Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. (Xinhua/Shadati)
TEHERAN, JurnalPost.com -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (7/6) mengatakan negaranya siap menerima inspeksi pada fasilitas nuklirnya, tetapi tidak menerima pemaksaan.
Pezeshkian menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Kazakhstan Murat Nurtleu di Teheran, ibu kota Iran, saat memberikan komentar tentang perundingan nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington yang sedang berlangsung, demikian menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs web kantornya.
Dia mengatakan aktivitas nuklir Iran sepenuhnya "transparan," dan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) telah mengonfirmasi hal tersebut berulang kali.
"Mengingat kami siap menerima inspeksi, kami berpandangan segala bentuk perampasan terhadap pencapaian pengetahuan, teknologi, dan ilmiah dari suatu negara sebagai hal yang tidak dapat diterima," ungkapnya. Dia juga menambahkan bahwa Iran selalu siap mendengarkan wacana yang logis, tetapi tidak akan pernah menerima "pemaksaan dan intimidasi."
Dalam kesempatannya, menlu Kazakhstan menyampaikan apresiasi negaranya terhadap sikap Iran yang "berprinsip dan logis" terhadap aktivitas nuklir yang damai.
Nurtleu menyampaikan pesan tertulis dari Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev kepada Pezeshkian. Nurtleu mengatakan dirinya berharap pesan tersebut akan "membuka babak baru dalam hubungan kedua negara."
Kedua belah pihak sepakat untuk memajukan hubungan bilateral di semua bidang, menurut pernyataan tersebut.
Menlu Kazakhstan tiba di Teheran pada Sabtu pagi dan disambut oleh Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi, papar kantor berita resmi IRNA.
Setelahnya pada hari yang sama, mereka mengadakan pertemuan mengenai isu-isu bilateral dan regional dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama di bidang arsip diplomatik.
Iran dan Amerika Serikat (AS) sejak April lalu telah menggelar lima putaran pembicaraan tidak langsung mengenai program nuklir Teheran dan pencabutan sanksi AS yang dimediasi oleh Oman. (Xinhua)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda