Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kebun Binatang Surabaya: Transformasi Lembaga Konservasi dan Edukasi Satwa di Tengah Kota Metropolitan

Kebun Binatang Surabaya: Transformasi Lembaga Konservasi dan Edukasi Satwa di Tengah Kota Metropolitan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 April 2025, 02.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kebun Binatang Surabaya: Transformasi Lembaga Konservasi dan Edukasi Satwa di Tengah Kota Metropolitan

Oleh : Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., Regina Ayu Puspita

JurnalPost.com - Kebun binatang bukan sekadar tempat hiburan, melainkan lembaga multifungsi yang menyatukan aspek konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi. Di Indonesia, Kebun Binatang Surabaya menempati posisi istimewa karena sejarah panjangnya serta lokasinya yang berada di pusat kota besar. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan dan pelestarian lingkungan, kebun binatang dituntut untuk bertransformasi menjadi ruang pembelajaran ekologis yang modern dan bertanggung jawab.

IKLAN

KBS didirikan pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1916, atas prakarsa H.F.K. Kommer. Pada masa kolonial, lembaga ini menjadi pusat hiburan sekaligus representasi eksotisme alam Hindia Belanda. Sejak kemerdekaan, pengelolaan KBS berpindah tangan kepada pemerintah Indonesia. Pada dekade 1970-an hingga awal 2000-an, KBS dikenal sebagai salah satu kebun binatang dengan koleksi satwa terbanyak di Asia Tenggara, mencakup berbagai spesies dari Indonesia dan mancanegara.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Namun, reputasi tersebut tidak lepas dari berbagai kontroversi, terutama terkait kondisi kandang, kesehatan satwa, serta manajemen internal. Banyak kritik publik mencuat yang mendorong pemerintah dan pengelola untuk melakukan reformasi mendasar terhadap tata kelola kebun binatang ini.

KBS memiliki fungsi utama sebagai lembaga konservasi ex-situ, yaitu pelestarian satwa di luar habitat aslinya. Satwa-satwa yang berada di ambang kepunahan seperti harimau sumatera, orangutan, komodo, dan jalak bali menjadi fokus penangkaran dan pelestarian. Melalui kerja sama dengan lembaga konservasi lainnya, KBS mencoba mempertahankan keberadaan spesies-spesies tersebut dengan program pembiakan yang terencana.

Sebagai contoh, jalak bali yang sempat hampir punah di habitat aslinya kini ditangkarkan dalam lingkungan aman dengan sistem monitoring yang ketat. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada publik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan peran manusia dalam pelestarian satwa liar.

IKLAN

Selain sebagai lembaga konservasi, KBS juga memainkan peran strategis dalam menyebarkan pengetahuan tentang satwa dan lingkungan. Ribuan pelajar dari berbagai tingkatan datang setiap tahun untuk mengenal lebih dekat kehidupan satwa. Program edukasi yang ditawarkan mencakup tur berpemandu, workshop konservasi, pameran interaktif, dan papan informasi yang dikembangkan untuk menumbuhkan empati dan pemahaman ekologis.

Agen BRI link
Baca Juga

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

KBS juga mulai merancang ulang fasilitas-fasilitasnya agar lebih mendukung pembelajaran. Misalnya, kandang satwa kini dirancang tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk menyerupai habitat alami sehingga pengunjung dapat mengamati perilaku satwa secara lebih autentik.

Kendati memiliki sejarah panjang dan potensi besar, KBS menghadapi sejumlah tantangan serius. Salah satunya adalah keterbatasan lahan dan anggaran yang berdampak pada kualitas perawatan satwa. Selain itu, faktor eksternal seperti perubahan iklim dan urbanisasi kota Surabaya menambah kompleksitas dalam pengelolaan kebun binatang ini.

Sebagai respons, pemerintah kota dan pengelola KBS mulai menerapkan pendekatan manajemen modern berbasis kesejahteraan satwa. Perbaikan kandang, peningkatan pelatihan staf, serta integrasi teknologi informasi dalam pengelolaan koleksi satwa menjadi bagian dari transformasi tersebut. KBS juga menggandeng institusi pendidikan tinggi untuk melibatkan mahasiswa dan peneliti dalam kegiatan konservasi dan pemantauan kesehatan satwa.

Untuk menyesuaikan dengan era digital, KBS mengembangkan aplikasi informasi satwa yang dapat diakses pengunjung melalui ponsel. Inovasi ini memungkinkan pengalaman kunjungan yang lebih interaktif dan informatif. Di sisi promosi, media sosial digunakan secara aktif untuk mengedukasi publik, berbagi cerita unik satwa, serta menyampaikan program-program terkini. Langkah ini menjadi penting dalam membentuk citra baru KBS sebagai kebun binatang yang progresif dan terbuka terhadap partisipasi publik.

Dari Ruang Rapat ke Pembelajaran
Baca Juga

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kesimpulan Kebun Binatang Surabaya telah melalui perjalanan panjang dari masa kolonial hingga era modern. Meski pernah menghadapi berbagai krisis, lembaga ini terus berbenah untuk menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat. Dengan mengedepankan konservasi, edukasi, dan inovasi, KBS memiliki peluang besar untuk menjadi kebun binatang urban yang tidak hanya ramah bagi satwa, tetapi juga mendidik dan menginspirasi masyarakat. Keberhasilan transformasi ini tentu memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pengunjung sebagai pemangku kepentingan utama.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kebun-binatang-surabaya-transformasi-lembaga-konservasi-dan-edukasi-satwa-di-tengah-kota-metropolitan/79824/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.13 WITA

  • #Kebun Binatang Surabaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern
  2. 2

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.