SEMARANG, JurnalPost.com — Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Gelar tersebut diraih pada MTQ Nasional XXXI yang ditutup di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Kemenangan ini membuat Kalimantan Timur berhasil mempertahankan gelar juara umum dalam dua penyelenggaraan berturut-turut. Sebelumnya, provinsi tersebut juga menempati posisi teratas pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 yang digelar di Kalimantan Timur.
Pada MTQ Nasional XXXI, kafilah Kalimantan Timur mengumpulkan 288 poin dari seluruh cabang yang diperlombakan.
Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah menempati posisi berikutnya dengan 208 poin, sementara DKI Jakarta berada setelahnya dengan perolehan 129 poin.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil mencatatkan prestasi terbaik. Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ tidak terlepas dari proses pembinaan panjang, ketekunan, kedisiplinan, dan doa.
Ia berharap para juara tidak hanya unggul dalam membaca, menghafal, memahami, maupun menulis ayat Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Prestasi membaca dan menghafal berjalan bersama kemuliaan akhlak, kecakapan memahami, melahirkan kebijaksanaan, keindahan menulis ayat, disertai dengan keindahan berperilaku,” kata Nasaruddin.
Kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara, Nasaruddin meminta mereka tidak berkecil hati. Menurutnya, proses mempelajari Al-Qur’an tetap memiliki nilai terlepas dari hasil kompetisi.
“Di hadapan Al-Qur’an tidak ada ikhtiar yang sia-sia. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang dipelajari adalah amal yang bernilai,” tuturnya.
Dalam penutupan tersebut, Nasaruddin juga menyampaikan penghargaan kepada Dewan Hakim, Dewan Pengawas, Panitera, Pengendali Teknis, serta seluruh panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama proses penilaian dan pelaksanaan kompetisi.
“Integritas adalah marwah utama MTQ. Selama proses dijalankan sesuai pedoman dengan keilmuan, ketelitian, dan kejujuran, mari kita terima hasilnya dengan dewasa,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, persaingan dalam MTQ juga tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan antarpeserta maupun antardaerah.
Kemenangan, menurutnya, tidak seharusnya melahirkan kesombongan. Sebaliknya, peserta yang belum memperoleh hasil terbaik juga diharapkan tetap menjaga semangat dan persaudaraan.
“MTQ mempertemukan kita di dalam kompetisi, tetapi Al-Qur’an mempersatukan kita di dalam persaudaraan,” katanya.
DKI Jakarta Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII
Penutupan MTQ Nasional XXXI sekaligus menandai pergantian tuan rumah untuk penyelenggaraan berikutnya.
DKI Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXII Tahun 2027, setelah gelaran tahun 2026 berlangsung di Jawa Tengah.
Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan amanah penyelenggaraan berikutnya telah diserahkan kepada DKI Jakarta.
Ia berharap pelaksanaan MTQ Nasional XXXII dapat berlangsung semakin baik. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah juga menyatakan siap memberikan dukungan kepada penyelenggara berikutnya.
“Amanah sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-32 tahun 2027 diberikan kepada Provinsi DKI Jakarta. Semoga ke depan akan lebih baik lagi. Kami LPTQ Provinsi Jawa Tengah siap mendukung,” ujar Taj Yasin.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda