Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Neuro Design: Bagaimana Interior Rumah Bisa Mengubah Mood dan Produktivitas?

Neuro Design: Bagaimana Interior Rumah Bisa Mengubah Mood dan Produktivitas?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 Juni 2025, 20.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
hero
Sumber: https://atelierjanaye.com/inside-outer-space/janaye/project_3/hero.jpg
JurnalPost.com - Pernahkah kamu merasa lebih tenang di satu ruangan dan lebih fokus di ruangan lain? Atau mungkin merasa gelisah di area tertentu di rumahmu? Bukan cuma perasaan, ternyata hal-hal ini bisa dijelaskan lewat ilmu yang namanya Neuro Design. Ilmu ini memadukan prinsip desain dengan hasil riset tentang cara otak merespons lingkungan visual. Dengan tujuan menciptakan ruang yang secara ilmiah terbukti mampu menstimulasi emosi positif, fokus, dan kenyamanan. Kita menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan, dan otak kita terus-menerus memproses sinyal dari lingkungan sekitar. Neuro Design memanfaatkan pemahaman ini untuk menciptakan ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga optimal bagi kesejahteraan dan kinerja kognitif kita melalui beberapa prinsip.

Cahaya Sebagai Pengatur Mood Alami

Pencahayaan, khususnya cahaya alami adalah salah satu faktor Neuro Design yang paling kuat sebab cahaya memiliki peran besar dalam mempengaruhi mood dan produktivitas. Pencahayaan alami terbukti dapat meningkatkan produksi hormon serotonin yang berkaitan dengan rasa bahagia dan keseimbangan emosi. Sebaliknya, pencahayaan buatan yang buruk atau berlebihan dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan penurunan konsentrasi. Neuro Design mendorong penggunaan jendela besar, tirai yang dapat diatur, dan pencahayaan buatan yang dapat disesuaikan intensitas dan warnanya sesuai dengan kebutuhan waktu dan aktivitas.

Warna Bukan Sekadar Estetika

Salah satu aspek penting lain dalam Neuro Design adalah pengaruh warna terhadap suasana hati dan fokus. Penelitian menunjukkan bahwa warna-warna tertentu dapat memicu reaksi emosional yang berbeda pada otak. Misalnya, warna biru yang dikenal dengan ketenangan dan konsentrasi, sehingga cocok digunakan di ruang kerja atau ruang belajar. Warna hijau memberikan efek menyegarkan dan menenangkan, menjadikannya ideal untuk ruang keluarga atau area relaksasi. Sementara itu, warna merah dapat meningkatkan energi dan adrenalin, namun jika digunakan secara berlebihan bisa memicu kecemasan atau ketegangan.

Suara Memiliki Kekuatan Tak Terlihat

Elemen akustik merupakan bagian penting dari rumah yang nyaman. Kebisingan dan kekacauan di lingkungan sekitar dapat memicu stres serta menurunkan tingkat konsentrasi. Dalam Neuro Design, penggunaan bahan penyerap suara seperti karpet, gorden tebal, atau panel akustik bisa sangat membantu. Selain itu, menghadirkan suara alami seperti gemericik air, musik ambient, atau suara alam melalui speaker bisa membantu meningkatkan fokus dan relaksasi.

Tata Ruang yang Mengalir dan Menenangkan

Cara kita bergerak di dalam ruangan juga mempengaruhi pikiran kita. Tata letak yang terbuka dan intuitif tanpa hambatan dapat mengurangi frustasi dan meningkatkan rasa kebebasan. Ruang yang teratur mengurangi beban kognitif, karena otak tidak perlu memproses terlalu banyak informasi visual yang berantakan. Penting juga untuk membagi rumah ke dalam zona aktivitas, seperti area kerja, area istirahat, dan area sosial, agar otak bisa membedakan konteks dan lebih mudah mengatur fokus serta waktu istirahat.

Sentuhan Alam dan Tekstur yang Menyentuh Jiwa

Dalam Neuro Design, material dan tekstur menjadi elemen yang tak kalah penting. Manusia secara naluriah merespons positif terhadap elemen-elemen alami seperti kayu, batu, atau serat alam. Hal ini dikenal sebagai biophilic design atau desain yang menghubungkan manusia dengan alam, yang terbukti dapat menurunkan stres. Tekstur permukaan dalam ruangan turut mempengaruhi persepsi kita, material yang lembut cenderung menghadirkan rasa nyaman,sedangkan permukaan yang keras dan licin memberi kesan kebersihan dan efisiensi.

Menerapkan Neuro Design di Rumah

Memasukkan prinsip neuro design tidak selalu berarti renovasi besar-besaran. Perubahan kecil pun bisa memberikan dampak signifikan: 1. Maksimalkan Cahaya Alami: Posisikan meja kerja dekat jendela. Gunakan cermin untuk memantulkan cahaya. Pilih tirai tipis untuk membantu memaksimalkam cahaya alami yang masuk. 2. Pilih Palet Warna dengan Bijak: Pertimbangkan fungsi setiap ruangan. Biru untuk fokus di ruang kerja, hijau untuk konsentrasi di ruang keluarga. 3. Hadirkan Alam (Biophilia): Tambahkan tanaman hias. Gunakan material alami seperti kayu atau batu. 4. Kurangi Kekacauan: Buat sistem penyimpanan yang efektif. Ruangan yang rapi dan terorganisir mengurangi overload sensorik dan membantu fokus. 5. Perhatikan Akustik: Pertimbangkan karpet, bantal, atau buku di rak sebagai peredam suara alami. Jika memungkinkan, identifikasi dan minimalkan sumber kebisingan. 6. Ciptakan Zona Fungsi: Meskipun ruang terbatas, cobalah untuk menciptakan area-area kecil yang ditujukan untuk aktivitas tertentu, seperti tempat kerja, area baca, atau sudut relaksasi. Melalui Neuro Design, kita diingatkan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga ruang di mana pikiran kita berproses untuk fokus, tenang, dan berkembang. Dengan sedikit kesadaran dan penyesuaian, kita bisa mengubah interior rumah menjadi alat yang kuat sebagai peningkat mood, pengurang stres, dan peningkat produktivitas kita setiap hari secara signifikan. Apakah kamu siap untuk merancang ulang rumahmu agar bekerja lebih baik untuk otakmu? Oleh : Aurellia Joselin Hidayat Universitas Kristen Petra

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/neuro-design-bagaimana-interior-rumah-bisa-mengubah-mood-dan-produktivitas/83064/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.09 WITA

  • #Desainer
  • #Interior
  • #Interior Rumah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  3. 3

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.