Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Aktualisasi Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan di Era Modernisasi

Aktualisasi Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan di Era Modernisasi

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
14 Mei 2025, 10.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Aktualisasi Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan di Era Modernisasi

JurnalPost.com - Modernisasi telah membawa berbagai perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di satu sisi, kemajuan teknologi, komunikasi, dan globalisasi membuka peluang besar untuk pembangunan dan pertumbuhan. Namun di sisi lain, modernisasi juga membawa tantangan terhadap keberlangsungan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, aktualisasi nilai-nilai wawasan kebangsaan menjadi sangat penting agar Indonesia tetap kokoh sebagai negara yang berdaulat, adil, dan bermartabat di tengah arus perubahan zaman.

IKLAN

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan, kesatuan, dan kepentingan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Nilai-nilai inti dalam wawasan kebangsaan mencakup cinta tanah air, kesetiaan kepada negara, penghargaan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong. Konsep ini bertujuan membentuk warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya, serta memiliki komitmen terhadap integritas bangsa.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Dalam konteks modernisasi, wawasan kebangsaan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Generasi muda, sebagai penerus bangsa, perlu menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Modernisasi di Indonesia ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, meningkatnya interaksi global, serta pergeseran budaya dan nilai sosial. Internet dan media sosial memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan dunia secara instan, namun juga membuka peluang masuknya budaya asing yang tidak selalu sesuai dengan nilai lokal.

Salah satu tantangan besar adalah menurunnya rasa nasionalisme. Banyak anak muda lebih mengenal budaya Korea, Amerika, atau Jepang dibanding budaya Indonesia sendiri. Lagu daerah dan tarian tradisional tergeser oleh musik dan tren luar negeri. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang lebih bangga menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari ketimbang bahasa Indonesia.

Selain itu, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial juga memicu polarisasi, intoleransi, dan konflik antarwarga. Isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) sering digunakan untuk memecah belah masyarakat. Jika tidak diantisipasi dengan wawasan kebangsaan yang kuat, kondisi ini dapat mengancam keutuhan NKRI.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Dalam pandangan penulis, aktualisasi nilai-nilai wawasan kebangsaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Nilai-nilai kebangsaan harus dihidupkan kembali, tidak hanya dalam bentuk formalitas seremonial, tapi melalui praktik kehidupan sehari-hari.

IKLAN

Contohnya, nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera, tetapi juga melalui penggunaan produk dalam negeri, mencintai budaya lokal, menjaga lingkungan, dan menghargai perbedaan. Bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata, tetapi juga bisa diwujudkan dengan menjadi warga yang taat hukum, kritis terhadap informasi, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Terdapat beberapa contoh aktualisasi nilai kebangsaan di era modern 1. Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi Nasionalisme Banyak kreator konten muda Indonesia yang menggunakan platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram untuk menyebarkan konten edukatif mengenai sejarah Indonesia, perjuangan pahlawan, lagu-lagu daerah, dan kekayaan budaya lokal. Ini merupakan bentuk nyata dari aktualisasi wawasan kebangsaan dalam dunia digital.

2. Gerakan Cinta Produk Lokal Program pemerintah seperti "Bangga Buatan Indonesia" mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri. Ketika masyarakat memilih produk lokal, mereka tidak hanya mendukung ekonomi nasional, tetapi juga menunjukkan kebanggaan terhadap karya anak bangsa.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

3. Toleransi di Lingkungan Multikultural Di sekolah dan kampus, banyak program pertukaran budaya dan dialog lintas agama yang memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai sejak usia dini.

4. Pelestarian Budaya Lokal oleh Komunitas Muda Banyak komunitas anak muda yang aktif melestarikan budaya lokal melalui pertunjukan seni, pameran kerajinan tradisional, hingga pelatihan membatik atau menari. Mereka mengemas budaya tradisional dengan pendekatan modern sehingga lebih menarik bagi generasi milenial.

Aktualisasi nilai-nilai wawasan kebangsaan di era modernisasi adalah sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa menghindari perubahan zaman, tetapi kita bisa menyikapinya dengan bijak. Nilai-nilai seperti cinta tanah air, persatuan, toleransi, dan gotong royong harus terus ditanamkan dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui pendidikan, media digital, maupun aktivitas sosial.

Hanya dengan kesadaran kolektif dan komitmen yang kuat terhadap nilai kebangsaan, Indonesia dapat tetap kokoh sebagai bangsa yang besar dan berdaulat di tengah tantangan global. Sebagaimana pepatah mengatakan, "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah," demikian pula, jangan pernah meninggalkan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus modernisasi. Sebab di situlah kekuatan sejati bangsa ini bertumpu.

Penulis: Farhan Naufal Ulayya, Taruna Manajemen Pemasyarakatan A, Politeknik Pengayoman Indonesia, Jurusan Ilmu Pemasyarakatan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/aktualisasi-nilai-nilai-wawasan-kebangsaan-di-era-modernisasi/81083/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.07 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah
  2. 2

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.