Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Kenapa Interior Bisa Bikin Kita Lebih Tenang atau Justru Stres?

Kenapa Interior Bisa Bikin Kita Lebih Tenang atau Justru Stres?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
30 Juni 2025, 15.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Interior

Oleh: Hanneke Noviani

JurnalPost.com - Pernah nggak kamu masuk ke sebuah ruangan dan langsung merasa rileks, damai, seakan semua beban hari itu menghilang? Tapi di lain waktu, ada ruangan yang bikin kamu merasa sesak, gelisah, bahkan lelah padahal kamu hanya duduk di situ sebentar. Tanpa disadari, interior atau tata ruang punya peran besar terhadap perasaan dan kesehatan mental kita sehari-hari. Desain interior bukan sekadar estetika, namun juga mempengaruhi bagaimana kita berpikir, beristirahat, hingga merespons lingkungan sekitar. Ruang yang tepat bisa menenangkan hati dan pikiran. Sebaliknya, ruang yang “salah” bisa mengganggu suasana hati, bahkan tanpa kita sadari.

IKLAN

1. Warna: Bahasa Emosi yang Tak Terucap Warna adalah elemen pertama yang kita sadari saat masuk ke sebuah ruangan. Lebih dari sekadar dekorasi, warna membawa "suasana". ● Biru dan hijau sering dikaitkan dengan ketenangan, alam, dan kestabilan. Warna ini cocok untuk ruang tidur, ruang baca, atau tempat relaksasi. ● Putih dan warna netral memberi kesan luas dan bersih, tapi bisa terasa “dingin” kalau tidak dikombinasikan dengan material hangat. ● Merah, oranye, dan kuning terang bisa membangkitkan semangat. Bagus untuk ruang makan atau area sosial, tapi bisa membuat tidak nyaman jika digunakan berlebihan. Warna yang kita pilih seharusnya mendukung fungsi ruang sekaligus selaras dengan karakter kita. Karena yang bikin tenang seseorang, belum tentu sama untuk orang lain.

Ruang Leluhur yang Tetap Hidup: Mengintip Interior Rumah Hakka Surabaya
Baca Juga

Ruang Leluhur yang Tetap Hidup: Mengintip Interior Rumah Hakka Surabaya

2. Pencahayaan: Faktor Kecil, Dampak Besar Cahaya bisa membentuk mood secara langsung. Pencahayaan yang baik membuat kita merasa nyaman dan bertenaga. Sebaliknya, pencahayaan yang buruk bisa membuat ruangan terasa muram dan melelahkan. ● Cahaya alami (matahari) sangat penting untuk mengatur jam biologis tubuh, meningkatkan mood, dan memperbaiki kualitas tidur. ● Lampu berwarna hangat cocok untuk area bersantai, karena memberikan kesan lembut dan nyaman. ● Lampu putih terang lebih cocok di area kerja atau dapur, tapi jika digunakan di ruang tidur bisa membuat otak tetap “siaga” saat seharusnya sudah tenang. Kadang cukup dengan membuka tirai atau mengganti warna lampu, suasana satu ruangan bisa berubah total.

3. Kerapihan Bikin Lega, Kekacauan Bikin Lelah Ruangan yang penuh barang atau berantakan seringkali membuat pikiran ikut kacau. Ini karena otak kita butuh keteraturan untuk bisa fokus dan merasa aman. Terlalu banyak visual “gangguan” dalam satu ruangan membuat kita cepat lelah secara mental. Desain yang bersih, simpel, dan tertata rapi membantu kita merasa lebih tenang dan terkendali. Itulah kenapa pendekatan minimalis masih jadi favorit banyak orang, bukan karena “kosong”, tapi karena memberi ruang bagi pikiran bernapas.

IKLAN

4. Tekstur dan Material: Sentuhan yang Mengundang Rasa Kita jarang membicarakan tekstur, tapi secara tidak sadar, material yang kita sentuh setiap hari mempengaruhi kenyamanan fisik dan emosi. Sofa berbahan kain lembut, lantai kayu hangat, bantal empuk semuanya memberi sinyal “rumah” yang membuat tubuh dan pikiran tenang. Material alami seperti:

● Kayu, ● Kain linen atau katun, ● Rotan, ● Tanaman hidup, bisa memberikan nuansa alami yang secara psikologis terbukti meredakan stres. Sebaliknya, material seperti logam dingin atau permukaan mengkilap berlebihan bisa memberi kesan kaku dan kurang bersahabat.

hero
Baca Juga

Neuro Design: Bagaimana Interior Rumah Bisa Mengubah Mood dan Produktivitas?

5. Interior yang “Bukan Kamu” Bikin Ganjil Kadang kita terlalu fokus mengikuti tren: warna beige yang sedang hits, rak minimalis ala Skandinavia, atau ruangan serba putih seperti di Instagram. Tapi desain yang tidak merepresentasikan siapa kita sebenarnya bisa membuat kita merasa asing di rumah sendiri. Ruang yang nyaman bukan ruang yang “sempurna”, melainkan ruang yang mewakili identitas kita. Mungkin itu berarti memajang koleksi buku yang kita suka, memasang foto-foto kenangan, atau meletakkan barang-barang kecil yang punya cerita. Hal-hal itulah yang membuat ruang terasa hidup dan “kita banget”.

6. Kesimpulan: Rumah yang Nyaman, Pikiran yang Tenang Interior bukan cuma dinding, lampu, atau furniture. Ia adalah cermin dari bagaimana kita ingin merasa di tempat itu. Dan karena setiap orang punya kebutuhan emosi yang berbeda, maka tidak ada satu rumus desain yang cocok untuk semua.

Jika kamu sering merasa gelisah di rumah, coba refleksikan: ● Apakah ruangan ini terlalu ramai atau malah kosong? ● Apakah ada cahaya alami yang cukup? ● Apakah warnanya mendukung suasana yang kamu inginkan? ● Apakah kamu merasa ruang ini mencerminkan dirimu?

Mungkin solusinya tidak perlu renovasi besar. Kadang, cukup menambahkan tanaman, mengganti lampu, menata ulang furnitur, atau menyimpan benda-benda tak perlu.

Titi DJ Berkolaborasi dengan Desainer Nasional pada FEMME 2017
Baca Juga

Titi DJ Berkolaborasi dengan Desainer Nasional pada FEMME 2017

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenapa-interior-bisa-bikin-kita-lebih-tenang-atau-justru-stres/83022/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Desainer
  • #Interior

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.