Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Kampanye “Yuk Nabung Saham” dalam Meningkatkan Minat Investasi Masyarakat

Kampanye “Yuk Nabung Saham” dalam Meningkatkan Minat Investasi Masyarakat

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 November 2021, 11.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kampanye “Yuk Nabung Saham” dalam Meningkatkan Minat Investasi Masyarakat

JurnalPost.com - Pasar Modal mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Dengan adanya pasar modal, investor perseorangan maupun badan usaha dapat menyalurkan kelebihan dana yang dimiliki untuk diinvestasikan di pasar modal, dan para pengusaha dapat memperoleh dana tambahan modal. Dana yang diperoleh/didapatkan dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja, dan lain sebagainya. Pasar modal juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksadana, dan lain sebagainya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrumen.

"Yuk Nabung Saham" merupakan sebuah kampanye yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertujuan untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala. Kampanye ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 12 November 2015 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Muhammad Jusuf Kalla di Main Hall Gedung Indonesia Stock Exchange. Dengan melihat kondisi tingkat literasi dan jumlah investor di pasar modal Indonesia, BEI membuat konsep kampanye industri pasar modal yang kuat dan berskala nasional dengan tujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal Indonesia melalui kampanye ini. Kampanye ini juga dimaksudkan agar bisa merubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari kebiasaan menabung menjadi kebiasaan berinvestasi, sehingga masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society.

IKLAN

Edukasi tentang pasar modal kepada masyarakat penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui apa itu pasar modal, memahami pentingnya berinvestasi, mengenal saham sebagai alat investasi, dan tentunya untuk menarik minat masyarakat itu sendiri untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Melalui kampanye "Yuk Nabung Saham" diharapkan dapat menarik investor-investor cerdas dalam upaya peningkatan pertumbuhan pasar modal Indonesia. Program ini juga ingin mengubah pola pikir masyarakat dimana pada awalnya menabung ke bank kini dapat pula menabung ke pasar modal. Hanya dengan berbekal mulai dari Rp 100.000,- masyarakat sudah bisa membeli saham melalui perusahaan sekuritas dan menjadi investor. Cara menabung saham di pasar modal hampir sama dengan menabung di bank. Menabung saham dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN

1. Memilih perusahaan sekuritas. 2. Membuka rekening efek/rekening saham. 3. Menentukan nominal dana yang hendak diinvestasikan. 4. Menentukan saham yang ingin ditabung. 5. Menyetorkan dana secara rutin.

Dalam mengikuti program kampanye "Yuk Nabung Saham" semua lapisan masyarakat dan semua profesi dapat berpartisipasi asalkan memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk keperluan pembukaan rekening efek.

Berdasarkan data bulan September 2015, jumlah investor aktif di Indonesia per tahun hanya sebesar 30% dari total investor pasar modal di Indonesia. Pasca peluncuran kampanye "Yuk Nabung Saham", data bulan September 2017 menunjukkan investor aktif per tahun meningkat menjadi sebesar 35% yang artinya menunjukkan tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal meningkat. Peningkatan pemahaman literasi juga diimbangi dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Dengan adanya sosial media masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai pasar modal. Pemanfataan sosial media oleh BEI dalam rangka mendukung kampanye "Yuk Nabung Saham" juga menjadi salah satu cara untuk menarik minat masyarakat dalam berinvestasi. Selain itu juga dengan banyaknya fasilitas online trading yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan sekuritas saat ini dapat memberikan kemudahan bagi calon investor dalam jual beli saham dimana cara ini diyakini lebih efisien, fleksibel, dan dapat dilakukan dimana saja melalui jaringan internet. Dengan demikian akan menarik minat masyarakat untuk berivestasi dengan menyalurkan modal dana mereka di pasar modal.

Penulis: Yuliana Savira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Sumber: yuknabungsaham.idx.co.id/kampungpasarmodal.com Lestari, D. S. (2021). Analisis Pengaruh Program" Yuk Nabung Saham" oleh PT Bursa Efek Indonesia terhadap Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi di Pasar Modal. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 2(3), 1-13. Cahya, B. T. (2019). Pengaruh Motivasi dan Kemajuan Teknologi Terhadap Minat Investasi Saham. Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman, 7(2), 192-207.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kampanye-yuk-nabung-saham-dalam-meningkatkan-minat-investasi-masyarakat/28131/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  5. 5

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.