hingga rela berkorban demi diri sendiri dan agamanya.

Bahkan, mereka tidak sadar akan aksi yang mereka lakukan sangatlah salah. Mungkin mereka tidak menyadarinya karena keputusan dan tekad mereka sudah bulat yang pasti dipengaruhi oleh motivasi yang besar dengan menganggap mereka bisa mati syahid dan mendapatkan surga Allah.

Dari banyaknya kasus-kasus terorisme seperti ini kita bisa melihat bahwa pemahaman yang salah dan motivasi yang besar dapat mewujudkan sesuatu yang fatal bagi diri sendiri maupun lingkungan kita. Dan juga kita bisa melihat bahwa pemerintah masih kurang dalam mencegah kasus-kasus seperti ini untuk terjadi lagi karena setiap tahunnya masih sering terjadi dan memakan banyak korban.

Tips Memanfaatkan Waktu yang Efisien untuk Belajar
Baca Juga

Tips Memanfaatkan Waktu yang Efisien untuk Belajar

Seperti mencoba bersosialisasi mengenai organisasi masyarakat yang bersifat radikal dan memberikan pemahaman agama yang benar kepada masyarakat. Karena tidak sedikit para teroris yang termotivasi melakukan aksi bom bunuh diri ini karena marah dan kesal pada pemerintahan Indonesia yang tidak menomorsatukan islam di Indonesia, seperti menetapkan peraturan berdasarkan alquran dan hadist padahal Indonesia adalah negara dengan muslim terbanyak di dunia.

Oleh: Farah Meutia/Mahasiswa Psikologi Universitas Syiah Kuala

 

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keterkaitan-motivasi-dan-terorisme/20153/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.59 WITA

  • #Motivasi
  • #bandura
  • #terorisme

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  4. 4

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. 5

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.