Jakarta Timur, JurnalPost.com – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada puluhan guru yang berada di bawah naungan Yayasan At-Taubah, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026 tersebut diikuti sebanyak 32 guru dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di lokasi mitra.
Pelatihan merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Skema Wilayah Binaan Fakultas yang dilaksanakan tim dosen FIP UNJ.
Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd., bersama Prof. Dr. Eliana Sari, M.Pd., Dr. H. Jazilul Fawaid, Al Hafidz, S.Q., M.A., Dr. Sisca Cletus Lamatokan, M.Pd., Dr. Satri Dwi Kurnia Nasution, M.Pd., Fawzul Arifin, M.Pd., S. Nudia Mastur, M.Pd., dan UU Abdullah, M.Pd.
Peserta kegiatan terdiri atas 21 guru jenjang SD/MI dan 11 guru SMP/MTs. Sebagian besar peserta telah menyelesaikan pendidikan sarjana atau S1 dengan pengalaman mengajar yang beragam, mulai dari kurang dari lima tahun hingga lebih dari satu dekade.
Pelaksanaan pelatihan sebelumnya disampaikan melalui surat resmi Nomor 2524/UN39.5.FIP/TU/2026 tertanggal 20 Juli 2026.
Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd., mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu guru mendokumentasikan berbagai praktik pembelajaran dan upaya perbaikan yang dilakukan di kelas secara sistematis melalui penelitian.
“Guru sesungguhnya setiap hari melakukan perbaikan pembelajaran di kelas, tetapi belum semua sempat mendokumentasikannya menjadi karya ilmiah. Melalui PTK, praktik baik yang selama ini dijalankan bisa dibuktikan datanya, dituliskan, dan dibagikan kepada guru lain,” ujar Madhakomala.
Menurutnya, Penelitian Tindakan Kelas dapat menjadi salah satu sarana bagi guru untuk mengevaluasi proses pembelajaran sekaligus menemukan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul selama kegiatan belajar mengajar.
Peserta Langsung Berlatih Menyusun Proposal PTK
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh sejumlah materi, mulai dari konsep dasar dan siklus Penelitian Tindakan Kelas, identifikasi serta perumusan masalah berdasarkan fenomena yang terjadi di ruang kelas, hingga penyusunan proposal penelitian.
Tim pengabdi juga memberikan materi mengenai teknik pengumpulan data, analisis data sederhana, serta penyusunan laporan hasil PTK.
Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara teoritis. Peserta turut dilibatkan dalam sesi praktik dengan menyusun rancangan proposal PTK secara berkelompok.

Setiap kelompok mendapatkan pendampingan langsung dari tim dosen FIP UNJ sehingga peserta dapat mendiskusikan permasalahan pembelajaran yang ditemukan di sekolah dan mengembangkannya menjadi rancangan penelitian yang lebih terstruktur.
Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan membuat guru lebih mudah memahami proses penelitian karena topik yang digunakan berasal dari pengalaman mereka sendiri saat mengajar.
Salah seorang guru SMP Islam At-Taubah yang mengikuti kegiatan mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai penelitian setelah mengikuti pelatihan.
“Selama ini kami merasa penelitian itu jauh dari keseharian mengajar. Setelah ikut pelatihan, kami sadar bahwa masalah di kelas sendiri bisa menjadi bahan penelitian yang bermanfaat,” ungkapnya.
Pemahaman Guru Meningkat Setelah Pelatihan
Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, tim pengabdian melakukan evaluasi terhadap peserta melalui tes tertulis sebanyak 16 butir yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan borang daring.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.
Rata-rata nilai pretest tercatat sebesar 88,66 pada skala 0–100. Setelah mengikuti pelatihan, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 96,05.
Hasil pengukuran juga menunjukkan besaran efek yang tergolong besar dengan capaian normalized gain atau N-gain sebesar 0,65 yang termasuk kategori sedang.
Peningkatan cukup menonjol terlihat pada materi mengenai penyusunan siklus PTK.
Pada pretest, hanya sekitar 53,3 persen peserta yang mampu menjawab pertanyaan terkait penyusunan siklus PTK dengan benar. Setelah pelatihan, persentase jawaban benar meningkat menjadi 89,7 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta terhadap tahapan praktis pelaksanaan penelitian di kelas.
Setiap Kelompok Hasilkan Draf Proposal
Sebagai salah satu luaran kegiatan, setiap kelompok peserta berhasil menghasilkan draf proposal Penelitian Tindakan Kelas.
Draf tersebut selanjutnya akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari tim FIP UNJ hingga dapat dikembangkan menjadi penelitian yang siap dilaksanakan dalam siklus PTK di sekolah masing-masing.
Selain menghasilkan proposal penelitian, hasil kegiatan pengabdian juga direncanakan dipublikasikan dalam artikel jurnal pengabdian terakreditasi Sinta serta melalui media massa sebagai bagian dari penyebarluasan hasil kegiatan kepada masyarakat.
Kepala SMP Islam At-Taubah menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Pihak sekolah berharap kerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penyusunan Penelitian Tindakan Kelas, tetapi juga dapat mencakup berbagai isu strategis pendidikan seperti pengembangan kurikulum sekolah dan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi kebijakan pembelajaran mendalam.
Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Skema Wilayah Binaan Fakultas merupakan salah satu program FIP UNJ yang diarahkan untuk mengimplementasikan ilmu pendidikan secara langsung di lingkungan sekolah mitra.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, FIP UNJ berupaya membangun kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Jakarta dan sekitarnya yang memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas guru dan mutu pembelajaran.
Kegiatan pendampingan di Yayasan At-Taubah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya penelitian di kalangan pendidik sehingga berbagai persoalan pembelajaran di kelas dapat dianalisis, dievaluasi, dan diselesaikan melalui pendekatan ilmiah.
Kontak Media:
Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd.
Ketua Pelaksana Pengabdian
Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda