Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Inovasi Pakan Organik, Jurus Hemat Peternak Lele Karangdieng, Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Inovasi Pakan Organik, Jurus Hemat Peternak Lele Karangdieng, Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
10 Juli 2025, 20.59 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Peternak Lele

Oleh: Moch Rizal Rivky, Nizar Nabil Alifi Wildan, Nessa Aida Salwa, Fika Anjani

JurnalPost.com - Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai salah satu sentra budidaya lele skala kecil. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan air tawar, khususnya pembesaran ikan lele. Lele dipilih karena mudah dibudidayakan, cepat panen, dan memiliki pasar yang cukup luas. Namun, dalam praktiknya, banyak peternak menghadapi kendala serius, terutama dalam hal biaya pakan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

IKLAN

Pakan komersial yang dijual di pasaran bisa mencapai harga Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per sak (30 kg). Dalam waktu dua hingga tiga minggu, satu sak pakan bisa habis, apalagi jika jumlah ikan cukup banyak. Akibatnya, biaya produksi membengkak, dan margin keuntungan menjadi sangat kecil. Tak jarang, peternak harus menjual ikan dalam kondisi belum ideal demi menutupi kebutuhan mendesak. Bahkan, ada yang memilih menghentikan usaha untuk sementara karena tak sanggup memenuhi biaya operasional.

UNTAG Surabaya
Baca Juga

Mahasiswa UNTAG Surabaya Dampingi 2 UMKM Kuliner Terapkan Digitalisasi

Kondisi inilah yang menjadi latar belakang kami, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sub Kelompok 5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, untuk merancang sebuah program pemberdayaan peternak melalui inovasi pakan ikan campuran berbasis bahan organik lokal. Program ini tidak sekadar membagikan teori, tapi benar-benar mengajak peternak untuk praktik langsung di lapangan, mulai dari mengenal bahan baku, teknik pencampuran, hingga uji coba pemberian pakan ke ikan.

Bahan yang digunakan dalam formulasi pakan campuran ini sebagian besar merupakan bahan yang tersedia di sekitar desa, seperti dedak halus, ampas tahu, azolla, dan kulit singkong yang difermentasi. Untuk menjaga kandungan protein, pelet komersial tetap digunakan sebagai campuran sebesar 30%. Dengan komposisi seperti ini, peternak bisa menghemat pengeluaran hingga 35–40 persen, tanpa mengorbankan pertumbuhan ikan. Dari pengamatan kami selama kegiatan berlangsung, ikan tetap menunjukkan nafsu makan yang baik dan tidak ada gangguan kesehatan.

IKLAN

Selain pelatihan teknis, kami juga memperkenalkan peternak pada teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas bahan organik yang digunakan dalam campuran pakan. Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan kandungan gizi, tetapi juga membantu menghilangkan bau dan memperpanjang masa simpan bahan pakan.

Respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Sebagian besar peserta pelatihan antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Beberapa di antaranya bahkan mulai mengembangkan azolla sendiri di pekarangan rumah sebagai langkah awal kemandirian pakan. Ini merupakan perubahan yang menggembirakan, karena menunjukkan adanya kesadaran dan inisiatif dari warga untuk terus mengembangkan inovasi yang telah diberikan.

Mahasiswa untag
Baca Juga

Mahasiswa KKN Untag Surabaya Serahkan Alat Pakan Ikan Otomatis ke Pembudidaya di Kertajaya

Dari sisi lingkungan, program ini juga memberi dampak yang tidak kalah penting. Bahan-bahan organik yang sebelumnya menjadi limbah kini dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif. Ini membantu mengurangi sampah organik rumah tangga dan pertanian, sekaligus mendukung prinsip budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Pengalaman di Desa Karangdieng menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit dan mahal. Solusi sederhana, apabila tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi lokal, bisa menjadi pemicu perubahan besar. Apa yang kami lakukan hanyalah langkah kecil, tetapi kami percaya bahwa dari langkah kecil inilah kemandirian ekonomi masyarakat bisa mulai dibangun.

Kami berharap, program ini bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Lebih dari itu, kami juga berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang memiliki permasalahan serupa, agar sektor perikanan rakyat bisa bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.

*Penulis adalah mahasiswa KKN R26 (Sub Kelompok 5) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Tahun 2025

Untag Surabaya
Baca Juga

Mahasiswa Untag Surabaya Edukasi Warga Ampel Budidaya Hidroponik di Lahan Sempit

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/inovasi-pakan-organik-jurus-hemat-peternak-lele-karangdieng-wujudkan-kemandirian-ekonomi/83490/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.20 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Budidaya Lele
  • #Untag Surabaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?
  2. 2

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.