Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. China Perluas Eksistensinya dalam Bidang Robot Humanoid

China Perluas Eksistensinya dalam Bidang Robot Humanoid

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
13 Maret 2025, 16.02 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Robot Humanoid
Robot humanoid dari perusahaan China, Unitree Robotics, terlihat di belakang panggung Gala Festival Musim Semi China Central Television (CCTV) di Beijing, ibu kota China, pada 28 Januari 2025. (Xinhua)

HANGZHOU, JurnalPost.com - Dunia robotika tampaknya telah menemukan ahli bela diri baru. Dalam sebuah video viral yang dirilis oleh Unitree Robotics, robot humanoid Unitree G1 melakukan serangkaian gerakan kungfu dengan mulus, melayangkan pukulan, dan bahkan melepaskan tendangan berputar 720 derajat, menandai pencapaian yang disebut belum pernah diraih sebelumnya oleh perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut di akun media sosial resminya.

Unitree mengaitkan ketangkasan robot itu dengan algoritmanya yang terus berkembang, yang memungkinkan robot tersebut untuk "mempelajari gerakan apa saja, kapan saja."

IKLAN

Huang Jiawei, direktur pemasaran perusahaan itu, mengaitkan kemajuan pesat Unitree dengan fokusnya yang kuat pada bidang penelitian dan pengembangan (litbang) yang independen. "Itulah mengapa produk-produk kami, baik robot anjing berkaki empat maupun robot humanoid, menjadi lebih unggul, lebih stabil, dan terus mengejutkan orang-orang."

Hakan Fidan
Baca Juga

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Perusahaan itu membuat gebrakan besar dalam acara "Spring Festival Gala" 2025 di China, salah satu acara televisi yang paling banyak ditonton di negara tersebut setiap tahunnya, dengan mengirim 16 robot humanoid untuk tampil bersama para penari manusia dalam sebuah pertunjukan tarian rakyat, memamerkan kemampuan kontrol gerak dan sinkronisasi yang canggih.

Zhejiang, provinsi tempat Hangzhou berada, merupakan yang terdepan dalam pengembangan robotika di China. Pada 2017, Zhejiang menjadi provinsi pertama yang memperkenalkan rencana aksi "robot plus" khusus, yang menggenjot investasi dan dukungan kebijakan di sektor itu. Hangzhou sendiri menjelma sebagai pusat teknologi utama, rumah bagi lebih dari 200 perusahaan yang berkaitan dengan robot.

Klaster industri robot humanoid yang khas mulai terbentuk di seluruh China. Daerah Delta Sungai Yangtze dan Delta Sungai Mutiara (Pearl River), yang memanfaatkan keunggulan mereka dalam industri mesin dan elektronik, menjadi pusat utama bagi sektor robot humanoid. Delta Sungai Yangtze adalah rumah bagi banyak produsen bodi robot dan perusahaan komponen, sementara Delta Sungai Mutiara menjadi magnet bagi perusahaan-perusahaan inovatif.

Industri robot humanoid global sedang mengalami periode ekspansi yang pesat, dengan para analis Citi memproyeksikan bahwa pasar itu akan mencapai skala 7 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp16.453) per 2050.

FOTO Sampul
Baca Juga

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Sementara itu, China, yang telah menjadi pemain utama di bidang tersebut, diperkirakan akan menguasai pangsa pasar yang signifikan. Proyeksi pasar mengindikasikan bahwa pada pertengahan abad ini, pasar robot humanoid China berpotensi mencapai nilai 6 triliun yuan (1 yuan = Rp2.271), dengan perkiraan 59 juta unit beroperasi.

IKLAN

Data penelitian dan pemerintah memperkuat kecenderungan ini. Dalam makalah bertajuk "Humanoid 100: Memetakan Rantai Nilai Robot Humanoid" (The Humanoid 100: Mapping the Humanoid Robot Value Chain), Morgan Stanley menemukan bahwa 56 persen perusahaan terkait dan 45 persen perusahaan integrator berbasis di China.

Hingga akhir 2024, jumlah perusahaan di industri robot pintar China mencapai 451.700, dengan total modal yang terdaftar tercatat di angka 6,44 triliun yuan, menurut Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (State Administration for Market Regulation) China. Jumlah perusahaan melonjak 206,73 persen dari akhir 2020, yang mewakili peningkatan pesat di sektor tersebut.

Pemerintah China memberikan penekanan signifikan pada industri-industri masa depan seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robot humanoid. Tahun lalu, tujuh departemen pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, menerbitkan sejumlah pedoman untuk mendorong pengembangan industri-industri itu.

BPKH dan Bank Muamala
Baca Juga

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pedoman itu menyerukan berbagai upaya untuk mengembangkan produk-produk unggulan, memperkaya skenario pengaplikasian, dan mengoptimalkan sistem pendukung industri untuk industri-industri masa depan, terutama menargetkan enam bidang utama termasuk manufaktur, informasi, material, energi, antariksa, dan kesehatan.

"Robot humanoid mewakili cita-cita tertinggi robotika," ujar Xiong Rong, direktur pusat inovasi robot humanoid Zhejiang.

Robot humanoid mengintegrasikan mekanika, teknik elektro, ilmu material, teknologi pengindraan, dan komputasi untuk mencapai fungsionalitas yang menyerupai manusia. Robot itu diakui secara luas sebagai puncak teknologi robotika sekaligus indikator utama dari kemampuan suatu negara secara keseluruhan di bidang teknologi, imbuh Xiong.

Xiong menuturkan kepada Xinhua bahwa jika robot-robot humanoid diadopsi secara luas, mereka dapat menggantikan manusia dalam penyelesaian tugas-tugas berbahaya, repetitif, atau monoton, yang akan mengatasi isu krisis tenaga kerja di masa mendatang. Menurut Xiong, hal ini akan membawa dampak transformatif terhadap pembangunan ekonomi dan sosial.

Kendati pertumbuhannya sangat pesat, para pakar memperingatkan bahwa masih ada beberapa hambatan. Salah satu contohnya adalah robot perawat. Topik-topik keamanan, etika, dan penerimaan publik terus memicu perdebatan.

"Terobosan dalam teori AI dasar sangat penting untuk pengadopsian massal," kata Qiu Jiefan, associate professor di Universitas Teknologi Zhejiang, yang menyerukan penguatan dukungan untuk penelitian dasar di bidang ilmu fisika, ilmu material, dan matematika guna memastikan robot humanoid dapat mencapai potensi penuh mereka. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/china-perluas-eksistensinya-dalam-bidang-robot-humanoid/79077/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.16 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran, Akan Bertemu Pemimpin Enam Negara Teluk

Kepala Desa Indonesia Pelajari Tata Kelola Pedesaan dan Pertanian Digital di Tiongkok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Pilihan Editor

  1. 1 Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. 5

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.