JurnalPost.com - Dengan meningkatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau yang lebih kita kenal dengan sebutan TIK memberikan dampak yang positif pada bidang pendidikan. Dampak positif ini berupa banyak bermunculan inovasi-inovasi media pembelajaran yang menarik. Semakin banyak inovasi pembelajaran, maka kita sebagai guru milenial wajib beradaptasi guna memenuhi kebutuhan yang haus akan pendidikan yang penuh inovasi. Mengadaptasi media pembelajaran kekinian menjadi bagian dari solusi bagi kita sebagai guru milenial untuk selalu mengembangkan keterampilan diri. Pemilihan guru yang terbaik akan tersingkirkan jika keterampilan guru dalam dunia IPTEK sangat minim karena se-berpengaruh itu teknologi dizaman saat ini dalam menyeleksi guru yang berpotensi. Oleh karena itu, dalam mengoperasikan TIK guru seharusnya sudah mahir dan tanggap.
Sebagai guru, kita wajib memanfaatkan media pembelajaran kekinian sesuai saran kriteria diatas. Media pembelajaran kekinian merupakan media yang sering dan tengah menjadi tren khusus di kalangan dunia pendidikan saat ini. Media yang berhasil menjadi tren memiliki daya tarik terhadap aktivitas peserta didik disebabkan memiliki kelebihan-kelebihan yang menjadikan media kekinian menjadi spesial di mata peserta didik. Di era zaman globalisasi ini, guru dituntut untuk mahir menggunakan teknologi yang lambat laun semakin canggih. Seiring berjalan waktu, muncul inovasi media pembelajaran kekinian yang bisa menarik akrtivitas peserta didik
Di zaman sekarang ini peran teknologi sudah masuk ke berbagai aspek, termasuk dunia pendidikan. Media pembelajaran dapat diartikan sebagai alat yang berfungsi dan berguna untuk menyalurkan pesan pembelajaran.Media pembelajaran berfungsi di antaranya adalah untuk menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Salah satu hasil perkembangan teknologi sebagai media pembelajaran pendidikan adalah Augmented Reality (AR). Augmented Reality atau yang sering disingkat dengan AR adalah sebuah teknik yang menggabungkan benda maya dua dimensi maupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkup nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Teknologi Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam lingkungan nyata. Teknologi menerapkan konsep AR:
1. Mampu mengkombinasikan dunia nyata dan dunia maya. 2. Mampu memberikan informasi secara interaktif dan realtime. 3. Mampu menampilkan dalam bentuk tiga dimensi.
Augmented Reality bertujuan menyederhanakan berbagai hal untuk pengguna dengan membawa informasi virtual ke dalam lingkungan pengguna. AR meningkatkan persepsi (tindakan ) pengguna dan interaksi dengan dunia nyata.
Penggunaan Augmented Reality sangat berguna untuk media pembelajaran yang interaktif dan nyata serta secara langsung oleh peserta didik. Selain itu media pembelajaran menggunakan Augmented Reality dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar karena sifat dari Augmented Reality yang menggabungan dunia maya yang dapat meningkatkan imajinasi peserta didik dengan dunia nyata secara langasung. Augmeneted Reality bersifat interaktif yang membuat peserta didik untuk melihat keadaan secara nyata dan langsung serta dapat mengimajinasikan hasil proses pembelajaran yang diberikan pendidik kepada peserta didik.
Pemanafaatan media pendidikan menggunakan Augmented Reality dapat merangsang pola pikir peserta didik dalam berpikiran kritis terhadap sesuatu masalah dan kejadian yang ada pada keseharian, karena sifat dari media pendidikan adalah membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan ada atau tidak adanya pendidik dalam proses pendidikan, sehingga pemanfaatan media pendidikan dengan augemented reality dapat secara langsung memberikan pembelajaran dimanapun dan kapanpun peserta didik ingin melaksanakan proses pembelajaran. Media Pembelajaran AR dapat memvisualisasikan konsep abstrak untuk pemahaman dan struktur suatu model objek memungkinkan AR sebagai media yang lebih efektif sesuai dengan tujuan dari media pembelajaran.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan untuk mendapatkan keefektifan penggunaan AR pada Sekolah Dasar pada kelas tinggi, melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality telah dikembangkan sebuah aplikasi media pembelajaran AR. Aplikasi yang dikembangkan mendapat respon yang baik dari siswa dilihat dari hasil pengamatan guru terhadap penggunaan aplikasi ini melalui uji coba terbatas yang dilakukan pada kelompok kecil di kelas.
Hasil yang diperoleh berdasarkan angket pengamatan guru termasuk dalam kategori “sangat baik” berdasarkan tabel pedoman penilaian rata-rata skormenjadi data konversi menurut S.Eko Putro Widoyoko (2009: 238). Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi media pembelajaran ini dapat diterima dengan baik oleh siswa dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung proses pembelajaran, baik di kelas maupun pembelajaran mandiri. Produk yang dikembangkan selain berupa aplikasi juga disertai buku panduan penggunaan aplikasi dan buku kartu marker. Aplikasi mudah diinstal pada smartphone serta mudah dalam penggunaannya oleh guru maupun siswa karena disertai buku panduan yang praktis.
Oleh: Dea Miranda (206910564), Citra Andria Putri (206910543) & Harli Nadia Jufri (206910031)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda