Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Jadi TNI-POLRI: Simbol Kekuatan Negara atau Simbol Pamer Gaya?

Jadi TNI-POLRI: Simbol Kekuatan Negara atau Simbol Pamer Gaya?

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
14 Mei 2025, 10.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
TNI-POLRI

JurnalPost.com - Fenomena anggota TNI dan Polri yang memamerkan senjata di media sosial belakangan ini menuai perhatian publik.Sebuah video yang menampilkan seorang anggota polisi tengah mengokang senjata dan berucap "Pacar kamu ganteng? kaya? bisa gini enggak?" viral di Twitter pada Januari 2025.Kemudian pada Maret 2025, video serupa dari anggota TNI memamerkan senjata api jenis Pindad G2 Combat kaliber 9x19 mm, dimana senajata tersebut merupakan senjata dinas militer dan tidak dapat dimiliki oleh masyarakat sipil.Kedua video tersebut mendapat respons beragam dari warganet, mulai dari keheranan hingga kritik tajam.

Mengapa TNI-POLRI Menjadi Ajang Pamer Gaya?

IKLAN

Tekanan Sosial dan Pengaruh Media Sosial. Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Siti Zunariyah, menilai bahwa perilaku pamer senjata dan jabatan ini merupakan dampak dari evolusi teknologi yang memberikan ruang bagi individu untuk menunjukkan identitas diri. Menurutnya, tindakan tersebut juga mencerminkan cara pandang materialis yang menempatkan segala sesuatu dengan ukuran materi, dan seragam adalah representasi atau simbol dari materi yang dimiliki seseorang.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Kultur dan Mentalitas Institusi yang Masih Kuat. Banyak anggota TNI dan Polri yang tumbuh dalam kultur militeristik yang menekankan kedisiplinan, hierarki, dan loyalitas. Namun, dalam konteks sosial modern, hal ini dapat berisiko menjadi arogansi atau pamer kekuatan. Menurut Kompolnas, perubahan kultur dari militeristik ke humanis masih menjadi tantangan besar, dan teladan dari pimpinan sangat diperlukan untuk merubah perilaku anggota secara menyeluruh.

Kurangnya Pembinaan dan Teladan dari Pimpinan. Pembekalan mengenai etika profesi sering kali kurang diperhatikan. Padahal pembinaan etika profesi dan sosialisasi larangan hidup hedonisme untuk meningkatkan kesadaran anggota sangat penting dilaksanakan untuk menjaga citra institusi.

Jika menjadi TNI/Polri hanya ajang sebagai pamer gaya Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menanggapi bahwa tindakan memamerkan senjata oleh oknum TNI dan Polri tidak hanya mencoreng citra institusi, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

Bagaimana Jika Fenomena Pamer Gaya TNI-POLRI Terus Dibiarkan?

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN

Di era digitalisasi saat ini, setiap tindakan negatif, termasuk yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri, dapat dengan cepat tereskalasi dan merusak citra institusi secara keseluruhan. Tidak hanya institusi namun masyarakat juga merasakan dampak dari tindakan negatif dari tindakan tersebut.

Dr. Ridho Taqwa (Dosen Sosiologi Universitas Sriwijaya) menekankan bahwa pamer gaya oleh anggota Polri mencerminkan etika pribadi yang buruk. Ia menyebutkan bahwa hal ini bertentangan dengan empat dimensi etika yang seharusnya dijaga oleh seorang anggota polisi, yaitu kenegaraan, kelembagaan, kemasyarakatan, dan kepribadian. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memperburuk citra kelembagaan di mata masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit sehingga terjadilah ketimpangan sosial antara aparat dengan masyarakat.

Selain itu, fenomena pamer gaya juga dapat meningkatkan potensi penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat. Menurut Poengky Indarti (Komisioner Kompolnas), TNI dan Polri harus menjadi contoh teladan baik di tengah-tengah masyarakat. Ia menyebutkan bahwa masyarakat berharap Polri berubah menjadi lebih humanis dan menghormati HAM, serta menghapus budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurutnya, perubahan ini harus diawasi secara terus-menerus agar reformasi berjalan sesuai harapan.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesadaran diri bagi anggota TNI dan Polri. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2025, beliau mengingatkan bahwa TNI dan Polri harus selalu mawas diri, mengoreksi diri, menertibkan diri, dan menjaga disiplin. Beliau juga menekankan bahwa TNI dan Polri adalah "tentara rakyat dan polisi rakyat," yang berarti mereka harus selalu berada di tengah-tengah rakyat dan membangun bersama rakyat.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Selain itu, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa gaji dan perlengkapan anggota TNI dan Polri dibiayai oleh rakyat. Oleh karena itu, mereka harus selalu menjaga kedisiplinan dan tidak memamerkan seragam, senjata, dan gaya hidup mewah yang dapat menimbulkan kesan negatif di masyarakat .

Presiden juga menekankan bahwa pangkat yang disandang oleh anggota TNI dan Polri adalah penghormatan dari rakyat dan harus diartikan sebagai tanggung jawab untuk melindungi bangsa dan negara. Beliau berharap agar anggota TNI dan Polri selalu mengingat bahwa mereka diharapkan oleh rakyat dan diberi kepercayaan yang besar oleh rakyat.

Dengan demikian, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan agar anggota TNI dan Polri tidak memamerkan atribut kedinasan atau gaya hidup mewah yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.

Penulis, Farel Ardhan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/jadi-tni-polri-simbol-kekuatan-negara-atau-simbol-pamer-gaya/81087/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.12 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.