Palu, JurnalPost.com — Perkembangan teknologi dan karakter peserta didik Generasi Z mendorong guru untuk terus beradaptasi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menarik. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan pendampingan pengembangan bahan ajar digital bagi guru SMPN 21 Palu, Sulawesi Tengah.
Program ini dirancang untuk membantu guru memanfaatkan teknologi digital dalam proses penyusunan media pembelajaran. Tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tim pengabdi juga mendampingi peserta secara langsung dalam membuat bahan ajar digital berbentuk flipbook interaktif dengan mengintegrasikan Generative AI, Canva Magic Studio, serta platform Flipping Book.
Pendampingan menggunakan pendekatan Participatory Technology Development, yakni peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi turut terlibat aktif dalam proses pengembangan dan penerapan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Integrasikan AI dengan Pendekatan Deep Learning
Tim PkM UNTAD diketuai oleh Abdul Kamaruddin, S.Pd., M.Ed., Ph.D., dengan anggota Nadrun, S.Pd., M.Pd., M.Ed., A. Gusti Efendy, S.S., M.Pd., dan Novita Pratiwi, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, tim menekankan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran dari sekadar pembelajaran permukaan atau surface learning menuju proses belajar yang lebih mendalam atau deep learning.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui tiga elemen utama, yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.
Pada aspek mindful learning, guru diarahkan untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu merangsang kemampuan berpikir kritis peserta didik. Salah satunya melalui pertanyaan terbuka, studi kasus, serta aktivitas analitis yang mengacu pada kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam Taksonomi Bloom, khususnya pada level C4 hingga C6.
Sementara melalui meaningful learning, materi pembelajaran dikembangkan agar lebih dekat dengan kehidupan dan lingkungan peserta didik. Guru didorong memasukkan berbagai unsur kearifan lokal Kota Palu dan Sulawesi Tengah ke dalam bahan ajar.
Materi tersebut dapat berupa pembahasan ekosistem pesisir, sejarah lokal, budaya masyarakat, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana yang relevan dengan kondisi geografis Sulawesi Tengah.
Adapun konsep joyful learning diwujudkan melalui penyajian materi yang lebih menarik secara visual dan interaktif. Guru dilatih memanfaatkan komik edukasi, ilustrasi, tata letak modern, hingga animasi buku digital dalam format flipbook.
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan juga diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses kreatif guru dalam menyusun bahan ajar.
“Generasi digital saat ini lebih mudah terdistraksi jika disajikan teks tebal tanpa dinamika visual. Dengan bantuan platform AI untuk prompt engineering dan desain Canva, guru dapat memangkas waktu pembuatan media tanpa mengorbankan kualitas pedagogisnya,” ungkap tim pengabdi UNTAD.

Teknologi AI dalam kegiatan tersebut ditempatkan sebagai alat pendukung kreativitas dan produktivitas guru. Guru tetap memiliki peran utama dalam menentukan tujuan pembelajaran, memvalidasi isi materi, menyesuaikan konteks, serta memastikan bahan ajar sesuai kebutuhan peserta didik.
Belasan Digital Flipbook Berhasil Dibuat Guru
Hasil pendampingan terlihat dari rampungnya belasan bahan ajar digital yang dikembangkan peserta workshop dari berbagai rumpun mata pelajaran.
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bahan ajar berdasarkan bidang yang mereka ampu. Materi kemudian dikemas dalam bentuk digital flipbook agar dapat dibaca melalui perangkat komputer maupun gawai.
Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi hasil latihan selama workshop, tetapi juga dipersiapkan agar dapat digunakan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di SMPN 21 Palu.
Salah satu hal menarik dalam program ini adalah penyediaan portal khusus untuk menampilkan karya para guru.
Seluruh bahan ajar hasil workshop diunggah dan ditampilkan dalam sebuah portal web yang memungkinkan siswa maupun masyarakat melihat dan membaca modul digital yang telah dibuat.
Melalui portal tersebut, pengguna dapat melakukan pratinjau sekaligus membaca bahan ajar berbentuk flipbook secara interaktif.
Portal karya dapat diakses melalui alamat:
projects.gusti25.id/pkm-smp21-palu/

Kehadiran portal tersebut diharapkan menjadi ruang dokumentasi sekaligus etalase karya inovasi guru. Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan tidak berhenti sebagai produk pelatihan, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Karya Guru Akan Difasilitasi Perlindungan HKI
Selain peningkatan kemampuan digital, program pendampingan ini juga memberikan perhatian terhadap aspek perlindungan karya intelektual guru.
Modul-modul digital terbaik hasil pendampingan direncanakan untuk difasilitasi dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya Hak Cipta, melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Langkah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas guru sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap karya bahan ajar yang telah mereka hasilkan.
Sertifikat Hak Cipta nantinya diharapkan menjadi bentuk rekognisi atas kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran kreatif berbasis teknologi.
Lebih jauh, pendampingan tersebut juga memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak selalu harus dimulai melalui teknologi yang rumit. Pemanfaatan perangkat yang relatif mudah diakses, apabila dikombinasikan dengan strategi pedagogis yang tepat, dapat menghasilkan media pembelajaran yang lebih relevan dengan karakter peserta didik saat ini.
Integrasi antara Generative AI, desain visual, digital flipbook, dan muatan lokal juga membuka peluang bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Peserta didik tidak hanya membaca materi, tetapi dapat mempelajari konsep melalui visual, ilustrasi, cerita, dan konteks lingkungan yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program PkM tersebut, tim Universitas Tadulako berharap kemampuan guru SMPN 21 Palu dalam mengembangkan bahan ajar digital semakin meningkat dan dapat terus diterapkan setelah kegiatan pendampingan selesai.
Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi guru menghadapi perubahan karakter pembelajaran abad ke-21, dengan tetap menempatkan teknologi sebagai pendukung proses pendidikan yang bermakna, kritis, kontekstual, dan menyenangkan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda